ผัวเด็กคือท่านประธานร้าย

ผัวเด็กคือท่านประธานร้าย

last updateปรับปรุงล่าสุด : 2025-11-27
โดย:  InTheStarsจบแล้ว
ภาษา: Thai
goodnovel18goodnovel
คะแนนไม่เพียงพอ
35บท
2.2Kviews
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด

แชร์:  

รายงาน
ภาพรวม
แค็ตตาล็อก
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป

พระเอกและนางเอกได้เจอกันเพราะแมวตัวโปรดของนางเอกวิ่งเข้าไปนอนอยู่ในบ้านพระเอก พระเอกหลงรักนางเอกตั้งแต่แรกเจอ แล้วทั้งสองก็ห่างหายไปจากชีวิตกันและกันด้วยเหตุผลบางอย่าง ตลอดเวลาหลายปี พระเอกไม่เคยลืมนางเอก แต่นางเอกกลับลืมเขาไปแล้ว จนกระทั่งนางเอกได้มาทำงานเป็นเลขาของพระเอก ทั้งสองจึงได้เจอกันอีกครั้ง พระเอกจึงหาวิธีทำทุกอย่าง เพื่อให้ได้ครอบครองทั้งตัวและหัวใจของนางเอก นิยายเรื่องนี้เป็นนิยายเกี่ยวกับความรักต่างวัย เจ้านายหนุ่มและเลขารุ่นพี่ ที่อายุห่างกัน 8 ปี และมีแมวน่ารักที่เป็นเหมือนพรหมลิขิต ทำให้คนทั้งสองได้เจอกันและรักกัน

ดูเพิ่มเติม

บทที่ 1

แนะนำนิยาย

"Kenapa kau tega? Kau tega melakukan hal itu?!" Bentak gadis berambut coklat panjang.

"Amanda, Dengarkan aku! Dengarkan penjelasan ku!" Sahut pemuda yang ada di depannya.

"Dia sahabatku, Bobby! Sahabatku!! Dan, kau? Kau adalah tunangan ku! Kenapa begitu mudahnya kau tidur dengannya?!"

"Itu sebuah kesalahan, Amanda!"

Amanda mendengus. "Kesalahan? Hingga dia hamil, kau sebut itu kesalahan? Lalu, kau akan minta maaf padaku? Dan, berharap aku melupakan semuanya?"

"Aku akan menyelesaikan masalah ini. Kau jangan khawatir."

Bobby membalik badan, berniat untuk pergi.

"Bagaimana caranya? Kau akan menggugurkan kandungannya? Kau akan membunuh darah dagingmu?"

"Itu masih janin!" Kata Bobby, seraya menghadap Amanda.

Amanda kembali mendengus.

"Hanya janin? Wah, aku benar-benar tak menyangka.. lelaki yang ingin ku nikahi ternyata lebih busuk dari berton-ton sampah yang berada di tempat pembuangan!"

"Lalu, apa yang harus aku lakukan?!"

"Kenapa kau tanyakan itu padaku?!"

"Kau.. ingin aku bertanggung jawab?"

Amanda bungkam. Bernafas berat.

"Kau ingin aku menikahi dia?" Sekali lagi Bobby bertanya.

Amanda tetap diam. Kali ini Bobby berjalan mendekatinya.

"Tatap mataku, Amanda! Haruskah aku melakukan itu?"

Mata memerah Amanda yang dibanjiri air mata, menatapnya.

"Ini akhir dari hubungan kita, Bobby."

"Kau tidak mencintaiku?"

"Tidak."

"Kau bohong. Matamu mengatakan kau bohong."

Amanda kembali bungkam.

"Jika memang kau sudah tak mencintaiku, maka biarkan aku membuktikannya."

"Apa-"

Belum selesai Amanda berbicara, Bobby dengan cepat mencium bibirnya. 

"Lihat.. hatimu masih berdebar untukku," kata Bobby. 

Riuh tepuk tangan terdengar saat kata-kata itu diucapkan. Panggung menjadi gelap. Pertunjukan teater satu setengah jam itu selesai untuk hari ini.

Dua kali pertunjukkan dari tujuh hari, di gedung yang tidak begitu besar juga terapit dua gedung lainnya. Meski, panggung mereka hanya sebesar sepuluh langkah kaki, tapi kelompok teater mereka cukup terkenal di kota itu. 

Diara adalah ketua kelompok teater yang biasa disebut "A Little Big". Dia juga yang memerankan sosok Amanda bersama sang kekasih, Hara. Keduanya selalu menjadi pemeran utama dalam cerita yang dikarang oleh Diara. Tidak ada yang protes selama ini.. kecuali,

"Aku juga ingin mencoba peran utama," kesal gadis berambut bob pendek. "Kalian tidak bosan? Melihat Diara menjadi pemeran utama wanita selama berbulan-bulan?"

Mereka yang berkumpul di dekatnya hanya diam. Ada sebagian yang menggeleng.

"Ayolah, jangan takut. Meski, Diara ketua kelompok kita, tidak seharusnya dia mengambil peran utama itu secara menerus! Aku yakin para penonton akan bosan melihatnya! Mereka juga ingin melihat sesuatu yang baru."

