นายหัวคะ ล้วงเข้ามาลึกๆ

นายหัวคะ ล้วงเข้ามาลึกๆ

last updateÚltima atualização : 2025-02-14
Por:  KraTakEm andamento
Idioma: Thai
goodnovel18goodnovel
Classificações insuficientes
26Capítulos
2.4Kvisualizações
Ler
Adicionar à biblioteca

Compartilhar:  

Denunciar
Visão geral
Catálogo
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP

ความรักฉบับหื่นๆของใบบัวกับเมธาจะลงเอยอย่างไร เมื่อมีลูกสาวตัวแสบของเมธาคอยขัดขวางพวกเขาทุกวิถีทาง

Ver mais

Capítulo 1

(nc)ทิ้งทวนก่อนลงใต้

Lunara Angkasa tidak pernah membayangkan bahwa pimpinan yang tiba-tiba diturunkan perusahaan adalah ayah biologis putrinya. Seandainya tahu akan bertemu Kayden Narasoma di sini, Lunara tidak akan datang ke perusahaan ini apa pun alasannya.

Dalam beberapa hari terakhir, departemen sudah ramai membicarakan bahwa akan ada pimpinan muda berbakat yang langsung ditempatkan dari pusat. Katanya, pria itu adalah putra keluarga presdir grup perusahaan ini yang terlahir kaya raya.

Setiap pencapaian dalam riwayat hidupnya adalah pencapaian yang tak mungkin dikejar oleh orang-orang biasa seperti mereka.

Pria yang berdiri di ruang rapat itu memasukkan satu tangan ke saku. Setelan jas khusus yang dikenakannya, membuatnya tampak anggun dan berkelas. Tubuhnya tinggi tegap, sisa-sisa kekanakan masa lalu telah diasah menjadi sorot ketajamanan. Meski masih muda, wibawanya terasa mengintimidasi.

Jemarinya yang tegas menggenggam remote, sambil memaparkan isi PPT dengan lancar. Suara yang rendah dan merdu itu bergema di seluruh ruang rapat. Tak seorang pun berani menarik napas terlalu keras, takut kesan pertama di hadapan atasan baru ini terlihat gugup.

Lunara berharap bisa menundukkan kepala sedalam mungkin.

Sayangnya, lantai ruang rapat dipoles hingga mengilap. Bukan hanya tak ada celah untuk bersembunyi, pantulannya malah menyorot jelas wajah Lunara yang canggung dan tertekan.

Lunara memang tahu bahwa perusahaan ini milik Keluarga Narasoma, tetapi dia tidak menyangka Narasoma yang dimaksud adalah milik keluarga Kayden. Jari-jari kaki Lunara menekan lantai, punggungnya basah oleh keringat dingin. Rasa sesak menyeruak ke dadanya.

Sudah tiga tahun. Tiga tahun mereka tidak bertemu, dan tiga tahun pula sejak mereka putus.

"Siapa penanggung jawab proyek ini?"

Dari depan, terdengar suara yang dingin dan berjarak. Tatapan pria itu menyapu seluruh karyawan di bawah, membuat suasana seketika mencekam dan tak seorang pun berani bersuara.

Kayden mengerutkan kening, lalu meninggikan suaranya. "Bahkan proyek yang kalian tangani sendiri juga lupa?"

Rekan kerja di sebelah Lunara berdiri dengan gemetar, suaranya penuh ketakutan. "Pak Kayden, saya yang bertanggung jawab."

Entah hanya perasaannya atau bukan, pada saat Lunara mengangkat kepala, pandangannya seolah bertemu dengan Kayden. Tatapan itu terasa membeku di udara, membuat Lunara lupa bernapas sejenak.

Kayden segera mengalihkan pandangan dan berkata dengan nada kesal, "Bagian-bagian ini perlu diperbaiki. Dengan hasil seperti ini, bagaimana kalian berani mengajukannya?"

Lunara menghela napas lega. Dia pikir, Kayden seharusnya tidak melihatnya. Lunara yang sekarang sudah sangat berbeda dari Lunara tiga tahun lalu.

Dia menundukkan kepala, berusaha meredam keberadaannya. Tatapannya terpaku pada lantai, sampai tiba-tiba Lunara melihat sepasang sepatu kulit mahal yang disemir mengilap berhenti tepat di hadapannya.

Seluruh tubuhnya terasa seolah-olah dilempar ke laut dalam. Air asin yang menyesakkan seolah menelan napas Lunara, membuat tangan dan kakinya mati rasa seketika.

Kayden berdiri di sampingnya.

Rekan kerjanya buru-buru membela diri, "Pak Kayden, ini sudah melalui umpan balik klien ...."

Remote di tangan Kayden dilempar ke atas meja. Dia mengangkat kepala, sorot matanya dingin dan tajam saat menatap rekan Lunara sambil berkata perlahan, "Rencana yang belum matang tetaplah belum matang. Standar kerjamu itu menjadikan klien sebagai tameng?"

