เล่ห์รักสัมผัสลวง 25+

เล่ห์รักสัมผัสลวง 25+

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-12
Bahasa: Thai
goodnovel16goodnovel
Belum ada penilaian
159Bab
1.7KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

ความสัมพันธ์ของเขาและเธอ มันเริ่มต้นด้วย ‘สัมผัสลวง’ จุดจบเลยกลายเป็น ‘ความเสียใจ’ เมื่อเธอเลือกที่จะหักหลังเขา เขาเลยเลือกที่จะเอาคืนเธออย่างแสนสาหัส ให้ลิ้มรสของความเสียใจอย่างที่เขาเคยเจอ

Lihat lebih banyak

Bab 1

บทนำ เผลอตัว (แต่ไม่เผลอใจ) (1)

Kedatangan Keluarga Mantan 

Aku duduk menghadap suami istri yang duduk berdampingan. Sang suami menegakkan tubuhnya di atas sofa ruang tamuku. Matanya berkali-kali mengalihkan pandangannya denganku saat kami bertatapan tanpa sengaja. Tangan sang istri bergelayut di lengan suaminya, menegaskan dengan kuat posisinya saat ini. 

Wanita itu dengan begitu jelas menampakkan wajah tak sukanya padaku. Matanya melirik dengan pandangan sinis sekaligus merendahkanku. Beberapa kali dia mengeratkan jemari lentikknya pada lengan Sang suami. Aku tertawa dalam hati melihat tingkahnya yang seperti ketakutan kehilangan laki-laki di sampingnya. 

Sedangkan dua orang lagi, sepasang suami istri lanjut usia masing-masing duduk di kursi single di kanan dan kiriku. Sama dengan pasangan sebelumnya, tak ada raut ramah sama sekali dari air mukanya. Aneh, padahal merekalah yang datang sendiri kemari tanpa kuundanh. Bahkan jika aku mau, sudah kuusir kedua pasang manusia yang sudah menorehkan luka begitu dalam di dalam hatiku. Tetapi aku menahan diri, aku ingin tahu keajaiban apa yang membawa mereka datang kemari. 

Kuangkat daguku, mengabaikan dentuman detak jantung dan emosi yang tertahan. Aku tak bisa membiarkan emosi membuatku lepas kendali dan kalah dengan permainan ini. 

" Bagaimana kabar anak-anakmu, Vin?" tanya Pak Tanu, mantan mertuaku. Rambutnya hampir keseluruhan memutih, berbeda dengan tiga tahun lalu, saat terakhir bertemu dengannya. Suara baritonnya sama angkernya dengan bertahun yang lalu. Hanya saja mentalku sudah lain, aku tak serapuh dulu saat masih menjadi menantunya. 

"Sehat, Alhamdulillah." Aku menjawab datar. Bahkan aku tak ingin memanggilnya dengan sebutan 'pak'. Kudengar dia berdehem. Mungkin dia tak suka dengan nada suaraku. Mana aku peduli! Kulihat mantan ibu mertuaku meremas tas yang dari tadi berada di pangkuannya. Entah kalimat apalagi yang akan dia lontarkan untuk mencairkan sebongkah hati yang sudah beku di dalam dadaku.

 Sedangkan pria di depanku, yang tiga tahun lalu menjatuhkan talak dan mengusirku beserta tiga anaknya, hanya  tertunduk saat tatapan mataku menghujam manik matanya. Tak ada kesombongan yang terlihat dari sana. Tentu kontras dengan sikapnya dulu. Aku masih ingat matanya menyala-nyala seolah ada bara api kebencian disertai kalimat kasar yang dia lontarkan padaku tanpa ampun. 

"Dimana mereka sekarang?" tanya mantan mertuaku lagi. 

"Adek tidur di kamar. Dua kakaknya sedang ikut les di bimbel, " jawabku lantang tak ada keraguan sama sekali. 

"Kamu biarkan Zoya sendirian di kamar? Bukankah tadi waktu kami datang kamu sedang berada di dapur?" Pertanyaan Ibu mertua terdengar ingin mengulitiku. Matanya terlihat puas mempermalukanku. Seolah aku ibu yang payah, membiarkan anaknya yang berusia tiga tahun tidur sendirian di dalam kamar. Dia belum tahu serangan apa yang kusiapkan untuk menjawab kalimatnya. 

"Siapa bilang sendirian? Sudah kuminta pengasuh untuk menjaganya." Sengaja kutekan kata 'pengasuh' kali ini. Kata yang hampir tak mungkin dikeluarkan saat aku masih menjadi menantunya dahulu. 

Kulihat wajah-wajah tegang mereka. Entah hanya perasaanku atau memang nyatanya seperti itu, aku melihat rona wajah kecewa setelah aku menjawab demikian. Memang benar, aku meminta Mbak Yuli—pengasuh Zoya—untuk menjaga anak bungsuku itu. Tak ada kebohongan dalam kalimatku. Hanya saja mereka yang seolah tak siap dengan jawaban yang kulontarkan. 

