ซ่อนรักจอมพล

ซ่อนรักจอมพล

last updateLast Updated : 2025-08-25
By:  ซากิระOngoing
Language: Thai
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
5Chapters
317views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

คำโปรย คืนแรกที่เกรซยอมขายร่างเพื่อเงิน แต่โชคชะตากลับเล่นตลก พาเธอตกอยู่ในอ้อมกอดชายอันตราย ที่จะเปลี่ยนชีวิตเธอไปตลอดกาล “ฉันจะทำให้เธอไม่มีวันลืมสัมผัสของฉัน…เกรซ”

View More

Chapter 1

บทนำ

"Tu-tuan, tolong le-lepaskan saya. Saya bukan nyonya Bella. Saya Indira, Tuan. Sa-saya hanya pelayan baru di rumah ini. Tu-tuan salah orang."

Indira terlihat ketakutan, wajahnya pucat, tubuhnya gemetaran saat majikannya, Bara Rahadian memeluknya dengan erat. Aroma menyengat alkohol bisa Indira cium dari tubuh majikannya itu.

Setelah majikannya bertengkar dengan istrinya, satu jam yang lalu. Bara yang frustasi, malah mabuk-mabukkan dan tanpa sengaja ia melihat Indira sedang beres-beres di kamarnya. Sekarang, inilah yang terjadi. Bara mengira, Indira adalah istrinya.

"Kamu istriku, Bella. Tugasmu melayaniku, suamimu! Bukan kelayapan terus setiap hari!" Suara Bara terdengar keras, sehingga membuat Indira terkejut mendengarnya. Belum lagi, pelukan Bara malah makin erat padanya.

"Aku juga butuh kamu, Bella. Aku butuh kamu di sampingku," ucap Bara lirih seraya mendekatkan bibirnya pada pipi Indira.

Gadis polos itu langsung meremang saat cambang tipis di hidung Bara mengenai kulit pipinya. Deru napas hangat Bara, membuatnya semakin merinding.

"Tuan, saya bukan nyonya Bella. Tolong lepaskan saya, Tuan!" ujar Indira dengan suara yang sedikit meninggi. Ia juga tidak diam saja, melainkan mencoba melakukan perlawanan.

Tangan Indira berusaha keras mendorong lelaki bertubuh jangkung dan kekar itu. Akan tetapi, tenaganya tentu tak sebanding dengan tenaga Bara. Gadis yang tubuhnya kecil dan pendek itu.

"Tu-tuan! Tolong jangan seperti ini. Kalau nona Bella tahu. Dia bisa—"

Indira terkesiap, manakala ada sesuatu yang menyerang bibirnya untuk pertama kali. Sebuah benda kenyal milik Bara, melumatnya dengan kasar.

"Hmphh ... Tuan ..."

Ini pertama kalinya Indira merasakan sentuhan pria yang bahkan ia sendiri tak tahu apa namanya. Jantungnya berdegup kencang, kedua matanya pun mulai berembun. Ia tak tahan dengan pemaksaan ini. Terutama ketika tekanan bibir Bara semakin mendesak agar ia membuka bibirnya.

Kedua tangan Bara, mencengkram tubuh Indira cukup kuat. Sangat kuat, sampai Indira meringis kesakitan. Ciuman sepihak itu pun terlepas, ketika Indira memalingkan wajahnya sekuat tenaga.

"Tuan. Hentikan!" Tegas Indira. "Saya mohon, Tuan—aahh!"

Kedua mata Indira yang berkaca-kaca itu menatap Bara dengan tatapan yang tajam. Berharap Bara akan melepaskan tubuhnya.

"Hentikan apa Sayang? Kenapa kamu selalu memintaku berhenti saat aku akan menyentuhmu? Kamu itu istriku!"

Kalimat Bara yang terdengar keras, tapi penuh kekecewaan, sampai membuat Indira tercengang. Indira sadar, kalau pria ini sudah kehilangan akal sehat dan menganggapnya sebagai Bella, majikannya.

"Malam ini, aku tidak akan melepaskanmu." Tatapan Bara menggelap, ia gelap mata. Bara menarik Indira dengan paksa, kasar, sampai Indira jatuh ke atas ranjang empuk berukuran king size. Tempat Bara dan istrinya tidur di atas sana.