"Atau kamu mengira tempat kerja ini arena main rumah-rumahan?"

Tatapan itu sarat penilaian dari posisi yang lebih tinggi. Namun, bukan rekan Lunara yang sedang melapor yang ditatapnya, melainkan ... dirinya.

Semua orang menunduk menatap punggung kaki masing-masing, takut amarah Kayden menjalar ke diri mereka. Lunara menarik napas dalam-dalam. Dia berusaha menenangkan diri.

Kayden melanjutkan, "Perbaiki dulu, baru ajukan lagi."

"Baik, Pak."

Saat semua orang akhirnya menghela napas lega, pandangan Kayden pun tertuju pada Lunara.

Wajah itu tetap cantik seperti dulu, hanya tubuhnya terlihat jauh lebih kurus. Kini dia mengenakan gaun kerja bergaya profesional, rambutnya tersanggul rapi di belakang telinga. Kulitnya masih pucat cerah seperti sebelumnya, tetapi lingkar hitam dan kelelahan di bawah matanya tak bisa disembunyikan.

Tatapannya sama sekali tidak mengarah kepada Kayden.

Kayden menyunggingkan senyum sinis. "Kalau lain kali masih bawa proposal seperti ini, tanggung sendiri akibatnya."

Jari-jarinya yang panjang mengetuk meja di hadapan Lunara. Lunara tahu betul, itu pertanda suasana hatinya sedang sangat buruk.

Sorot mata hitam itu menyimpan emosi yang sulit ditebak. Cukup dengan satu tatapan saja, telapak tangan Lunara sudah basah oleh keringat. Untungnya, Kayden tidak berkata apa-apa lagi dan beralih menanyakan perkembangan proyek lainnya.

Betis Lunara bergetar pelan.

....

Setelah rapat selesai.

Lunara kembali ke meja kerjanya bersama rekan-rekan lain. Setelah duduk dan meneguk setengah gelas air, barulah perasaannya sedikit tenang.

Proyek yang dikritik Kayden juga termasuk proyek kelompok Lunara. Akibatnya, hampir seluruh departemen harus lembur.

Rekan di sebelahnya mengeluh, "Atasan baru pasti mau unjuk taring. Kita ini dijadikan contoh. Lunara, kamu tahu nggak kenapa Pak Kayden berdiri lama sekali di dekat kita? Aku hampir mati ketakutan."

Lunara tertegun sejenak.

Kayden berdiri di dekat mereka, kemungkinan untuk mendengar jawaban rekan kerja dengan lebih jelas. Namun ketika kelompok proyek lain memberikan laporan, dia tetap tidak pergi. Dia terus berdiri di sisi Lunara.

Lunara tidak berani mengangkat kepala. Begitu rapat berakhir, dia segera pergi dengan tergesa-gesa dan tidak berani menoleh sedikit pun.

Melihat sikap Kayden, sepertinya dia memang sudah melupakan masa lalu mereka yang singkat dan kacau itu. Jika tidak, mengapa dia bisa berdiri di samping Lunara begitu saja tanpa bereaksi apa pun.

Hanya ketika sudah tidak peduli, seseorang bisa bersikap setenang itu.

Dulu, Kayden adalah primadona Fakultas Ekonomi Universitas Andara, empat tahun berturut-turut menyandang gelar idola kampus. Kisah cintanya dengan Lunara sempat menghebohkan banyak orang.

Saat itu, banyak yang mengatakan bahwa Lunara menjadikan Kayden simpanan. Lunara menggunakan uang untuk mengikat pria itu, membuat Kayden menjual dirinya demi dia.

Lunara sendiri pernah berpikir begitu. Bagaimanapun, Kayden kala itu tampak seperti mahasiswa miskin. Namun, uang yang diberikan Lunara tidak pernah dia terima.

Hingga hari ulang tahun Kayden tiba, Lunara masuk ke akun aplikasi belanja milik Kayden. DIa berniat melihat barang-barang mahal apa yang dimasukkan Kayden ke keranjang tapi tak pernah dibeli, agar Lunara bisa memesankannya sebagai hadiah.

Namun, Lunara melihat pesan pribadi Kayden dengan orang lain di aplikasi itu. Orang itu memanggil Kayden dengan sebutan mesra, "Kak Kay".

Bahkan berkata bahwa Kayden terlihat bukan tipe orang yang akan menyukai Lunara.

Saat itu, Lunara merasa tercengang, tubuhnya langsung mematung dari ujung rambut hingga ujung kaki. Namun tidak apa-apa. Kayden tidak membalas pesan tersebut, jadi hadiah itu tetap dibeli.

Saat Kayden menerima hadiah itu di pesta ulang tahunnya, dia tidak tampak terkejut atau senang. Dia hanya mengucapkan terima kasih dengan datar. Dengan memanfaatkan waktu ke toilet, Lunara pergi membayar tagihan.

Saat kembali, dia mendengar suara-suara penuh sindiran dari dalam ruang privat.

"Kalau bukan karena Lunara yang nggak tahu malu dan ngotot menempel sama Kak Kay, mana mungkin Kak Kay mau sama perempuan sekampungan seperti itu."

"Benar. Cuma punya sedikit uang saja sudah merasa hebat."

Kayden mengucapkan satu kalimat yang terdengar jelas di telinga Lunara, "Sebenarnya aku juga nggak pernah menganggap Lunara penting."

Tawa riuh orang-orang di sekitarnya menelan sisa ucapannya.

"Sudah kubilang, Kak Kay pasti nggak tertarik sama orang kaya dadakan seperti itu."

Lunara tidak pernah bisa melupakan perasaan saat itu. Dadanya terasa sakit sampai sulit bernapas, tangan dan kakinya mati rasa seperti tersetrum. Kebetulan, saat itu keluarga Lunara juga sedang mengalami masalah. Ayah Lunara, Orion Wikara, kemudian mengirimnya ke luar negeri.

Sekali pergi, tiga tahun telah berlalu.

Tiga tahun kemudian dia kembali. Siapa sangka, atasan yang tiba-tiba ditempatkan di perusahaan ini adalah Kayden?

Bahkan jika dipukuli sampai mati sekalipun, Lunara tidak akan pernah menyangka bahwa Kayden yang dulu harus mengandalkan kerja paruh waktu dan beasiswa hanya untuk makan, ternyata adalah putra tunggal Grup Narasoma.

Namun melihat sikap Kayden barusan, sepertinya Kayden berniat berpura-pura menjadi orang asing baginya.

Ada baiknya juga kalau begitu.

....

Di dalam kantor presiden direktur.

Kayden duduk di sofa kulit asli yang empuk. Jari-jarinya yang panjang dan ramping menggerakkan mouse, dengan mudah memunculkan data seluruh karyawan.

Nama Lunara ada di dalamnya.

Setahun lalu dia sudah bergabung di sini. Dengan riwayat kerja yang cemerlang dan kemampuan profesional yang menonjol, Lunara bukan hanya lolos masa percobaan, tetapi juga bahkan menjadi ketua tim proyek.

Wajah Kayden tampak muram. Buku-buku jarinya mengetuk meja, satu demi satu.

Sekretaris bernama Ignas berdiri di samping sambil mengamati ekspresi atasannya. "Pak Kayden, apakah ada instruksi?"

Kayden mengangkat cangkir kopi di sampingnya dan menyesap dengan sikap anggun, lalu berkata tenang, "Aku baru datang, masih belum familier dengan proyek-proyeknya. Perkenalkan para ketua tim ini padaku."

Ignas langsung mengerti dan mulai memperkenalkan satu per satu. Terakhir, barulah dia menyebut Lunara.

"Bu Lunara masih muda. Dia baru setahun pindah ke kantor pusat, sebelumnya bekerja di divisi luar negeri. Prestasinya sangat baik."

Prestasinya sangat baik?

Sudut bibir Kayden terangkat membentuk senyum dingin.

Putri Keluarga Angkasa yang diingatnya, ternyata bisa merendahkan diri untuk benar-benar bekerja? Sulit dipercaya bahwa pencapaian-pencapaian itu bukan hasil uang Keluarga Angkasa.

Bagaimanapun, Lunara memang suka menggunakan uang untuk mempermalukan orang lain. Dan paling suka pula menghilang tanpa kabar ketika perasaan sedang memuncak.

Melihat Kayden tidak berkata apa-apa, Ignas membaca situasi lalu melanjutkan, “Proyek ini sepenuhnya ditangani Bu Lunara. Dewan direksi juga cukup menaruh harapan padanya.”

Ignas menghela napas pelan.

Sejak masa magang, Lunara sudah berada di bawah bimbingannya. Bisa dibilang, Ignas-lah yang membesarkan Lunara dari nol. Dia sangat menghargai anak muda seperti Lunara yang sedikit bicara, tidak membuat masalah, bekerja terstruktur, dan punya kemampuan nyata.

Karena itu, dia tak kuasa menahan diri untuk menambahkan beberapa kalimat lagi.

"Kalau memang hasil kerjanya kurang baik, Pak Kayden silakan tegur dia. Asalkan beri dia satu kesempatan."

Kayden mengangkat kepala dengan dingin. Kelopak matanya terangkat sedikit, sorot matanya memancarkan hawa dingin yang membuat orang bergidik hanya dengan menatapnya.

Baru setahun kerja, sudah ada orang yang membelanya? Sepertinya Lunara memang masih sama saja, selalu pandai mengendalikan hati orang.