"Kau benar," sahut Diara, yang berjalan dari arah belakang gadis bermata lebar itu. "Setelah kita menyelesaikan cerita "Janji Tuhan" ini, kau akan menjadi pemeran utamanya, Mila."

"Ide bagus. Kita juga bisa mengadakan audisi untuk pemeran yang lainnya," sahut Hara.

"Kau yakin? Aku bisa jadi pemeran utamanya?" tanya Mila, melirik Diara.

"Kata-katamu sangat meyakinkan tadi. Kenapa kau sekarang jadi tidak percaya diri?"

Mila berdeham. "Baiklah. Aku pasti bisa."

Diara tersenyum. "Baiklah, kerja bagus untuk hari ini. Kalian boleh berkemas. Ingat, dua hari lagi kita latihan seperti biasa."

Mereka kompak menjawab, lalu semburat pergi.

"A Little Big" terbentuk sejak lima tahun yang lalu. Selaras dengan usia hubungan Diara dan Hara. Kelompok itu terbentuk karena keduanya. Sama-sama menyukai akting. Itu satu sebabnya. Sekalipun tiket belum pernah terjual habis, tapi keyakinan mereka kuat, jika suatu saat mereka akan banyak disorot oleh banyak kamera.

"Kau tidak ingin mampir?" tanya Diara, sesaat setelah turun dari motor Hara.

"Lain kali saja. Kita sama-sama lelah. Lebih baik kita cepat beristirahat."

"Baiklah."

Diara melepaskan helm, menyerahkan pada Hara. Menyisir rambut coklat blonde panjangnya dengan jemari.

"Hara.. kau tidak lupa kan?"

"Apa?"

"Lima hari lagi.."

"Lima hari lagi? Ada apa?"

"Ck! Ya sudahlah, cepat pergi."

Hara tertawa. "Tentu saja aku ingat, sayang. Pesta pernikahan kita, kan?"

Diara tersenyum malu, mencubit pelan lengan sang kekasih.

"Cepat pergi."

Deru motornya terdengar kencang, lalu perlahan menghilang.

9 Hari Kemudian

Diara gelisah, berjalan kesana-kemari, menggenggam ponselnya. Para anggota teater hanya mendesah singkat seraya menatapnya.

"Sebenarnya kemana dia? Aku pergi ke rumahnya, tidak ada. Di rumah teman-temannya juga tidak ada."

Diara dan Hara memang sudah menikah secara Agama. Namun, secara hukum—mereka belum terdaftar. Karena itu, mereka belum tinggal dalam satu atap.

"Mila juga tidak datang beberapa hari ini," sahut Randy, salah satu anggota.

"Diara.. coba lihat ini," kata Selly, anggota yang lain juga sahabat Diara.

Selly menunjukkan sebuah foto di akun SNS Mila. Foto yang cukup membuatnya mengernyit lalu melebarkan mata.

"Antar aku ke apartemen Mila."

Beberapa puluh menit kemudian, keduanya turun dari taksi. Berjalan masuk ke sebuah gedung apartemen. Masuk ke dalam lift dan pergi ke lantai 6 kamar 307. 

Sembari menekan bel, raut wajah Diara sangat terlihat gelisah. 

"Tidak mungkin.. ini tidak mungkin."

Dia meyakinkan dirinya sendiri. Bel terus berbunyi, namun sang pemilik kamar tak kunjung membuka pintu. Dengan garangnya, jari telunjuk Diara tak henti membunyikan bel, hingga Mila membuka pintu.

"Diara?? Kau-"

"Minggir!"

Diara mendorong Mila ke samping. Berhenti sejenak menatap sepasang sepatu yang tak asing baginya. Sepatu yang sama, yang ia lihat di akun SNS Mila. Sepatu yang sama, yang ia berikan pada laki-laki tersayang, di hari ulang tahunnya. Tanpa melepas sepatunya, dia masuk ke dalam dengan nafas memburu. Lalu berhenti seketika.

"Kenapa kau disini?" Tanya Diara.

Laki-laki berponi tersebut terkejut dan berdiri dengan cepat.

"Diara? Kenapa kau ada disini?"

"Jawab pertanyaan ku! Kenapa kau ada disini?!"

"Aku-"

"Kau tidur dengannya?"

"Apa?"

"Kau tidur dengan gadis brengsek itu?!"

"Diara.. dengarkan aku."

"Jangan membuat alasan, jawab saja pertanyaan ku!!"

Mata Diara memerah, melihat tak tentu arah. Tak sengaja, ia melihat sebuah alat yang hanya wanita bersuami yang memilikinya. Dia mengambil alat tersebut. Terkesiap saat dua garis merah terpampang di alat itu.

"Kau.. menghamilinya?"

**

Diara menangis di dalam kamarnya, yang gelap. Membiarkan TV yang menyala, dengan kebisingannya.

"Rasanya.. Aku ingin memutar waktu saja. Andai, aku bisa kembali pada masa ketika belum bertemu dengan laki-laki brengsek itu—aku ingin menjauh darinya."