Gadis itu berusaha bangkit dan kalau bisa, ia ingin pergi dari sini sekarang juga.

"Tuan, saya mohon jangan lakukan ini. Saya bukan istri, Tuan. Saya bukan—"

"Aaakhh!"

Indira berteriak, kala Bara menarik kedua kakinya dan membuatnya kembali terbaring di atas ranjang. Tanpa sempat menghindar, Bara langsung menindih tubuh Indira. Wajah mereka berdekatan, tubuh mereka menempel dan Indira, gadis yang memakai seragam maid itu terlihat ketakutan.

"Tuan, anda jangan—" Belum sempat Indira menggunakan kedua tangannya untuk memukul atau mendorong Bara. Kedua tangan Indira, sudah lebih dulu dikunci oleh satu tangan Bara di atas kepalanya sendiri.

"Suaramu sangat merdu sayang. Tapi alangkah baiknya, kalau suaramu ... kamu gunakan saat mendesahkan namaku saja. Karena kita sudah lama sekali tidak melakukannya, kan?" ucap Bara seraya mengecup pipi Indira dengan napas menderu, penuh kabut gairah dari pengaruh minuman dan rasa kesepian yang selama ini ia rasakan.

"Aku rindu kamu, Bella."

Kedua mata Indira terbelalak, ketika majikannya itu mulai melucuti pakaiannya sendiri. Sedangkan dia, tidak berdaya dibawah kuasanya.

"Tuan, tidak! Jangan! Saya hanya seorang pelayan, saya—"

Hmpphh, aahh....

Bibir Indira terkunci, manakala Bara meraup bibir mungil berwarna merah milik gadis itu dengan kasar. Indira berusaha memberontak, air matanya yang tadi hanya tersimpan dibawah mata, akhirnya turun juga. Ia benar-benar tak berdaya. Tubuhnya lemas, apa lagi saat Bara melepaskan satu persatu pakaian dari tubuhnya dengan cara instan dan cepat. Yaitu dirobek secara sembarang. Hingga saat ini, Indira tidak memakai sehelai benang pun di tubuhnya.

"Tuan, jangan lakukan ini. Tuan, saya cuma pelayan."

Suara Indira gemetaran, berkali-kali ia mencoba melakukan perlawanan. Tapi ia tetap kalah. Bara terlalu dominan, terlalu kuat untuk dilawannya.

Bara yang sudah gelap mata, langsung menindih Indira dan semakin memperkecil ruang geraknya. Indira menggigit bibir, mencoba menahan jeritan yang hampir keluar.

Bibir Indira terkunci, manakala Bara meraup kembali bibir mungil berwarna merah milik gadis itu dengan kasar. Indira berusaha memberontak, air matanya yang tadi hanya tersimpan dibawah mata, akhirnya turun juga. Ia benar-benar tak berdaya. Tubuhnya lemas, apa lagi saat lelaki itu sudah membuatnya tanpa sehelai benang.

"Tuan, jangan lakukan ini. Tuan, saya cuma pelayan."

Bara yang sudah gelap mata, langsung menyatukan miliknya yang sudah menegang pada milik Indira. Bibir dan tangannya juga asyik mencumbu bagian tubuh lain dari gadis itu. Tidak peduli Indira mengerang kesakitan akibat perbuatannya, Bara tetap menikmati milik Indira yang sempit dan kian menjepitnya itu.

Indira tersentak kaget, manakala ia merasakan cairan hangat menyerang tubuhnya.

Usai kegiatan panas itu, Indira tiba-tiba teringat kata-kata ibunya, sebelum ia pergi ke kota dan sekarang ia malah melakukan hal ini bersama majikannya. Melanggar larangan ibunya. Larangan untuk menjaga diri. Naasnya, belum dua puluh empat jam ia bekerja di sini dan sudah terjadi hal mengerikan kepadanya. Sesuatu miliknya yang berharga telah direnggut paksa.

"Ibu, maafin aku. Maafin Indi yang udah ngelanggar janji. Maaf."