Ignas tidak menyadari perubahan ekspresi Kayden.

Dia menghela napas lagi lalu melanjutkan, "Kondisi keluarga Bu Lunara kurang baik. Ayahnya sudah meninggal, ibunya sakit keras, dan dia masih harus membesarkan seorang anak perempuan yang masih kecil. Anak itu juga kesehatannya kurang baik. Apalagi suaminya juga ...."

Kayden memotong dengan dingin dan melemparkan tatapan tajam. "Ignas, aku membayarmu untuk bekerja, bukan untuk bergosip."

Ignas bergidik ngeri. Setelah berulang kali meminta maaf dan melihat Kayden tidak berniat memperpanjang masalah, dia membungkuk dan keluar dari ruangan.

Untuk saat ini, dia masih belum bisa membaca suasana hati Kayden. Sepertinya, ke depannya dia harus lebih berhati-hati membawa diri.

Ruang kantor itu kembali sunyi.

Kayden mengelap kopi yang tidak sengaja tumpah tadi, lalu menggeser layar dengan mouse. Dia membuka berkas data karyawan Lunara. Foto identitasnya masih foto saat kuliah. Foto yang dulu dia ambil bersama Kayden setelah merengek agar Kayden ikut menemaninya.

Layar digeser ke bawah, ke kolom status pernikahan.