" Jam berapa Zayn dan Ziyan pulang dari les? " Laki-laki pecundang di depanku akhirnya bersuara. Kulihat sang istri meremas lengan suaminya, seolah tak setuju dengan kalimat yang dikeluarkannya. Aku hampir terkekeh melihat kecemburuan yang mudah sekali terlihat dari mata cantik wanita itu. 

"Sebentar lagi. Sudah kuminta tantenya untuk menjemput, " jawabku singkat dengan menatap sekilas ke arahnya. Lagi-lagi mata itu mengalihkan pandangannya. Kali ini aku tak tahan menyunggingkan senyum sinis untuknya. 

" Tiga tahun tak bertemu, sepertinya banyak perubahan pada dirimu, Vin. Belum juga berniat menikah? " Mantan Ibu mertuaku bertanya. Wanita yang dulu begitu kuhormati dan kuperlakukan selayaknya ibu kandung itu bertanya lagi. Nada suaranya seperti mengejekku yang belum juga menikah selepas bercerai dari anak kesayangannya. 

" Belum. Fokusku membesarkan anak-anak dengan baik."

" Menikahlah, Vin. Anak-anak membutuhkan sosok ayah dalam kehidupan mereka. Jangan larut dengan kesedihan seperti ini. Kamu masih muda, masih banyak laki-laki …." 

" Memangnya ada, laki-laki yang mau dengan janda beranak tiga?" tanyaku memancing emosi mereka. Kuingatkan kembali kalimat yang dulu pernah mereka ucapkan saat mengusir kami dari rumah. 

" Bukankah semua laki-laki dan keluarganya kebanyakan mencari gadis yang memiliki karir? Lagi pula anak-anakku sudah terbiasa hidup dengan ibunya saja, bahkan jauh sebelum orangtuanya bercerai mereka sudah tak punya ayah. Ayah mereka sibuk dengan pekerjaan … dan urusan lainnya." 

Kuberi tekanan  lebih saat mengucapkan kalimat terakhir. Mereka semua tertunduk, kecuali wanita di depanku. Soraya menatapku penuh kebencian. Aku tak gentar, lagi pula aku tak pernah melakukan kesalahan sedikit pun padanya. Bahkan dialah wanita mengerikan yang sudah masuk dan memporak-porandakan kehidupan keluargaku. 

Kenanganku dengannya berkelebat di kepalaku. Tiga tahun yang lalu aku nekat menemuinya di sekolah tempat dia bekerja. Bahkan aku menggendong Zoya yang seharusnya tertidur nyaman di kasurnya yang hangat. Saat itu aku berharap dia mengasihiku dan mau memutuskan hubungannya dengan Mas Galih—suamiku.

"Tentu saja. Mas Galih dan keluarganya mendambakan istri dan menantu sepertiku. Wanita karir lebih menjamin kehidupan rumah tangga ke depannya dibandingkan dengan ibu rumah tangga yang  tidak memiliki kemandirian finansial. Jangan salahkan orang lain, salahkan dirimu yang tak memiliki apapun untuk dibanggakan." 

Soraya mengangkat dahunya tinggi. Bibir berwarna mirabela berpadu cantik dengan wajahnya yang putih berseri. Rambutnya digerai begitu indah yang membuatnya sangat mirip dengan model papan atas. 

Perkataan Soraya membuatku tergelitik. Kutarik sudut bibirku, membuat senyuman yang tidak simetris. 

" Wah … Ibu juga dulu hanya ibu rumah tangga kan, Bu? Berarti kehidupan Ibu dan Bapak dulu juga tidak terjamin? Serba kekurangan tepatnya … " 

Kutatap wajah kedua mantan mertuaku bergantian. Rahang Pak Tanu mengeras, matanya nyalang menatapku. Begitu pun istrinya, kulihat jarinya bertaut satu sama lain. Sementara Soraya memandangku penuh amarah. Kalimatnya berhasil kukembalikan, hingga justru memukul wajahnya sendiri. Sang suami membelai punggung tangannya dengan lembut. Perlakukan yang dulu hanya kuterima di awal-awal pernikahan. 

Suara gawaiku berbunyi. Sebuah panggilan dari Tania, adikku perempuanku satu-satunya. 

"Mbak. Kembar pengin main timezone dulu, boleh nggak, nih?" tanya adikku setelah aku menjawab salam darinya. Kuyakin mereka yang duduk disana mendengar kalimat yang diucapkan Tania. Buktinya wajah mereka berubah lebih keruh. 