Setelah melakukan kegiatannya, Bara langsung tertidur. Sementara Indira langsung keluar dari kamar itu dengan keadaan kacau.

TBC

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters
No Comments
5 Chapters
บทนำ
บทนำจอมพล X เกรซยายจ๋า ผู้มีพระคุณของเกรซล้มป่วย ภาระทั้งหมดในบ้าน เกรซจึงเป็นผู้ดูแล ไหนจะค่าเทอม ค่าน้ำ ค่าไฟ ค่าเงินกู้ และค่ารักษาพยาบาลของยาย จำนวนสองแสนบาท ทำให้เกรซต้องคิดหาเงินมาจ่าย จนได้เจอกับเจ๊หงส์โดยบังเอิญ และจำได้ว่าเจ๊หงส์เคยให้นามบัตรชวนเธอไปทำงานด้วย ยังไม่ทันจะได้ถามว่างานอะไร เกรซก็รีบเอ่ยปากตกลง แต่เมื่อไปถึงหน้างานจริง เกรซกลับต้องสงสัย และถามจนได้รู้ว่า มันคืองานขายบริการทางเพศ เกรซจึงรีบปฏิเสธทันที แต่เจ๊หงส์ก็ยังเซ้าซี้และเอาเรื่องเงินมาเล้าโลม บอกยอมแค่คืนเดียวจะให้เงินสองแสน ด้วยความใจอ่อนและอยากได้เงิน เกรซจึงยอมตกลง และจุดนี้คือสิ่งที่เปลี่ยนชีวิตเธอไปตลอด »———⚝———«(ชีวิตของเด็กกำพร้า)ช่วงเวลาเย็น แดดอุ่นส่องลอดผ่านต้นไม้ใหญ่ หน้าประตูบ้านสองชั้นครึ่งปูนครึ่งไม้เงียบสงบ แต่รอบๆ กลับเต็มไปด้วยสีสันของดอกไม้ที่บานสะพรั่ง ปลูกตกแต่งสวยงามเพื่อเอาไว้ขาย ต้นไม้หลากชนิดถูกจัดวางอย่างตั้งใจราวกับเจ้าของบ้านดูแลมันทุกวัน ใกล้รั้วมีแปลงผักเล็กๆ และไม้เลื้อยเก่าๆ ที่แตกใบออกดอกห้อยระย้าไหวเบาๆ ตามแรงลม กลิ่นหอมจางๆ ลอยมากับอากาศ เหมือนบ้านนี้มีชีวิตของมันเอ
last updateLast Updated : 2025-08-24
Read more
บทที่ 1 - แน่ใจค่ะ
บทที่ 1ดวงตาคู่สวยก้มลงมองเนื้อหาในกระดาษด้วยความทุกข์ใจแล่นพล่านอยู่ในหัว อีกไม่กี่เดือนเธอก็จะเรียนจบแล้ว หากไม่ได้จ่ายค่าเทอมภายในเดือนนี้ คงจะโดนไล่ออกแน่ ที่เรียนมาทั้งหมดก็เท่ากับว่าสูญเปล่าแล้วจริงๆ“ไม่ได้ ยังไงฉันก็ต้องหาเงินค่าเทอมมาจ่าย ยายจะต้องสบาย ถ้าฉันเรียนจบมีงานดีๆ ทำ”ความหวังที่มีทำให้เกรซฮึดสู้ เธอรีบเก็บกระดาษใส่กระเป๋า ก่อนจะลุกขึ้นหยิบผ้าขนหนูเข้าไปอาบน้ำ »—⚝—«ภายในห้องครัวโรงทำขนม ตอนนี้ขนมหลายอย่างถูกจัดวางในจาน รูปทรงหลากหลาย มีทั้งขนมทองหยิบทองหยอด ขนมชั้น ขนมเปียกปูน ขนมห่อ ข้าวต้มมัด สังขยาฝักทอง มันเชื่อม กล้วยบวชชี ขนมต้ม หม้อแกงและอีกสามสี่อย่าง