[ Menikah. ]
Expandir
Próximo capítulo
Baixar

Último capítulo

Mais capítulos
Sem comentários
26 Capítulos
(nc)ทิ้งทวนก่อนลงใต้
"จะไปอยู่กระบี่จริงเหรอ"น้ำเสียงเศร้าๆของแฮ็ค หนุ่มใหญ่อาชีพขับสามล้อ ทำเอาใบบัวนึกสงสาร พรุ่งนี้เธอต้องเดินทางไปจังหวัดกระบี่ เพราะพึ่งได้งานใหม่เป็นพี่เลี้ยงเด็กใบบัวเป็นชาวแม่ฮ่องสอน เธอจบแค่มอสามเลยไม่มีงานดีๆให้เลือกทำมากนัก แต่ก่อนเธอเป็นพนักงานขายเสื้อผ้าในห้างที่กรุงเทพ แต่เพราะรายจ่ายเยอะเงินเดือนไม่พอใช้ เลยหนีกลับมาตั้งหลักที่บ้านเกิดก่อน พอดีเมื่ออาทิตย์ก่อนเห็นเพจหางานในเฟสบุ๊คลงประกาศรับสมัครพี่เลี้ยงเด็ก พอส่งใบสมัครไปไม่นาน เธอก็ได้รับการติดต่อมาว่าจะรับเข้าทำงาน แต่ต้องลงไปทำงานที่จังหวัดกระบี่ ซึ่งเธอก็ไม่ได้ติดขัดอะไร ดีซะอีกจะได้ไปเปิดหูเปิดตา เพราะเธอยังไม่เคยไปเที่ยวทางภาคใต้เลย"พี่คงคิดถึงหนูแย่" แฮ็คหอมแก้มใบบัวฟอดใหญ่ เธอพึ่งรู้จักกับเขาก็ตอนกลับมาอยู่บ้านนี่แหละ เขาเป็นผู้ชายตัวผอมๆแต่แก่นกายใหญ่มาก เธอติดใจเขามาก เวลานัดเจอกันที เธอร้องหาแต่แก่นกายเขาจนถึงเช้า เอากันจนฟ้าเหลืองตลอดแฮ็คจับมือใบบัวไปวางตรงเป้าเขา "หนูต้องไปทำงานหนิคะ" เธอกำแก่นกายแฮ็ค ถึงจะใส่กางเกงอยู่แต่แก่นกายเขาก็แข็งเป็นลำจนเธอสัมผัสได้"คิดถึงรูหนูแย่เลย""งั้นก็เอาหนูแรงๆ หนูจะได้จำ
Ler mais
แรกพบสบตา(ก็เสี้ยนเลย)
"รักษาเนื้อรักษาตัวนะลูก"ใบบัวพยักหน้ารับคำก่อนจะไหว้ลาพ่อแม่ เมื่อคืนหลังจากไปร่ำลาแฮ็คเสร็จแล้ว เธอก็กลับมานอนที่บ้าน แหกขี้ตาตื่นแต่เช้าเพื่อมาเก็บข้าวเก็บของเตรียมตัวเดินทาง พ่อเธอออกเงินซื้อตั๋วเครื่องบินให้ เธอเลยได้เดินทางสบายๆ ไม่ต้องนั่งหลังขดหลังแข็งบนรถทัวร์ ที่จริงก็ใช่ว่าพ่อเธอจะมีเงิน แต่ยังอุตส่าห์ไปยืมกับญาติมาให้ เธอไหว้ขอบคุณพ่ออีกครั้งก่อนจะเหมารถไปที่สนามบินใบบัวมาถึงกระบี่ตอนสิบเอ็ดโมง มีคนของนายหัวเมธามารอรับเธอไปที่บ้าน บ้านเขาอยู่ในตัวเมืองกระบี่ เลยใช้เวลาเดินทางไม่นานนัก"นี่บ้านนายหัวเมธาเหรอ"ใบบัวตาโตเป็นไข่ห่าน บ้านเขาใหญ่โตกว้างขวางมาก สมกับเป็นนักธุรกิจชื่อดังของกระบี่จริงๆ "เอ้า มัวแต่มองอะไรอยู่นั่น เข้าไปสิ" ลูกน้องนายหัวเมธาพาเธอเข้าไปในบ้าน ใบบัวหลุดจากภวังค์แล้วเดินตามเขาไป"นายหัวครับ พี่เลี้ยงน้องขนมมาแล้วครับ"ใบบัวใจเต้นระรัวทันทีที่ได้เห็นหน้านายหัวเมธา เขาเป็นผู้ชายตัวสูงใหญ่ ผมสีน้ำตาลเข้ม ใบหน้าเขาหล่อคมคาย เข้ากับผิวสีแทนของเขามาก ไหนจะดวงตาทรงเสน่ห์ที่จ้องมองมายังเธอนี่อีก โอ๊ย ทำไมเขาช่างเซ็กซี่เร้าใจเธอเหลือเกินพลั่ก!!!!!!!ใบบัวตกใ
Ler mais
(nc)ขอเอาได้มั้ย