" Boleh. Maksimal satu jam, jangan lebih. Ingatkan mereka jam lima nanti guru ngajinya datang ke rumah. Jangan sampai ustadzah menunggu," jawabku. Panggilan dimatikan oleh Tania. Kudengar lamat-lamat Zayn dan Ziyan berteriak kegirangan setelah keinginan mereka dikabulkan. Aku tersenyum membayangkan tingkah kedua anak kembarku. Pasti mereka tak menyangka aku mengizinkan mereka bermain tanpa pulang terlebih dahulu. 

"Loh, kok mereka diijinkan main timezone? Padahal kami ingin mengajaknya jalan-jalan, kenapa malah tidak langsung pulang?" protes Bu Mirna, mantan mertuaku. Aku balas memandang wajahnya yang memang tak pernah menyukaiku dari awal pernikahan. 

" Loh, siapa yang mengijinkan kembarku ikut kalian? Lagi pula …  kalian yakin sekali  mereka mau ikut orang asing." Ja

" Kami bukan orang asing! Kami keluarganya! Jangan mencoba memisahkan anak dari ayahnya!" ucap mantan suamiku setengah berteriak. Aku berusaha menetralisir debaran jantung yang berdetak makin cepat seiring emosi yang mulai naik. 

Sejak kapan dia ingat bahwa dirinya adalah seorang ayah? 

" Kalau kalian bukan orang asing, mengapa dengan teganya mengusir kami berempat dari tempat tinggal kami, padahal waktu itu sudah malam."Aku menjeda kalimatku dengan sekali tarikan napas. Kutatap mereka satu persatu dengan dengan emosi yang kutekan sekuat tenaga. 

"Dan kau, Mas. Hal apa yang membuatmu tiba-tiba ingat dirimu adalah seorang ayah? Dan sejak kapan?"

***

Kutatap kepergian mereka satu per satu dari ruang tamu. Raut kekecewaan tergambar jelas di wajah mereka. Setelah menunggu lama Zayn dan Ziyan  dari bermain timezone, nyatanya hanya kekecewaan yang mereka dapatkan. 

Tak ada sambutan penuh haru biru layaknya ayah bertemu anak yang bertahun-tahun terpisah. Tak ada pelukan hangat dari Sang cucu pada kakek neneknya yang mungkin baru ingat ada darah dagingnya disini. Hanya kekecewaan karena anakku bahkan menampakkan wajah pias saat melihat tamu-tamu itu duduk rapi di sofa rumahku. 

Kedua anak kembarku yang saat ini berusia delapan tahun kupaksa bersalaman dengan mereka. Tadinya mereka hanya menampakkan wajah kaget dengan orang-orang itu tanpa mau beranjak dari tempatnya berdiri. 

 Sedangkan Zoya, dia hanya menangis kencang saat Mas Galih berusaha menggendongnya. Aku tak bisa memaksa, karena Zoya bahkan hanya merasakan dekapan ayahnya kurang dari tiga bulan. Itu pun sangat jarang, mengingat ayahnya saat itu sibuk dengan Soraya—selingkuhannya.

"Jangan racuni anakmu untuk membenci ayahnya. Bagaimanapun Galih adalah ayah kandung mereka," ujar Bu Mirna dengan wajah kesal. Dia yang ingin menggendong Zoya bahkan tak sempat menyentuh kulit bungsuku. Saat Mas Galih tak bisa menenangkan Zoya barang sedetik pun, kuminta dengan segera Mbak Yuli mengambil alih anakku. Zoya mendekap erat tubuh pengasuhnya seolah tengah terlepas dari bahaya yang mengancamnya. 

Bagus, penolakan itu sudah pasti melukai harga diri mereka hingga tak berharga sama sekali. Aku tak bisa memaksa anak-anakku untuk menerima mereka, sedangkan orang-orang dewasa itulah yang dulu sudah menolaknya mentah-mentah. 

"Anakku punya ingatan, Bu. Mereka tentu tak akan lupa pernah melihat bagaimana ayah mereka memperlakukan ibunya. Bagaimana kakek neneknya bahkan tak punya perasaan sama sekali pada anak sekecil mereka. Jangan merasa menjadi pihak yang tersakiti disini, Bu. Nada suaramu terdengar kau begitu didzolimi. Justru itu lucu sekali. 

Kalau Zoya, barangkali memang dia benar-benar asing dengan ayahnya. Maklum Bu, sejak lahir Zoya hanya mengenal ibunya. Mas Galih bahkan bisa dihitung dengan jari berapa kali dia menggendong Zoya," jawabku menohok.

 Puas sekali kukuliti mereka satu per satu. Laki-laki yang pernah menyandang gelar suamiku selama hampir enam tahun itu hanya menunduk mendengar penuturanku. Tangannya mengepal rapat, kurasa perkataanku cukup membuatnya tersudut. Tetapi dia bisa menyangkalnya, karena memang kenyataannya sama dengan yang kuucapkan. 