ดูน่าทานและสวยงามอย่างมากมือเหี่ยวย่นยกขึ้นปาดเหงื่อด้วยความเหนื่อยล้า ก่อนจะเดินไปนั่งลงบนแคร่ไม้ หยิบน้ำในขันขึ้นมาดื่มดับกระหาย ขอบขันยังไม่ทันจะถึงกลีบปาก มือที่ยกขันก็สั่นอ่อนแรงขึ้นมากระทันหัน ดวงตาพร่ามัว และวูบหมดสติไป“ยาย!!!” เกรซเดินออกมาเห็น ก็ร้องขึ้นด้วยความตกใจ รีบวิ่งเข้าไปพยุงยายจ๋า แล้วเขย่าเรียกอยู่หลายครั้ง แต่ก็ยังเงียบสนิท ดวงตาคู่สวยเริ่มน้ำตาคลอเบ้า เพราะกลัวว่ายายจะเป็นอะไรไป “ยาย
last updateLast Updated : 2025-08-24
Read more
บทที่ 2 - ไม่เปลี่ยนใจ
บทที่ 2ในค่ำคืนที่เงียบเหงา เกรซนั่งเฝ้าอยู่ข้างๆ เตียงของยายจ๋าไม่ห่าง เพราะอยากให้ยายตื่นขึ้นมาแล้วเห็นหน้าเธอ จะได้ดีใจ ทว่าเพราะความง่วงและอ่อนล้า เด็กสาวได้ฟุบหลับอย่างลืมตัวจนกระทั่งรุ่งเช้าแสงแดดสีเหลืองสาดส่องเข้ามากระทบเปลือกตาคู่สวย ปลุกให้เด็กสาวค่อยๆ ลืมตาตื่นด้วยสีหน้างัวเงีย มือเล็กๆ ยกขึ้นปาดดวงตาให้มองอะไรชัดขึ้น จนเห็นว่ายายจ๋าฟื้นแล้ว “ยายตื่นแล้วเหรอคะ ทำไมยายไม่เรียกหนูละ” ฉันเอ่ยถามเมื่อเห็นยายมองฉัน ด้วยใบหน้ายิ้มอ่อนๆ “ยายอยากให้เกรซพักผ่อน เมื่อคืนคงเฝ้ายายจนดึกเลยใช่ไหม” ยายจ๋าเอ่ยถามก่อนจะจับมือเล็กๆ ของเกรซด้วยมือเหี่ยวย่น“ดึกนิดหน่อยค่ะ แต่ไม่เป็นไร แค่ยายฟื้นเป็นปกติ หนูก็ดีใจมากแล้ว หมอบอกว่ายายต้องพักที่โรงพยาบาลสักระยะ ระหว่างนี้หนูจะดูแลยายเอง”หลังจากได้ยินที่เกรซบอก สีหน้าของยายจ๋าก็ดูเป็นกังวลเล็กน้อย ยายจ๋าถอนหายใจเบาๆ เพราะไม่อยากนอนโรงพยาบาลนาน“ยายอยากกลับบ้าน ค่ารักษาคงจะแพงน่าดูเลยนะ” ยายจ๋ากังวลเรื่องค่ารักษา เพราะไม่อยากให้หลานสาวต้องมาแบกรับภาระเหล่านี้ สู้ไม่รักษาดีกว่า แต่เกรซกลับยิ้มกว้าง พร้อมกับจับมือยายด้วยสีหน้าสดใสไร้กังวล“แพ
last updateLast Updated : 2025-08-24
Read more
บทที่ 3 - เอาตัวเเลกเงิน
บทที่ 3@วันต่อมารถแท็กซี่ขับแล่นเข้ามาจอดหน้าโรงแรมหรู สถานที่ที่เจ๊หงส์นัดให้เกรซมาทำงานในคืนนี้ หลังจากยื่นเงินให้คนขับ เธอก็รีบย่างลงจากรถ หันซ้ายหันขวามองหาเจ๊หงส์ ที่บอกว่ามารออยู่ก่อนแล้ว“เกรซ ทางนี้!” เสียงที่คุ้นหูดังมาจากด้านในโรงแรม เมื่อหันไปมองก็พบว่าเป็นเจ๊หงส์ เดินมาพร้อมถุงดระดาษหนึ่งใบ สีหน้าก็ยิ้มร่า“เอานี่ รีบไปเปลี่ยนชุด จะได้เริ่มงาน” มือใหญ่ยื่นถุงกระดาษให้ ฉันเลยรีบรับมาแบบงึกงัก คิดว่าคงเป็นชุดที่ใส่ทำงาน จะได้เหมือนกับคนอื่นๆ“แล้วหนูต้องเปลี่ยนชุดตรงไหนเหรอคะ” เกรซถามโดยไม่ได้เปิดดูชุดในถุงก่อนว่าเป็นชุดแบบไหน“ทางนั้นเลย รีบหน่อยนะ ลูกค้ามารอนานแล้ว”นิ้วเรียวชี้ไปด้านขวามือ ซึ่งเป็นทางเดินแคบๆ ไปห้องน้ำ คนตัวเล็กก็รีบสาวเท้าจ้ำอ้าว ก่อนจะเดินเข้าไปในห้องน้ำเงียบๆ ทันทีที่เปิดถุง หยิบชุดขึ้นมาดู ดวงตาคู่สวยถึงกับนิ่งงัน“นี่ คือชุดที่ต้องใส่ทำงานเหรอ?” ฉันแอบกังวลกับชุดเดรสสีแดงสั้นเสมอขาอ่อน แถมยังเป็นแบบเกาะอกไร้สาย หากสวมคงเผยส่วนเว้าส่วนโค้ง ของร่างกายแบบชัดเจน“เกรซเสร็จรึยัง?”ปังๆๆๆ เจ๊หงส์เห็นว่าเกรซแต่งตัวนาน จึงเคาะประตูเร่งเร้า ทำให้เกรซสะดุ้
last updateLast Updated : 2025-08-25
Read more
บทที่ 4 - อัปราคา 18+
บทที่ 4ติ่ง!เสียงประตูลิฟต์เปิดออก ทุกก้าวที่เดินรู้สึกได้ถึงความหนักอึ้งจนแทบย่างขาไม่ออก จมูกสวยถอนหายใจบางๆ ระหว่างเคลื่อนร่างเข้าไปในลิฟต์ กดหมายเลข ชั้น 76โรงแรมแห่งนี้ดูหรูหราอย่างมาก แขกที่มาพักก็คงจะกระเป๋าหนักไม่เบา ความคิดยังไม่ทันคลาย ประตูลิฟต์ก็เปิดออก ตรงทางเดิน ซึ่งถูกปูด้วยพรมสีแดง ติดไฟคริสตัลสลัวตลอดแนว สองฝากฝั่งมีกระถางดอกไม้หรูหราวางประดับ เสียงรองเท้าส้นสูงกระทบพื้นดังแว่วอยู่ในอากาศ ก่อนจะหยุดอยู่หน้าประตูห้อง เบอร์ 609 มือเล็กหยิบกระดาษขึ้นมาดูอีกครั้ง เพื่อความแน่ใจหากผ่านประตูนี้ไป ความบริสุทธิ์ที่สงวนมาทั้งชีวิตก็คงจบสิ้นแล้ว ฉันได้แต่คิดเสียดาย ทว่าตอนนี้ ฉันเลือกเดินมาไกลเกินกว่าจะถอยหลังกลับ ขอโทษนะจ๊ะยายก๊อก ก๊อก ก๊อกเมื่อสลัดความคิดในหัวลงได้ ก็ไม่รอช้าที่จะยกมือขึ้นเคาะประตูสามครั้งและยืนรอไม่ถึงห้าวินาที ก็มีคนมาเปิดประตู“มาแล้วเหรอ รีบเข้ามาเลย” ทันทีที่ประตูเปิดออกเกรซกลับต้องตกใจกับความรีบร้อนของผู้ชายในชุดสูทสีดำ เขากระชากมือเธอเข้ามาในห้องก่อนจะรีบล็อกประตู“ไม่คิดว่าคนที่ไอ้ดินหามา จะเป็นเด็กผู้หญิงอายุน้อยขนาดนี้”แมกซ์ ชายวัยสามสิบปี ค
last updateLast Updated : 2025-08-25
Read more
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status