Air mata Diara terus menetes tanpa henti. Ia menundukkan kepala. Di detik selanjutnya, ia mengangkat kepala. Melihat ke arah TV. Di mana, film favorit dirinya bersama Hara, tengah di putar. Film jadul tahun 1991, dengan genre komedi.

 Kesedihan semakin memuncak. Ia turun dari ranjangnya. Berjalan perlahan, mendekati TV. Jemarinya bergerak pelan, menyentuh tabung TV. Dan—lampu berkerlap-kerlip. Diara tersedot masuk.

**

Pasar rakyat di pinggiran kota itu sangat ramai pengunjung. Lampu dari setiap wahana berkerlap-kerlip. Warna-warni. Gulali kapas. Gorengan. Martabak telur. Mainan plastik. Kios kaset radio. Musik dari salah satu penyanyi ternama kala itu terdengar keras.

Jenuh aku mendengar..

Manisnya kata cinta

Lebih baik sendiri

Bukannya sekali

Sering ku mencoba

Namun, ku gagal lagi..

-Nike Ardila, Bintang Kehidupan-

Usianya baru 14 tahun, tapi dia sudah terkenal di mana-mana. Tapi, sayang keberuntungan hidupnya tak seperti keberuntungannya di dunia musik. Ia meninggal dalam kecelakaan saat usianya masih terbilang sangat muda.

Langit di bulan Juni terlihat cerah. Bintang tersebar. Gugusan bintang beberapa terlihat. Musim kemarau tahun ini cukup membuat kerongkongan selalu kering. Pun daun-daun banyak yang berubah cokelat.

Bunyi deru motor yang buas memekakkan telinga. Ngeri. Tapi, banyak orang yang melongokkan kepala melihat. Memegang erat pembatas kayu di depannya. Agar tidak jatuh ke bawah. Sementara sang pengendara motor berputar-putar pada tembok kayu di depan penonton. Dari bawah, memutar ke atas. Begitu mencapai puncak, penonton mengibar-ibarkan selembar uang kertas yang nantinya akan diambil oleh si pengendara. Seru. Orang-orang menyebutnya tong edan.

Di luar, anak kecil merengek meminta dibelikan balon pada ayahnya.

"Kau, kan tadi sudah beli pistol."

"Aku mau balon. Pokoknya, aku mau balon biru."

Anak itu menangis kencang. Si Ayah hanya mendesah panjang, menggandeng tangannya. Diara muncul dari balik Ayah dan anak tersebut. Mengedarkan pandangan.

"Di mana aku?" gumamnya.

Sementara itu, dari belakang Diara— ada seseorang berlari cepat. Menyenggol bahu Diara. Untuk sesaat mereka saling bertatap muka.

"Randy?" gumamnya, dengan mengernyitkan dahi.

Seseorang itu kembali berlari. Diara pun mengikutinya.

Rambut pendek rapi seseorang itu, basah karena keringat. Entah berapa lama dia berlari. Mimik wajahnya, tampak takut. Dia terus berlari hingga menjauh dari pasar rakyat. Berlari ke jalanan yang sudah sepi. Berhenti di telepon umum, pinggir jalan. Merogoh kantung celananya dengan gemetar. Memasukkan koin pada lubang di atas angka. Menekan beberapa nomor setelah itu. Matanya melihat sekitar. 

"Halo.. Siapa ini?"

Suara pria di seberang telepon menjawab.

"Ya-yang di katakan Sinta benar. Sepertinya, detektif itu berbohong. Sinta tidak bunuh diri. Tapi, dibunuh!"

"Apa maksudmu? Kau di mana sekarang?"

Pria yang mengenakan kacamata itu diam. Terbelalak. Melihat seseorang berdiri, di bawah penerangan jalan. Separuh wajahnya tertutup kain hitam. Tangannya memegang sebuah golok. Ia menelan ludah berat. Berlari kemudian. Meninggalkan gagang telepon yang menggantung ke bawah.

Angin dingin malam, tak membuat tubuhnya segar. Keringat terus menetes di pelipisnya. Kini ia bersembunyi di belakang gedung bioskop yang sudah sepi. Menangkup mulutnya rapat-rapat. Air matanya terbit. Otot merah halus di matanya mulai terlihat. Nafasnya sangat gugup. Terdengar suara khas sebuah besi yang di gesekkan pada tembok. Mengerikan. Pria itu mulai menangis dalam diam.

"Tolong. Jangan kesini. Jangan kesini," katanya dalam hati.

Siulan tak bernada menambah kengeriannya. Dia semakin menekuk tubuhnya. Dan sunyi. Tiba-tiba saja, suara-suara itu menghilang. Bola matanya bergerak tak jelas. Memasang telinga. Mungkin saja, terdengar langkah kakinya. Tapi, tidak terdengar apa pun. Dia memejam takut. Meyakinkan diri, kalau si pengejar sudah berlalu pergi. Diangkat tubuhnya perlahan. Selangkah. Lagi selangkah. Si pengejar yang akan menjadi malaikat mautnya itu, mengulurkan kepala. Menatap pria itu.

Pria tersebut berteriak. Melangkah mundur. Terjebak.