"Mohon maaf, sebentar lagi guru ngaji kembar akan datang. Aku harus mempersiapkan baju mereka. Jika ada hal penting lainnya, kalian bisa tunggu mereka disini. Mungkin saja setelah mengaji pikiran mereka jauh lebih fresh dan bisa menerima kunjungan mendadak dari keluarga ayahnya. Tidak lama, menjelang maghrib mereka selesai." 

Kurasa mereka paham dengan kalimat pengusiranku kali ini. Buktinya tak lama mereka berdiri, diawali oleh mantan ayah mertuaku. Disusul Mas Galih dan dua orang lainnya. Tak ada sepatah kata pun keluar dari mulut mereka. Bahkan kalimat pamitan pun tak keluar sama sekali dari mulut orang-orang berpendidikan itu. 

Kuikuti mereka sampai pintu rumahku. Kututup pintu dengan gerakan cepat hingga menimbulkan bunyi cukup keras. Tak peduli lagi soal sopan santun yang selalu kukatakan pada kedua anakku. Mereka, Orang-orang tak punya hati itu harus tahu bagaimana rasanya terusir. 

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya
Tidak ada komentar
159 Bab
บทนำ เผลอตัว (แต่ไม่เผลอใจ) (1)
บทนำเผลอตัว (แต่ไม่เผลอใจ) ร่างบางของ ‘ยี่หวา ภัทรฉัตรอัมพร’ ใช้มือของตัวเองยื่นคีย์การ์ดไปแตะที่ประตูห้องด้วยอาการมึนเมา เนื่องจากในงานแต่งของนรินดา เธอดื่มหนักมาก เพราะมีเรื่องให้ต้องคิด อีกทั้งวันนี้เธอก็เกือบมาไม่ทันพิธีแต่งงานของนรินดาด้วย ซึ่งเธอกับเจ้าสาวอย่างนรินดาไม่ได้สนิทกันขนาดนั้น เพียงแต่เธอรู้จักกับเคย์เดนเลยมาร่วมงานในครั้งนี้ แต่หลังจากนี้อาจจะได้สนิทกันมากขึ้น เพราะนรินดาเองก็ดูน่ารักและเป็นมิตรมาก “อื้อ...ห้องไม่ได้ล็อกเหรอ” เสียงหวานบ่นกับตัวเอง สายตาฉ่ำเยิ้มจ้องมองหน้าห้องพร้อมกับภาพตรงที่พร่ามัว จนแยกไม่ออกว่ามันคือห้อง 717 หรือ 711 กันแน่ “ห้องนี้แหละ...อึก...ใช่ๆ” นิ้วเล็กชี้ไปยังตัวเลขห้องพร้อมกับใช้มือบางจับที่จับประตู เพื่อเปิดเข้าไปอย่างง่ายดาย ร่างเล็กเดินโซซัดโซเซมานอนที่เตียง พร้อมกับรับรู้ถึงความเย็นภายใน อดแปลกใจไม่ได้ว่าทำไมภายในห้องถึงได้เย็นขนาดนี้ ทั้งๆ ที่เธอเพิ่งเข้ามา “เปิดแอร์เย็นจัง...อื้อ...” เพราะความมึนงงบวกกับฤทธิ์แอลกอฮอล์ที่ดื่มเข้าไปมาก ทำให้สติมีอยู่เหลือน้อยนิด จนแทบไม่สามารถครองสติของต
last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-11
Baca selengkapnya
บทนำ เผลอตัว (แต่ไม่เผลอใจ) (2) (NC18+)