ใบบัวตาโตเมื่อเห็นเป้าตุงๆของเมธา เธอไม่ใช่คนไร้เดียงสา แค่มองก็รู้ว่าแก่นกายเขาแข็งจนดันเป้ากางเกงออกมา"เอ่อ เมื่อกี้นายหัวถามว่าอะไรนะคะ" ปากก็พูดไปแต่สายตาเธอเอาแต่มองเป้าเขา"คุณมีแฟนรึยังครับ" เมธาเมื่อเห็นใบบัวไม่โวยวายอะไรก็เดินเข้าประชิดตัวเธอมากขึ้น "หน้าคุณเปื้อนไข่" เขาล้วงผ้าเช็ดหน้าในกระเป๋าเสื้อออกมาแล้วเช็ดหน้าให้เธอ"ขอโทษแทนขนมด้วยนะ""ไม่เป็นไรค่ะ เธอยังเด็ก เราน่าจะอบรมเธอได้""แล้วตกลงคุณมีแฟนมั้ย" เมธาถามย้ำ ตั้งแต่เห็นหน้าใบบัวครั้งแรก เขาก็คันยุบยิบในหัวใจและอยากเอาเธอมาก ไม่รู้ว่าเพราะชอบเธอจริงๆหรือแค่เสี้ยนกันแน่ ก็เขาไม่ได้มีเซ็กซ์มานานแล้วนี่ พอได้มาเจอผู้หญิงสวยๆหุ่นสะบึมอย่างเธอมันก็อดจะหวั่นไหวไม่ได้"นายหัวอยากรู้ไปทำไมคะ" หรือว่าเขาจะชอบเธอเข้าแล้ว ใบบัวหน้าแดงแปร๊ดเพราะแอบคิดไปไกล"เปล่าหรอก ผมถามเฉยๆ"อ้าว แล้วกัน ใบบัวหน้าเสียเล็กน้อย "ฉันไม่มีแฟนหรอกค่ะนายหัว" มีแต่นัดเอาไปเรื่อย แต่เธอป้องกันทุกครั้งนะ"ผมก็ไม่มีแฟน ยุ่งกับงานกับลูก ไม่มีเวลาหาแฟนเลย" เมธาดันตัวใบบัวจนชิดกับผนัง เขาหายใจแรง ที่หัวแก่นกายมันเสียวแปล๊บๆ คงจะอยากกระแทกรูสวรรค์"นายห
Ler mais
รอยร้าวของพ่อลูก
เช้าวันต่อมาใบบัวทำโจ๊กหมูไว้รอสองพ่อลูก เมื่อวานหลังเอากับเธอแล้ว เมธาก็พาขนมออกไปไหนไม่รู้ กว่าจะกลับมาก็มืดค่ำ เธอที่ตั้งใจทำกับข้าวไว้คอยก็ต้องรอเก้อ เพราะเขาบอกว่ากินมาแล้วหน้าที่ทำอาหารเป็นอีกสิ่งที่ใบบัวต้องทำ ตอนมีคนโทรมาบอกรายละเอียดงานให้ฟัง เธอก็ไม่มีปัญหาอะไร เพราะทำกับข้าวเป็นอยู่แล้ว"หอมจังเลย ทำอะไรกินเหรอ" โอบ ลูกน้องอีกคนของเมธาถามใบบัว ตั้งแต่มาที่นี่ เธอเห็นว่าบ้านเมธามีแต่ผู้ชาย ขนาดทำความสะอาดบ้านยังใช้ผู้ชายทำเลย พอถามเลยได้ความว่า ขนมไม่ชอบให้มีผู้หญิงในบ้าน เมธาก็ตามใจ จ้างแต่คนงานผู้ชายแต่พี่เลี้ยงเป็นข้อยกเว้น เพราะเขาเห็นว่าผู้หญิงน่าจะดูแลเด็กได้ดีกว่า"โจ๊กหมูน่ะพี่ ไม่รู้นายหัวจะชอบรึเปล่า""เอาน่า นายหัวแกไม่เรื่องมากหรอก" โอบมองที่นมตู้มๆของใบบัว ให้ตายเถอะ ยัยนี่น่าเอาเป็นบ้า นมก็ใหญ่ ตูดก็ง๊อนงอน ถ้าได้เอาท่าหมาแล้วบีบตูดเธอไปด้วยคงจะฟินโอบไม่รู้ตัวเลยว่าแววตาเขาหื่นกระหายแค่ไหน ใบบัวเห็นสายตาเขาก็เริ่มเสี้ยน ก็เธอเองก็ขี้เสี้ยนไม่น้อย แค่คิดถึงความรู้สึกตอนโดนแก่นกายครูดรูสวรรค์ เธอก็เสียวแปล๊บๆที่รูแล้ว"วันนี้มีอะไรกินอะ" เสียงเจื้อยแจ้วของขนมท
Ler mais
(nc)หยุดตัวเองไม่ได้
เมธากลับมาบ้านตอนสามทุ่ม หลังทำแผลที่คลินิกเสร็จเขาก็ออกไปทำงานต่อเลย ถึงจะปวดแผลอยู่บ้าง แต่เขาก็ไม่ได้อยากพักเมธาทำธุรกิจหลายอย่าง ทั้งโรงแรม สวนผลไม้ และธุรกิจประมง เขาสานต่องานพวกนี้หลังจากพ่อเขาตายไปเมื่อห้าปีที่แล้ว ส่วนแม่เขาก็แต่งงานใหม่ และย้ายไปอยู่อังกฤษกับสามีตอนสามปีก่อนวันนี้เมธาไปดูสวนผลไม้ที่นอกเมือง ที่สวนมีปัญหาหนักพอสมควร เพราะมีคนงานแอบขโมยผลไม้ที่เตรียมส่งออกต่างประเทศไปขายเกือบตัน เมธาไม่อยากเชื่อเลยว่าคนงานจำนวนกว่าครึ่งจะรวมหัวกันหักหลังเขา อารมณ์เสียเรื่องลูกสาวไม่พอ ยังต้องมาโมโหเรื่องคนงานพวกนั้นอีกคอยดูเถอะ เขาจะจัดการพวกมันทบต้นทบดอก เอาให้จำไปจนวันตายให้รู้กันไปเลย