"Sebenarnya, siapa kau?! Kenapa kau mengincar ku? Apa salahku?!"

Si pengejar yang mungkin saat ini bisa di sebut sang pembunuh terus melangkah maju. Tanpa bicara.

"Tolong, jangan lakukan ini. Maaf, kalau aku ada salah denganmu. Aku, mohon lepaskan aku."

Si pembunuh justru memegang erat-erat gagang golok. Di ayunkan nya golok tersebut. Bersamaan dengan teriakan menggema dari pria itu. 

Darah segar mengalir begitu cepat. Melewati sepatu putih dengan garis 3 warna milik si pembunuh. 2 biru dan 1 merah, di dekat talinya. Pria itu tergeletak dengan mata terbuka. Lehernya hampir putus.

Diara terkesiap. Menutup mulutnya dengan kedua tangan. Berjalan mundur. Dan, menabrak tembok, yang di tempeli poster. Lalu, menghilang.

Keesokan harinya, gempar seluruh kota. Pembunuhan dengan cara yang sama. Di gorok lehernya menjadi pemberitaan hangat. Kali ketiga, pembunuhan seperti ini terjadi. Dalam kurun waktu 3 minggu.

แสดง
บทถัดไป
ดาวน์โหลด

บทล่าสุด

บทอื่นๆ
ไม่มีความคิดเห็น
35
แนะนำนิยาย
พระเอก สารัช ธนสารทรัพย์ (เสือ) อายุ 25 ปีประธานบริษัทโลจิสติคส์รายใหญ่ในประเทศ ผู้มีใบหน้าหล่อเหลาหุ่นราวกับนายแบบ กะล่อน เจ้าเล่ห์ เอาแต่ใจ หึงโหดนางเอก พราวนภา สุทธินันท์ (ฟ้า) อายุ 33 ปีเลขาสาวสวย โลกส่วนตัวสูง ปากแข็ง เก็บความรู้สึกเก่งเด็กหนุ่มที่พราวนภาเคยเผลอมีใจให้เมื่อหกปีก่อน กลับกลายมาเป็นเจ้านายของเธอในวันนี้ ทั้งที่เธอพยายามหลีกหนี แต่เขากลับพยายามเข้าใกล้ ไม่เพียงแต่ทำหน้าที่เป็นเลขาหน้าห้อง พราวนภากลับถูกประธานเด็กยัดเยียดตำแหน่งเลขาบนเตียงแบบลับๆให้เธอ เป็นทั้งเลขาส่วนตัว เลขาบนเตียง เลขาริมระเบียงก็ต้องทำSET: ดวงใจของท่านประธานเรื่องที่ 1 ผัวเด็กคือท่านประธานร้าย เสือxฟ้า(รุ่นพ่อแม่)เรื่องที่ 2 เด็กร้ายๆของท่านประธาน มาร์คxดาว(รุ่นลูก)เรื่องที่ 3 เกิดเป็นสิงห์ต้องหยิ่งไว้ก่อน สิงห์xครีม (รุ่นลูก)"คุณแม่ว่าไงนะ! ว่าที่เลขาของผมอายุ 33 ปี งั้นเหรอครับ""แล้วทำไม อายุ 33 ปี มันไม่ได้เป็นอุปสรรคต่อการทำงานเลยนะลูก เลขาคนนี้เธอเป็นหลานสาวของเพื่อนแม่ เธอเป็นคนจริงจังกับหน้าที่การงาน เธอทำงานเก่งและมีความอดทนสูง เหมาะที่จะมาทำงานร่วมกับเสือ""แล้วทำไมคุณแม่ไม่หาสา
อ่านเพิ่มเติม
มองแมวแล้วมองนม