“ตัวนิ่มจัง...แบบนี้โคตรน่าฟัดเลยรู้ไหม” คาร์เตอร์ยอมรับว่าไม่ได้มีสติเต็มร้อยเปอร์เซ็นต์ แต่ก็ไม่ได้เมามายจนขาดสติ และคิดว่าคืนนี้จะต้องจัดการกับสาวร่างบางที่อยู่ใต้ร่างให้ลืมเดือนลืมตะวันไปเลย “อื้อ...ออกไปนะ” ยี่หวาร้องพร้อมปัดป่ายมือไปมาด้วยความรำคาญ โดยที่เธอยังไม่ได้ลืมตาขึ้นมา เนื่องจากรู้สึกเวียนหัวจากการดื่มอย่างหนัก เพราะมีเรื่องให้คิดเต็มไปหมด เลยจัดการซัดเหล้าแบบจัดเต็ม “เสียงหวานจังเลยคนสวย ขอพี่ดูดปากหน่อยได้ไหม” เพลย์บอยหนุ่มบอกแล้วจัดการโน้มลงมาประกบปากกับสาวใต้ร่างอย่างรวดเร็ว “อื้อ...อ๊า” เพราะกำลังนอนเมาอย่างไม่รู้เรื่อง เธอเลยหลงเคลิบเคลิ้มต่อสัมผัสของชายร่างใหญ่ จนเอามือทั้งสองข้างโอบรอบต้นคอหนาเอาไว้ แล้วรั้งใบหน้าเข้ามาใกล้ ซึ่งคนอย่างคาร์เตอร์มีเหรอจะปล่อยผู้หญิงขี้อ่อยคนนี้ ปากหยักโฉบลงมาประกบจูบที่เรียวปากเล็กอย่างรวดเร็ว “อืม...” ฤทธิ์แอลกอฮอล์ทำให้ร่างกายสาวเริ่มรุ่มร้อน สัมผัสที่เกิดมาไม่เคยเจอทำเอาเธอถึงกับเคลิบเคลิ้มอย่างไม่เคยเป็นมาก่อน เธอจูบกลับชายร่างใหญ่ด้วยความเงอะงะ แต่มันกลับทำให้เขาถึงกับครางกระหึ่
last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-11
Baca selengkapnya
บทนำ เผลอตัว (แต่ไม่เผลอใจ) (3) NC25+
‘พระเจ้า’ คาร์เตอร์ถึงกับอุทานในใจเมื่อเขามองร่องสวยๆ ของสาวสวยที่นัดมาในคืนนี้ด้วยอาการหัวใจเต้นแรง แสงสว่างที่สาดส่องมา ทำให้เขามองเห็นกายเบื้องล่างของเธอเป็นอย่างดี มันสวยมาก สวยราวกับไม่เคยต้องมือชาย แต่มันคงเป็นไปไม่ได้หรอก เพราะสาวบริสุทธิ์ที่ไหนจะใจง่ายเข้ามานอนกับผู้ชายที่เพิ่งเจอกันแค่ครั้งเดียว “สวยมากเลย...อยากเอาแล้วรู้ไหม” เสียงทุ้มบอกอย่างกระเส่า พร้อมกับมองที่กลีบบางอย่างไม่วางตา มันช่างสวยสดจนอยากเอาความร้อนผ่าวสอดเข้าไปข้างในแล้ว และอยากรู้ว่ามันจะร้อนรุ่มมากแค่ไหน ร่างใหญ่ชันกายสูงขึ้นแล้วก็เลื่อนตัวไปคุกเข่าระหว่างกลางขาทั้งสองข้างของผู้หญิงใต้ร่าง พร้อมทั้งมองเรือนร่างสวยจนต้องแลบลิ้นเพื่อเลียริมฝีปากของตัวเองอย่างหื่นกระหาย “อยากเห็นหน้าเธอจัง...หุ่นดีมากเลยรู้ไหม” เพราะความมืดมิด และฤทธิ์ของแอลกอฮอล์ ทำให้คาร์เตอร์มองใบหน้าหวานไม่ชัดมากนัก แต่คิดว่าเธอคงเป็นคนสวยมากๆ คนหนึ่ง รูปร่างอาจจะไม่เล็ก แต่ก็เซ็กซี่จนเขาอดใจสั่นไม่ได้ คาร์เตอร์จัดการกอบกุมตัวตนหนาที่แทบกำไม่รอบของตัวเองด้วยมือใหญ่ของเขา มันคือสิ่
last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-11
Baca selengkapnya
บทนำ เผลอตัว (แต่ไม่เผลอใจ) (4) NC25+
“อ๊า...” เล็บสวยจิกลงไปที่ต้นแขนกำยำ ซึ่งตอนนี้ชายหนุ่มได้ทำการโอบรอบเอวบางของเธอเอาไว้ เพื่อที่จะได้กระแทกกระทั้นตัวตนเข้าใส่ร่างกายสาว “อ๊า...จิกแบบนี้เสียวใช่ไหม” คาร์เตอร์รับรู้จากร่างกายสาวว่าเธอกำลังมีอารมณ์ร่วมเป็นอย่างมาก โพรงสาวปล่อยน้ำหวานไหลออกมาไม่มีหยุด ทำให้เขาสามารถโถมตัวเข้าหาเธอได้อย่างง่ายดายมากขึ้น และไม่ได้เจ็บเอ็นร้อนเหมือนคราแรกที่เธอบีบรัดเขาจนแทบจะขาดใจ “อื้อ...