ว่าพวกมันไม่มีทางหนีเขาพ้นใบบัวได้ยินเสียงคนเดินก็แง้มประตูห้องออกไปดู พอเห็นว่าเป็นเมธาเลยรีบออกไปหาพร้อมกับถือดอกกุหลาบมาด้วย ตอนไปรับขนมหลังเลิกเรียน เด็กน้อยบอกให้เธอพาไปหาซื้อดอกกุหลาบ ใบบัวถามเลยได้ความว่าเธอจะเอาดอกกุหลาบมาไว้ให้เมธา และนั่นก็เป็นครั้งสุดท้ายที่ขนมพูดกับเธอ หลังจากกลับมาบ้านไม่ว่าเธอจะสอนการบ้าน จะหาข้าวมาให้กิน ขนมก็ไม่พูดกับเธออีกเลย เด็กน้อยเอาแต่นั่งชะเง้อคอรอเม
Ler mais
(nc)ชายหาดพิศวาส
ใบบัวตื่นตั้งแต่เช้าเพื่อมาทำกับข้าว มีคนงานซื้อของสดมาไว้ในตู้เย็นแล้ว เธอเลยไม่ต้องลำบากไปหาซื้อเอง เธอทำอาหารอย่างอารมณ์ดี พอคิดถึงเรื่องเมื่อคืนที่ได้เอากับเมธาแล้วก็มีความสุข เขาเป็นคนแรกเลยที่เธอยอมให้เอาสด คนอื่นๆที่เคยผ่านมาเธอป้องกันตัวเองเป็นอย่างดี แต่กับเมธาไม่ใช่แบบนั้น ไม่รู้ทำไมเธอถึงได้ยอมให้เขาทุกอย่าง "เดี๋ยววันนี้พ่อจะพาไปเที่ยว"เมธาบอกขนมหลังจากพวกเขากินข้าวเสร็จแล้ว เธอยิ้มน้อยๆแต่ไม่ได้พูดอะไรออกมา"เมื่อวานพ่อขอโทษนะ"อยู่ดีๆเมธาก็พูดขึ้นมา พอนึกถึงคำพูดแย่ๆที่พูดใส่ลูกสาวเมื่อวานแล้วก็เสียใจ เขาใช้อารมณ์กับเธอมากไปจริงๆ"หนูก็ขอโทษ พ่อเจ็บมากมั้ย" เธอเป่าหัวเขาฟู่ๆ "หายไวๆนะ"ขนมหอมแก้มเมธาฟอดใหญ่ จนใบบัวที่มองทั้งคู่อยู่อมยิ้มเป็นอีกวันที่เมธาชวนใบบัวให้นั่งกินข้าวด้วยกัน ขนมแม้จะคันปากยิบๆแต่ก็ไม่กล้าพูดอะไรเพราะตัวเองยังมีความผิดติดตัวอยู่ "เราจะไปเที่ยวไหนเหรอพ่อ""ใบบัวอยากไปไหนรึเปล่า" เมธาหันมาถามใบบัว"แล้วพ่อจะถามเขาทำไมอะ" ขนมเริ่มเก็บอาการไม่อยู่ พ่อ
Ler mais
(nc)ผู้หญิงกูใครก็ห้ามแตะ
วันต่อมาเมธาพาขนมไปเยี่ยมญาติที่ย้ายมาอยู่ภูเก็ต แต่คราวนี้ใบบัวไม่ได้ไปด้วยเพราะขนมยืนกรานว่าอยากไปกับเมธาแค่สองคน ใบบัวเลยต้องอยู่บ้านกับพวกคนงานอีกสองสามคน"ไปเล่นน้ำกับพี่มั้ย"เข้ม คนงานที่แอบดูใบบัวกับเมธาเมื่อคืนเดินเข้ามาหาเธอ เขาเห็นว่าวันนี้เธอไม่ได้ออกไปกับเมธา เลยถือโอกาสมาทำความรู้จักสักหน่อย"ไม่ดีกว่าพี่" เธอบอกปัดไปเพราะไม่ชอบสายตาแทะโลมของเข้ม ไม่รู้ทำไมเธอถึงรู้สึกเกรงใจเมธา กลัวเขารู้แล้วจะโกรธ ทั้งที่ความจริงเธอไม่ได้เป็นอะไรกับเขาด้วยซ้ำ"ทำไมล่ะ ไม่ชอบเล่นน้ำเหรอ งั้นอยากกินอะไรมั้ย เดี๋ยวพี่ไปหาซื้อมาให้" เข้มรีบอาสา เขาหลงเสน่ห์ใบบัวเข้าเต็มเปา ถึงจะรู้ว่าเธอเป็นคนของเจ้านายตัวเองก็เถอะ"ไม่เป็นไรพี่ หนูยังไม่หิว" ใบบัวกำลังจะเดินหนี แต่โดนเข้มสวมกอดจากด้านหลังซะก่อน"พี่เข้มปล่อยนะ"เธอโดนเขาซุกไซร้ซอกคอ เขาทั้งดูดทั้งเลียไปทั่วซอกคอขาวๆของเธอ"ตัวหอมจังเลยใบบัว" เข้มมัวเมากับกลิ่นกายใบบัวมาก เขาสูดดมไปทุกซอกทุกมุมจนใบบัวเผลอเคลิบเคลิ้มไปกับสัมผัสหยาบโลนนั่นใบบัวหลับตาพริ้มปล่อยให้เข้มลากลิ้นเลี
Ler mais
(nc)ใบบัวกับแตงกวาและเอ็นอุ่นๆ