(เมี้ยว เมี้ยว เมี้ยว)เสียงร้องของแมวบริติช ชอร์ตแฮร์ กำลังดังอยู่ข้างๆหูของหนุ่มในวัย 19 ปี นักศึกษาปี 1 คณะบริหารธุรกิจ มหาวิทยาลัยชื่อดังในจังหวัดเชียงใหม่“อื๊อ..เสียงอะไรวะ คนจะหลับจะนอน รำคาญว่ะ”มือหนาดึงผ้าห่มขึ้นมาคลุมศีรษะ ขณะที่เขายังนอนอยู่กลางเตียง ในช่วงสายของวันเสาร์(เมี้ยวเมี้ยว)“เชี่ย! อะไรวะ”ร่างแกร่งท่อนบนเปลือยเปล่า ท่อนล่างสวมกางเกงบ็อกเซอร์รัดรูปขาสั้นเพียงตัวเดียว เขาดีดเด้งลุกขึ้นนั่งทันที เมื่อรู้สึกว่ามีตัวอะไรบางอย่างเข้ามานอนข้างๆ แถมยังส่งเสียงร้องจนเขาต้องตกใจ(เมี้ยวเมี้ยว)“เฮ้ย!...แมวใครวะเนี่ย เข้ามาได้ไง”(เมี้ยว)“มานี่เลยเจ้าแมวเหมียว แอบเข้ามาในห้องนี้ได้ยังไง กลับบ้านตัวเองไปเลยนะ รู้เปล่า นี่ห้องของเสือ ไม่ใช่ที่อยู่ของแมว เข้าใจไหม”(เมี้ยวเมี้ยว)แมวตัวอ้วนสีขาวเหลืองกำลังจ้องมองใบหน้าเจ้าของห้อง พร้อมกับส่งเสียงร้องราวกับฟังรู้เรื่อง“งั้นก็กลับบ้านได้แล้ว เดี๋ยวเจ้าของจะตามหา”(เมี้ยว)ฝ่ามือหนาลูบลงที่หัวเจ้าแมวตัวอ้วนเบาๆสามครั้ง ก่อนจะอุ้มออกไปปล่อยที่นอกรั้วเหล็กหน้าบ้าน แล้วเดินกลับมานอนบนเตียง(พรึ่บ)(เมี้ยวเมี้ยว)“หายไปไหนมา เจ
อ่านเพิ่มเติม
ตบมาจูบกลับแล้วจับแก้ผ้า
"ไอ้โรคจิต ไอ้เด็กปีนเกลียว""ถ้าผมเป็นคนโรคจิต พี่ก็คงเป็นผู้หญิงชอบยั่วสินะ""ไอ้คนปากเสีย""ผมปากเสียตรงไหน ผมแค่พูดความจริง ผมอยู่ในบ้านของผมดีๆ แต่พี่ต่างหากที่มากดกริ่งเสียงดัง คนโรคจิตคือพวกที่ไปแอบมองผู้หญิงแล้วยืนชัก...""อ๊าย...ไอ้บ้าพูดจาทะลึ่ง""ผมยังพูดไม่จบ ผมไม่ใช่โรคจิตไม่ได้ไปแอบดูพี่ พี่ต่างหากที่เข้ามาในบ้านผม เป็นผู้หญิงแต่ไม่ใส่ชุดชั้นในเดินเข้าบ้านผู้ชาย ถ้าไม่เรียกว่ามายั่ว จะเรียกว่ามาอะไร นมใหญ่จนจะล้นคอเสื้อ ใครไม่มองก็บ้าแล้ว นมจริงหรือซิลิโคน"(เพี๊ยะ)(เมี้ยว)"มาตบผมทำไมวะ""ก็นายมันปากเสีย ตบทีเดียวยังน้อยไป"(เพี๊ยะ)(เมี้ยว พรึ่บ)ฝ่ามือบางฟาดลงที่แก้มสากอีกครั้ง จนทำให้เจ้าแมวตัวอ้วนตกใจกระโดดลงจากอ้อมแขนหญิงสาวแล้ววิ่งหนีไป(เพี๊ยะ เพี๊ยะ)"โอ๊ย หยุด""ไม่หยุด ฉันจะตบนายให้ปากแตกเลย ปากเสียมากใช่ไหม"(เพี๊ยะ)(หมับ)"อ๊ายยย! ปล่อยฉันนะไอ้คนบ้า"ฝ่ามือหนาทั้งสองข้างรวบรัดข้อมือเล็กไว้แน่นก่อนจะเหวี่ยงร่างเล็กอวบอิ่มลงไปที่กลางเตียงนอน(ตุ๊บ)"โอ๊ย...เจ็บนะ ไอ้คนบ้า ไอ้โรคจิต"(พรึ่บ)ร่างหนาขึ้นคร่อมร่างเล็กไว้ พร้อมกับรวบข้อมือเล็กตึงไว้เหนือศีรษะ"ป
อ่านเพิ่มเติม
นอนด้วยกัน
"เอะอะอะไรก็โทษแต่ผม ผมอยู่ของผมดีๆแท้ๆ""อย่าพูดมาก ช่วยฉันตามหาแมวเลย""มันไม่ได้หนีไปไหนหรอก คงจะแอบอยู่ในบ้านหลังนี้แหละ""แมงมุม ออกมาได้แล้ว แมงมุม"(ตู้มมมม)"ว้ายยยยยย!""เชี่ย ไฟดับ เสียงเหมือนหม้อแปลงระเบิด""อื๊อ...ช่วยด้วย ฉันมองไม่เห็นทาง ทำไมมันมืดแบบนี้""ก็ไฟมันดับ มันก็ต้องมืดสิ"(ตุ๊บ!)"โอ๊ย...เจ็บ!""อ้าว แล้วพี่จะเดินไปชนเหลี่ยมประตูทำไม""งื๊อ...