ไม่รู้” ปากเล็กเผยอขึ้นพร้อมกับซู้ดปากอย่างเสียวซ่าน เธอไม่รู้ว่ามันเกิดอะไรขึ้นกับร่างกายของตัวเอง แต่ตอนนี้ยี่หวารู้สึกวาบหวิวไปหมด จนแทบจะขาดใจตาย มือหนาของคาร์เตอร์จัดการแยกเรียวขาเล็กออกจากกัน จนเข่าเนียนแนบกับที่นอนทั้งสองข้าง ทำเอาดวงตาคมลุกเป็นประกายเมื่อมองจุดเชื่อมของเขาและเธอ มันช่างเข้ากันได้ดี “ร่างกายของเธอดูดฉันใหญ่เลยคนสวย” เสียงครางกระหึ่มออกมาพร้อมกับจ้องมองยามที่กายแกร่งแทรกเข้าไปในโพรงสาว มันช่างเป็นภาพที่เขาชอบเหลือเกิน โดยปกติแล้วคาร์เตอร์ไม่เคยที่จะทำอะไรแบบนี้ แค่มีเซ็กซ์ให้มันจบๆ ไป แต่ครั้งนี้เขาอยากจะทำให้สาวร่างบางติดใจรสสวาทมากท
last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-11
Baca selengkapnya
บทนำ เผลอตัว (แต่ไม่เผลอใจ) (5) NC25+ จบตอน
“เหนื่อยแล้วค่ะ” เสียงหวานร้องบอกขณะที่ใบหน้าหวานแนบกับอกแกร่ง “แต่ฉันยังไม่เสร็จนะคนสวย” คาร์เตอร์บอกแค่นั้นก็จับร่างเล็กออกจากกายหนา จากนั้นเขาก็จับพลิกให้เธอหันหลังทันที “อ๊ะ...จะทำอะไร” เธอร้องเสียงหลงเมื่อรับรู้ถึงท่าทางที่เปลี่ยนไป คาร์เตอร์ลงไปยืนที่ปลายเตียง แล้วเขาก็รั้งร่างเล็กให้มานอนคว่ำที่ขอบเตียงเช่นเดียวกัน จากนั้นมือหนาก็จัดการช้อนสะโพกของเธอขึ้นมา “เอาข้างหลังดีกว่า เสียวกว่ากันเยอะ” มุมปากของคาร์เตอร์ยกขึ้น แล้วเขาก็จับตัวตนหนาที่เปียกไปด้วยน้ำรักของยี่หวา จากนั้นชายหนุ่มก็จัดการกระแทกมันเข้าไปยังช่องทางรักที่บวมเป่งจากทางด้านหลังทันที “อ๊า...จุกนะ” ยี่หวาร้องออกมาเสียงหลงเมื่อท่อนเนื้ออันใหญ่โตของคาร์เตอร์กระแทกเข้ามาในร่างกายสาวในคราเดียว จนเธอเสียววูบและจุกในเวลาเดียวกัน “อ๊า...ห...เธอโคตรตอดเลยรู้ไหม” ร่องนุ่มๆ ของสาวแปลกหน้าทำเอาเพลย์บอยหนุ่มถึงกับติดใจ เพราะเขาไม่เคยรู้สึกสนุก และมีความสุขกับเซ็กซ์แบบนี้มานานแล้ว ร่างกายของเธอเหมือนเกิดมาเพื่อเป็นของเขา มันทั้งแน่น ทั้งหนึบ และเข้ากันได้ดียิ่งกว่าอะไร
last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-11
Baca selengkapnya
บทที่ 1 รู้สึกผิด (1)
บทที่ 1รู้สึกผิดดวงตากลมโตของยี่หวาค่อยๆ กะพริบตาถี่ๆ เพื่อปรับสายตากับแสงที่สาดส่องเข้ามาในห้อง แต่สิ่งหนึ่งที่ทำให้เธอรู้สึกถึงความผิดปกติ คือเธอปวดหนึบที่ร่างกายไปหมด และยิ่งตรงความเป็นหญิงด้วยแล้วมันเจ็บหน่วงๆ อย่างไม่เคยเป็นมาก่อน เธอถึงกับเบิกตากว้างเมื่อรับรู้ถึงบางอย่างที่หนักๆ กำลังทาบทับที่หน้าท้องแบนราบ ใบหน้าสวยเฉี่ยวค่อยๆ หันมามองข้างกาย และสิ่งที่ทำให้เธอตกใจคือใบหน้าหล่อเหลาของผู้ชายที่เธอเกลียดขี้หน้าซึ่งกำลังนอนหลับตาพริ้มข้างกาย “กรี๊ด!!” ยี่หวากรีดร้องออกมาสุดเสียงเมื่อคนข้างกายของเธอคือคาร์เตอร์ และสิ่งที่ทำให้ต้องกรีดร้องรอบสองคือร่างกายของเธอเปล่าเปลือย หน้าอกสวยเต็มไปด้วยรอยดูดเต็มไปหมด เท่านั้นไม่พอร่างกายของคาร์เตอร์ก็เปล่าเปลือย แต่ยังดีมีผ้าห่มปกปิดเอาไว้ ไม่อย่างนั้นเธอคงได้เห็นภาพอุจาดตาอย่างแน่นอน “โอ๊ย!! ร้องอะไรวะเนี่ย” คาร์เตอร์ที่หลับอยู่ลืมตาตื่นขึ้นมาเมื่อได้ยินเสียงร้องของใครบางคน และต้องตกใจกว่าเดิมเมื่อมันคือใบหน้าของยี่หวา ยายเด็กกะโปโลที่เขาเองก็ไม่ชอบหน้าเช่นเดียวกัน เท่านั้นไม่พอร่