เมธาพาขนมกับใบบัวกลับกระบี่ในวันถัดมา ขนมงอแงไม่น้อยเพราะตอนแรกเขาบอกว่าจะพาอยู่ภูเก็ตสี่วันเนื่องจากเป็นวันหยุดยาว แต่กลายเป็นว่าพึ่งมานอนภูเก็ตได้สองคืนเขาก็พาเธอกลับซะแล้ว"พ่ออะ อะไรก็ไม่รู้"ขนมทุบแขนเมธาแรงๆด้วยความโมโห "ขนมพ่อขับรถอยู่นะ" เขาดุขนมเสียงดังแต่ก็ไม่ได้ทำให้เธอกลัวเลย"ก็พ่อผิดสัญญา ไหนว่าจะอยู่สี่วัน" ขนมดิ้นพลั่กๆอยู่บนเบาะรถ "ก็พ่อบอกแล้วไงว่ามีธุระด่วน" เมธาพยายามอธิบาย "ก็หนูไม่อยากกลับอะ" เธอหยิบของในรถออกมาปาก่อนจะทุบตีเขาที่กำลังขับรถอยู่"น้องขนมคุณพ่อขับรถอยู่นะ อย่าทำอย่างนี้ค่ะ" ใบบัวที่นั่งอยู่เบาะหลังพูดขึ้นเพราะกลัวจะเกิดอุบัติเหตุ"ยุ่งไรอะ ไม่ใช่แม่สักหน่อย" ขนมตะโกนเสียงดังลั่นรถ กว่าจะมาถึงกระบี่ก็เล่นเอาเมธากับใบบัวหมดพลังงานไปมาก ขนมร้องโวยวายมาตลอดทา
Ler mais
(nc)วิธีปลอบขวัญ
ผ่านมาเกือบเดือนแล้วที่ใบบัวมาอยู่กระบี่ เธอเริ่มคุ้นชินกับที่นี่มากขึ้น และสนิทสนมกับคนงานในบ้านแทบทุกคน เรียกว่าชีวิตเธอที่กระบี่มีความสุขดี แถมนับวันความรู้สึกดีๆที่เธอมีให้เมธาก็เพิ่มขึ้นเรื่อยๆ ถึงเขาจะไม่ได้ชัดเจนในความสัมพันธ์กับใบบัว แต่เธอก็ไม่ได้เรียกร้องอะไร แถมยังอยู่แบบเจียมเนื้อเจียมตัวด้วยซ้ำ เพราะเธอเองก็รู้ตัวดีว่าตัวเองไม่คู่ควรกับเขา"พ่อไปไหนอะ"ขนมพึ่งลงมาจากห้อง พอไม่เห็นเมธาก็ถามขึ้น"คุณพ่อไปบ้านเพื่อนค่ะ" ใบบัวบอกแล้วส่งยิ้มอ่อนโยนให้เธอ"ไม่ได้ถามน้า ถามลุงเกริก" ขนมชี้ไปทางชายร่างท้วมที่มีหน้าที่ทำความสะอาดบ้าน ใบบัวไม่ได้ว่าอะไร เธอยกถาดใส่คุกกี้ที่พึ่งทำเสร็จมาให้ขนม"ขนมที่หนูอยากกินไงคะ"ขนมเกือบจะยิ้มแล้วดีที่ยังหุบปากทัน มือเล็กแย่งถาดขนมไปจากใบบัว แล้วเดินไปนั่งกินคนเดียวที่สนามหญ้าหน้าบ้าน"กรี๊ดดดดดด!!!!"เสียงร้องของขนมทำให้ใบบัวต้องวิ่งออกไปดูปังๆๆๆๆๆๆๆๆมีคนบุกเข้ามาในบ้าน เสียงปืนดังสนั่นไปทั้งบริเวณ คนงานผู้ชายถูกกระสุนปืนเจาะหัวล้มตายไปหลายคน"พ่อช่วยด้วย พ่ออออ"ขนมร้องหาเมธาด้วยความหวาดกลัว เธอตัวสั่นงันงกซุกเข้ากอดใบบัวอย่างหาที่พึ่ง ตอนนี
Ler mais
(nc)...จะฉีกแล้ว
"ผมว่าหาบอดี้การ์ดมาเพิ่มดีมั้ยครับ" กัน ลูกน้องของเมธาเสนอ กันมีหน้าที่คุมพวกคนงานเรือประมงให้เมธา พอรู้เรื่องที่เกิดขึ้นเมื่อวาน เขาก็รีบมาหาเมธาทันที"ก็ดีเหมือนกันนะ ถ้ามันกล้าเล่นขนาดนี้ กูว่าต้องมีครั้งต่อไปแน่" เมธาหัวเสียกับเรื่องนี้ไม่น้อย เขาส่งสายสืบไปหาเบาะแสเรื่องนี้อย่างลับๆ ถึงจะยังไม่แน่ชัดว่าใครกันแน่อยู่เบื้องหลัง แต่เขาก็มั่นใจในฝีมือนักสืบของตัวเอง ว่าจะสามารถลากคอคนร้ายออกมาให้เขาแก้แค้นได้ วันนี้ขนมไม่ได้ไปโรงเรียน เนื่องจากเมธาเห็นว่ายังไม่ปลอดภัยที่จะให้เธอออกไปข้างนอก แต่ถึงไม่ได้ไปเรียน ใบบัวก็ยังสอนเธอทำแบบฝึกหัด เด็กน้อยหาวหวอดๆอยากนอนกลางวันเต็มที ติดที่ใบบัวยังพาเธอทำแบบฝึกหัดวิชานู้นวิชานี้ไม่หยุด"เมื่อไหร่จะเสร็จเนี่ย ง่วงนอน"ขนมเริ่มอารมณ์ไม่ดี เธอฟุบหน้าลงกับโต๊ะ ไม่ยอมฟังที่ใบบัวสอนอีก"ถ้างั้นพอแค่นี้
Ler mais
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status