เจ็บ ก็ฉันมองไม่เห็นนี่ เจ็บๆๆ""มานี่เลย มานั่งตรงนี้"ฝ่ามือหนาคว้าข้อมือเล็กเดินมานั่งลงที่ปลายเตียงนอน ก่อนจะเปิดไฟฉายจากโทรศัพท์มือถือส่องที่ใบหน้าสวยหวาน"หน้าผากพี่เลือดออกนี่""งื๊อ...ฉันจะเสียโฉมมั้ย""ไม่หรอก นั่งรออยู่ตรงนี้ เดี๋ยวผมไปเอากล่องยามาทำแผลให้"ร่างสูงเดินตรงไปที่ห้องนั่งเล่น เปิดลิ้นชักแล้วนำกล่องยาที่มีอุปกรณ์ทำแผลอยู่ด้านในออกมา"จับมือถือของผมส่องไฟไว้ จะล้างแผลให้"ชายหนุ่มนั่งลงข้างๆหญิงสาว พร้อมกับหยิบสำลีขึ้นมาเช็ดเลือดออกจากหน้าผากมน"อื๊อ เจ็บจัง""เจ็บนิดเดียว เดี๋ยวก็หาย ใครบอกให้พี่เดินไปชนประตูล่ะ""ก็ฉันมองไม่เห็นนี่""มองไม่เห็น?""ก็คนมันสายตาสั้น แถมยังมืดขนาดนี้ จะไปมองเห็นได้ยังไ
อ่านเพิ่มเติม
เด็กแล้วไง เป็นผัวพี่ได้ก็แล้วกัน
ร่างสูงล่ำในชุดกางเกงกีฬาขาสั้นสีดำ เสื้อยืดแขนสั้นสีขาว ล้มตัวลงนอนที่กลางเตียง โดยมีเจ้าแมวตัวอ้วนนอนอยู่ระหว่างกลางเช้าวันต่อมา"ว้าย! ไอ้โรคจิต กรี๊ดดดดดด""อื๊อ""ปล่อยฉันเลยนะ ไอ้บ้า นายมานอนกอดฉันทำไม""อื๊อ...อย่าเสียงดังสิ รบกวนเวลาหลับเวลานอน"น้ำเสียงงัวเงียในขณะที่ลำแขนหนาโอบกอดร่างบางไว้แนบแน่น แถมยังซุกหน้าลงที่หน้าอกอวบใหญ่อีกต่างหาก"ออกไปเลยนะ ปล่อยฉันได้แล้ว หายใจไม่ออก นายมันคนฉวยโอกาส ปล่อยสิ""ชู่ว...อย่าดิ้นสิ ผมฉวยโอกาสตรงไหน พี่ต่างหากมานอนให้ผมกอดเอง นี่มันบ้านของผม""นายลืมตาเดี๋ยวนี้เลยนะนายเสือ แล้วก็ปล่อยฉันได้แล้ว"(ฟอดดด)"อ๊าย...ไอ้บ้า โรคจิต มาหอมแก้มฉันทำไม นายนี่มันทะลึ่งปีนเกลียวที่สุดเลย""ก็ตัวพี่หอมไง""ออกไปเลย"(พรึ่บ)"โอ๊ย...ผลักผมทำไมเล่า เห็นไหมเกือบตกเตียงเลย"(เมี้ยว)เจ้าแมวตัวอ้วนนั่งอยู่ที่พื้นหน้าประตูห้องพร้อมกับส่งเสียงร้องหนึ่งครั้ง เมื่อเห็นคนทั้งคู่กำลังเถียงกัน"ใครบอกให้นายมากอดฉัน นายนี่นิสัยไม่ดีเลย""โถ่ ก็แค่กอด ก็พี่เล่นถีบหมอนข้างของผมออกจากเตียง ผมไม่มีหมอนข้างให้กอด ผมก็ต้องกอดพี่สิคร้าบ""แสดงว่านายเที่ยวไปกอดผู้หญิงไ
อ่านเพิ่มเติม
เสร็จไอ้เสือ
"เจ้าแมงมุมหายไปไหนวะ ไม่เห็นมาหลายวันแล้ว"สารัชออกไปยืนที่หน้าบ้าน พยายามมองไปที่บ้านของพราวนภา แต่ก็ไม่เห็นทั้งคนทั้งแมว"หึ อย่าเผลอเข้ามาในบ้านอีกก็แล้วกัน ติดกับดักไอ้เสือแน่ พี่ฟ้าคนสวย ต้องมีสักวันล่ะ หึหึ ไปเรียนดีกว่าโว้ย"มหาวิทยาลัยชื่อดังในจังหวัดเชียงใหม่รถบิ๊กไบค์ยามาฮ่าR1คันสีน้ำเงินขับเข้ามาจอดภายในมหาวิทยาลัย เสียงท่อรถที่ดังกระหึ่ม เรียกความสนใจจากนักศึกษาภายในมหาวิทยาลัยได้มากพอสมควร ร่างสูงในชุดนักศึกษาขาวสะอาดตาก้าวขาลงจากรถบิ๊กไบค์ หมวกกันน็อคถูกถอดออก ฝ่ามือนะเสยผมสองสามครั้ง ทรงผมรองทรงสูงที่รับกับใบหน้าหล่อเหลา ผิวพรรณขาวสะอาดสะอ้าน รูปร่างสูงล่ำสะกดสายตาของสาวๆในมหาวิทยาลัยได้เป็นอย่างดี "รถโคตรเท่เลยว่ะ เย็นนี้ไปซิ่งแข่งกัน สนใจหรือเปล่า"น้ำเสียงทุ้มของชายหนุ่มรุ่นเดียวกันเอ่ยชวนสารัช ในขณะที่คนเอ่ยชวนขับรถมาจอดที่ลานจอดรถอยู่ก่อนหน้านั้น"เย็นนี้ไม่ว่างว่ะ เอาไว้วันเสาร์ดีกว่า""จะไปไหนวะ ไปแอบดูสาวข้างบ้าน"สารัชยักคิ้วหนึ่งข้างให้กับเพื่อนสนิทในขณะที่เขากำลังเอ่ยถึงเจ้าของแมวคนสวย"สวยไหมวะ""มาก""ได้แดกเขาแล้วว่างั้น""ไอ้เชี่ยเอ็ม อย่างกูจะไปแดกใคร
อ่านเพิ่มเติม
ขอจับนม
"เข้ามาใกล้ๆ ถ้าอยากได้แมวกลับไป ก็เดินมาอุ้มไปสิ""แล้วนายจะกอดแมวของฉันไว้ทำไม""อยากได้ก็เดินเข้ามาสิครับ"พราวนภาเดินเข้าไปเพื่อจะคว้าเจ้าแมวแมงมุมมาอุ้ม(พรึ่บ)"ว้ายยยย!""หึหึ เสร็จไอ้เสือแน่"ร่างบอบบางล้มลงไปทาบทับร่างหนา ท่อนบนเปลือยเปล่าท่อนล่างสวมเพียงกางเกงกีฬาขาสั้นสีดำลำแขนแกร่งโอบรัดลำตัวเนียนนุ่มไว้แน่น ด้านเจ้าแมวแมงมุมได้แต่นอนนิ่งอยู่ข้างๆมองคนทั้งสอง"ปล่อยฉันเลยนะนายเสือ นายทำบ้าอะไรของนาย ฉันหายใจไม่ออก"พราวนภาพยายามดีดดิ้นเพื่อให้หลุดจากอ้อมกอดของสารัช(ฟอดดดด)"อ๊าย! ไอ้บ้า"ปลายจมูกโด่งคมหอมลงข้างซอกคอขาว"คิดถึงจังเลย""นายจะมาคิดถึงฉันทำไม ปล่อยนะ ฉันหายใจไม่ออก แมงมุมช่วยแม่ด้วย"(....)เจ้าแมวตัวอ้วนเมินหน้าหนี ราวกับไม่อยากขัดขวางความสุขคนที่แอบไปอุ้มมา"อย่าดิ้นสิครับ เดี๋ยวซิลิโคนจะแตกเอานะ""ซิลิโคนอะไรของนาย"พราวนภาท่าทางไม่พอใจจ้องหน้าสารัชที่นอนอยู่ใต้ร่างจนปลายจมูกแทบจะชนกัน"ก็นมพี่ไง ใหญ่ขนาดนี้คงไม่ใช่ใหญ่ธรรมชาติหรอก""นี่นาย ทั้งเนื้อทั้งตัวฉันไม่เคยผ่านมีดหมอ ธรรมชาติล้วนๆย่ะ""หึ งั้นขอพิสูจน์ก่อน""พิสูจน์อะไรของนายอีก""ขอจับนมหน่อย""อ
อ่านเพิ่มเติม
มารยาหญิง
หลังจากวางสายไปสักพัก รถเก๋งฮอนด้าซีวิคคันสีดำได้ขับมาจอดบริเวณหน้าบ้านของสารัช ทันทีที่ร่างสูงก้าวขาเข้าไปนั่งยังเบาะข้างคนขับถึงกับชะงัก เมื่อเห็นว่าภายในรถมีหญิงสาว แนนกับเอิร์น นั่งอยู่เบาะด้านหลัง"พอดีว่าแนนกับเอิร์นอยากไปเที่ยวที่ดอยอินทนนท์น่ะ กูก็เลยชวนมึงไปเป็นเพื่อน"เอ็มรีบเอ่ยปากบอกทันทีเมื่อเห็นว่าสารัชมีท่าทีงุนงง"อ๋อ...อืม"ใช้เวลาเกือบสามชั่วโมง รถยนต์ฮอนด้าซีวิคคันสีดำได้ขับเคลื่อนมาจอดยังรีสอร์ทบนยอดดอยอินทนนท์ ตลอดการเดินทาง สารัชได้แต่นั่งนิ่งเงียบฟังสองสาวแนนกับเอิร์นคุยกันตลอดทาง ปกติสารัชเป็นคนคุยเก่ง แต่เขาเองยังรู้สึกเกร็ง เพราะไม่ได้รู้จักกับสองสาวมาก่อน"ว้าว ที่พักสวยมากเลยอ่ะ"แนนพูดออกมาด้วยความตื่นเต้นในขณะที่ทั้งสี่คนกำลังพากันถือกระเป๋าเดินเข้าไปในรีสอร์ท ด้านในห้องพักมีสองห้องนอนหนึ่งห้องน้ำและมีระเบียงด้านหลังสำหรับนั่งชมวิวสองสาวเอิร์นและแนนเดินนำหน้าเข้าไปยังห้องพัก ทั้งสองสาวสวมกางเกงยีนส์ขาสั้นเอวสูงอวดเรียวขาสวยเหมือนกัน เอิร์นใส่เสื้อสายเดี่ยวสีแดง และสวมเสื้อเชิ้ตแขนยาวขาวบางทับด้านนอก ผมยาวปล่อยสยายดูสวยเซ็กซี่สไตล์สาวหมวย ส่วนแนนสวมเกาะอ