last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-11
Baca selengkapnya
บทที่ 1 รู้สึกผิด (2)
“เออ...คนอย่างพี่มันน่าให้เกียรติตรงไหนไม่ทราบ ถ้าให้เกลียดล่ะไม่แน่ เดี๋ยวต้องไปตรวจโรคแล้ว ไม่รู้พี่เอาโรคสำส่อนมาติดฉันหรือเปล่า”“ฉันป้องกันทุกรอบโว้ย...เอ่อ...ยกเว้นเมื่อคืนแค่นั้น”“กรี๊ด...เห็นไหมพี่แม่งไอ้สารเลว ขอให้ตรงนั้นใช้งานไม่ได้ตลอดไปเลย” ยี่หวาก่นด่าผู้ชายที่หน้าด้านหน้าทนอย่างเขาด้วยความไม่พอใจ“ให้ใช้ไม่ได้ ต่อไปเธอจะใช้อะไร เอาไปทีเสียวไปทั้งตัวเลยไม่ใช่ไง” คาร์เตอร์ยังคงกวนประสาทสาวร่างบางพร้อมกับยิ้มออกมาเมื่อเห็นท่าทีของเธอ“โอ๊ย...เอากับหมาดีกว่า ครั้งเดียวก็พอ ผ่านใครต่อใครมาบ้างก็ไม่รู้!”“ผ่านใครมาบ้างจำไม่ได้ แต่จำได้คือผ่านเธอนะ สนใจมาผ่านด้วยกันอีกรอบไหมล่ะ เมียจ๋า...” คาร์เตอร์บอกอย่างกวนประสาท ยิ่งเห็นท่าทีรังเกียจของยี่หวาเขาก็ยิ่งอยากแกล้ง“ผู้ชายสารเลวอย่างพี่เอาไม่ลงว่ะ ถือว่าเมื่อคืนเป็นความผิดพลาดแล้วกัน บอกเลยว่าต่อจากนี้ฉันจะไม่ยุ่งวุ่นวายกับผู้ชายอย่างพี่อีกแน่ ต่อให้เหลือพี่เป็นผู้ชายคนเดียวบนโลกนี้ฉันก็จะไม่เอา ขยะแขยง”ยี่หวาคิดอย่างนั้นจริงๆ คาร์เตอร์คือผู้ชายประเภทที่เธอเกลียดมากที่สุด พวกเจ้าชู้มักจะไม่มีความรับผิดชอบ และเธอเป็นเด็กกำพร้า
last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-11
Baca selengkapnya
บทที่ 1 รู้สึกผิด (3)
“เออ...จะทำไม” ยี่หวาบอกอย่างปากดี เพราะเธอไม่ชอบผู้ชายอย่างคาร์เตอร์ ทั้งเจ้าชู้ ทั้งสำส่อน จนไม่อยากเข้าใกล้ อีกทั้งตอนนี้เพื่อนๆ ของเขาก็แต่งงานมีลูกกันไปหมดแล้ว เหลือเพียงชายหนุ่มคนเดียวเท่านั้นที่ยังเอ้อระเหยลอยชายทำตัวโสดไปวันๆ“หึ...ปากดีแบบนี้น่าโดนดูดปากรู้ไหม” ขณะที่พูด แต่สายตาของคาร์เตอร์ก็จ้องมองปากอวบอิ่มของยี่หวา ทำเอาเขากลืนน้ำลายลงคออย่างยากลำบาก ก็ปากของเธอมันฉ่ำและบวม เพราะการกระทำเมื่อคืนของเขา แต่ตอนนี้มันก็ยิ่งดูเซ็กซี่จนแทบจะอดใจไม่ไหว“กรี๊ด...ไม่เอา เอาหน้าออกไป” มือเล็กทั้งสองข้างของยี่หวายกขึ้นดันใบหน้าของคาร์เตอร์เพื่อให้ชายหนุ่มออกห่างจากเธอมากที่สุด แต่ยังไม่ทันที่สองจะได้ทำอะไรมากไปกว่านี้ เสียงโทรศัพท์ของคาร์เตอร์ก็ดังขึ้น ชายหนุ่มจึงรู้สึกหงุดหงิดใจอย่างบอกไม่ถูกที่มีคนมาขัดจังหวะแบบนี้“ใครวะ!” คาร์เตอร์บ่นอย่างหัวเสีย จะไม่รับก็ไม่ได้ เพราะช่วงนี้งานที่โรงแรมยุ่งมากจนแทบปลีกตัวมาไม่ได้ เมื่อคืนเรียกว่ามีอะไรกับผู้หญิงในรอบเดือนเลย แถมมาโบ๊ะบ๊ะกับยายตัวแสบอีก แค่เห็นก็ตกใจแล้วติ๊ด!!เมื่อได้จังหวะยี่หวาก็ผลักอกแกร่งของคาร์เตอร์ออกจากร่างกายตัวเอง จาก