อ่านเพิ่มเติม
เสือเสียซิง
"หายหัวไปไหนมาวะไอ้เสือ แล้วนั่นมึงหิ้วอะไรเต็มไม้เต็มมือ"เอ็มถามเพื่อนรักที่กำลังเดินหิ้วถุงรุงรัง ที่ซื้อมาจากมินิมาร์ท"ก็ซื้อของมาแดกไงวะ"สารัชเดินตรงไปที่ระเบียงด้านหลังห้อง พร้อมกับวางถุงขนมขบเคี้ยวและน้ำอัดลมลงบนโต๊ะ"โถ่ ซื้อแต่น้ำอัดลมมามันจะไปอร่อยได้ยังไงวะ""อ้าวไอ้เอ็ม แล้วมึงจะแดกอะไร""เบียร์เย็นๆ สักลัง""กูแดกไม่เป็นด้วยหรอก ไอ้เชี่ย""ไอ้เสือ พวกเราโตแล้วนะเว้ย อย่าทำเหมือนลูกแหง่ที่อยู่กับพ่อแม่สิวะ ดื่มไม่เป็นก็ต้องหัด แล้วมึงจะรู้ว่าโลกนี้มันน่าอยู่ขนาดไหน เดี๋ยวกูโทรไปสั่งหมูกะทะแล้วก็เบียร์เย็นๆมาดื่มกันคืนนี้ พรุ่งนี้ค่อยไปเที่ยวดูหมอกดูพระอาทิตย์ยามเช้า""แล้วแต่มึงเลย""นั่งคุยอะไรกันน่ะ"แนนเอ่ยถามในขณะที่กำลังเดินมาริมระเบียง"ไม่มีอะไร เอ็มกำลังจะโทรไปสั่งหมูกะทะแล้วก็เบียร์เย็นๆมาดื่มกินกันคืนนี้""ดีเหมือนกัน แนนก็อยากดื่ม ไม่ได้ดื่มนานแล้ว""แล้วเอิร์นไปไหน ไม่เห็นออกมา"เอ็มถามแนน"โน่น กำลังเดินมาพอดี"ร่างบางสูงเพรียวเดินตรงมานั่งเก้าอี้ข้างๆสารัช"หายเจ็บข้อเท้าแล้วหรอเอิร์น""ดีขึ้นแล้วเสือ ขอบใจนะที่นวดข้อเท้าให้เอิร์น ไม่งั้นคงจะระบมไปมากกว่านี
อ่านเพิ่มเติม
แค่คนเคยกอด
รถบิ๊กไบค์ขับเข้ามาจอดภายในบ้าน โดยที่มีเอิร์นนั่งซ้อนท้ายมาด้วย(เมี้ยว)"เสือเลี้ยงแมวด้วยหรอคะ"เอิร์นเอ่ยถามทันทีเมื่อเห็นเจ้าแมวตัวอ้วนวิ่งเข้ามาหาสารัชถึงหน้าบ้าน"แมงมุม หายไปไหนมา"(เมี้ยว)สารัชโน้มตัวลงไปจับเจ้าแมวขึ้นมากอดด้วยความคิดถึง"เสือ เอิร์นถามทำไมไม่ตอบล่ะคะ เสือเลี้ยงแมวด้วยหรอ""ไม่ใช่แมวของเสือหรอกเอิร์น แมวของพี่ข้างบ้านน่ะ""แล้วเสือจะอุ้มแมวตัวนี้เข้าไปในบ้านทำไม เดี๋ยวขนก็หล่นทั่วบ้านพอดี"สารัชหยุดชะงักทันทีเมื่อได้ยินน้ำเสียงของเอิร์นพูดออกมาด้วยอารมณ์หงุดหงิด"ปกติเจ้าแมงมุมก็มานอนกับเสือบ่อยๆนะเอิร์น แต่ก็ไม่เห็นมีขนหล่นเลยนะ""เสือ ถ้าเสือจะเอาแมวมานอนในบ้านแบบนี้ งั้นเอิร์นขอตัวกลับก่อนดีกว่านะ เอิร์นไม่ชอบแมว เอิร์นไม่ชอบสัตว์เลี้ยง แล้วจะให้เอิร์นมานอนร่วมกับแมวแบบนี้ เอิร์นไม่เอาด้วยหรอกนะ""เอิร์น""เอิร์นจะถามครั้งสุดท้าย เสือจะเลือกแมวตัวนี้หรือเลือกเอิร์น"เจ้าแมวแมงมุมได้แต่มองหน้าของสารัชด้วยแววตาละห้อย"แมงมุม แมงมุม"น้ำเสียงหวานที่คุ้นหู ดังมาจากบ้านนอกพร้อมกับเสียงฝีเท้าเดินตรงเข้ามายังริมรั้วหน้าบ้าน"แมงมุม"(เมี้ยว)"พี่ฟ้า"เจ้าแมวตัวอ
อ่านเพิ่มเติม
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status