last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-11
Baca selengkapnya
บทที่ 1 รู้สึกผิด (4) NC25+
“ไอ้บ้า...งั้นรีบอาบเลย มองอะไรหนักหนา ไม่เคยเห็นคนหรือไง” มือน้อยของยี่หวาทำการดันไหล่กว้างเพื่อให้เขาหันไปทางอื่น แต่ยังไม่ทันได้หันไป เสียงเข้มก็พูดบางอย่างออกมา“เคย...แต่นมใหญ่ดีเลยอยากมองนานๆ” คาร์เตอร์กระตุกยิ้มกรุ้มกริ่มพร้อมกับมองยอดถันสีหวานเม็ดเล็กที่เขาจำได้ดีว่าเมื่อคืนใช้ปากของตัวเองกินมันไปหลายรอบ มันทั้งนุ่มทั้งหวานจนอยากจะกินซ้ำๆ ยอมรับเลยว่าตัวเองติดใจยายเด็กตัวแสบเพื่อนของไอลดาเข้าให้แล้ว“บ้าเหรอ รีบอาบเลย” ใบหน้าหวานแดงก่ำเมื่อโดนผู้ชายกะล่อนอย่างเขาหยอด แต่คนอย่างยี่หวาจะไม่ปล่อยให้ความเขินเข้าครอบงำหรอก เธอจะไม่มีทางให้ผู้ชายเจ้าชู้อย่างคาร์เตอร์มาอยู่เหนือความรู้สึกเด็ดขาดคาร์เตอร์ปรายตามองผู้หญิงข้างกาย ถึงแม้เธอจะสูงโปร่ง แต่เมื่อเทียบกับเขาเธอก็ยังตัวเล็กกว่าอยู่ดี เพราะหญิงสาวเป็นคนร่างบาง แค่สูงกว่ามาตรฐานหญิงไทยนิดหน่อย แต่ผอมบางมากจนดูเป็นคนตัวเล็ก ทว่าสิ่งที่ทำเอาเขาอึ้งมากที่สุดคือหน้าอกอิ่มที่มันใหญ่เกินตัว จนอยากจะจับมันอีกครั้งมือหนาของคาร์เตอร์ยื่นไปกดสบู่ใส่มือ แต่สิ่งที่เขาทำต่อไปนี้ทำเอายี่หวาถึงกับสะดุ้งด้วยความตกใจ เมื่อชายหนุ่มเอาสบู่มาลูบไ
last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-11
Baca selengkapnya
บทที่ 1 รู้สึกผิด (5)
คาร์เตอร์ครางต่ำแล้วกระแทกและกระทุ้งเข้ามาในกายสาวอย่างแรงด้วยจังหวะสุดท้าย จากนั้นเขาก็กดแนบย้ำเข้าไปในกายสาวด้วยความที่คิดว่าถึงอย่างไรยี่หวาคงกลับไปกินยาคุมฉุกเฉิน เลยไม่ได้ใส่ใจ และปลดปล่อยเข้าไปในร่างกายสาวทันที“อ๊า...” ใบหน้าหล่อเหลาแหงนมองข้างบน เพราะเขารู้สึกเสียวซ่านไปถึงท่อนเนื้อหนาของตัวเองอย่างไม่เคยเป็นมาก่อน ไม่อยากจะเชื่อว่าผู้หญิงที่เขาไม่ค่อยชอบขี้หน้าอย่างยี่หวาจะสามารถสร้างความสุขได้ขนาดนี้“แฮกๆ” เสียงหอบหายใจของทั้งสองดังไปทั่วห้องน้ำ ก่อนที่เขาจะถอดถอนแก่นกายใหญ่ของตัวเองออก แล้วมองน้ำรักที่ทะลักออกมายามที่เขาถอดถอนตัวตน“น้ำไหลเยิ้มเลยยี่หวา” นิ้วหนาของคาร์เตอร์จัดการแทรกเข้าไปในร่องรักของสาวร่างบาง จนน้ำที่เขาเพิ่งปล่อยในกายสาวมันไหลออกมาเต็มมือของเขาเอง นี่เป็นครั้งที่สองที่ยอมปล่อยข้างในกับผู้หญิงคนอื่น และยิ่งรู้ว่าเธอบริสุทธิ์ก็ไม่ต้องกังวลอะไร ส่วนตัวเขาเองก็ป้องกัน และตรวจสุขภาพตลอด เขาจะไม่ปล่อยให้ตัวเองติดโรคจากผู้หญิงพวกนั้นหรอก“ไอ้เลว...” เมื่อได้สติยี่หวาก็ชันตัวลุกขึ้นมาแล้วหันไปมองผู้ชายใจร้ายที่กล้าทำแบบนี้กับเธออีกแล้ว“เลวห่าอะไร เมื่อกี้ร้องใ
last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-11
Baca selengkapnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status