LOGINหลังลูกสาวถูกประกาศว่าสมองตาย สามีก็ชวนให้ฉันเซ็นสัญญาบริจาคอวัยวะ ฉันทุกข์ระทมขมขื่นอยู่ในความเจ็บปวดจากความอาลัยอาวรณ์ จิตใจใกล้แหลกสลาย แต่กลับได้รู้โดยบังเอิญว่าแพทย์หญิงหลิ่วเจินซึ่งเป็นแพทย์เจ้าของไข้กลับเป็นคนที่สามีของฉันเคยแอบรักฝังใจ พวกเขากุเรื่องว่าลูกสาวของฉันสมองตาย เพียงเพื่อล่อลวงให้ฉันเซ็นสัญญา แล้วหลอกเอาหัวใจไปช่วยลูกสาวของคนที่อยู่ในใจไม่เคยลืม เห็นสามีรับลูกสาวหลิ่วเจินออกจากโรงพยาบาล พวกมันทั้งสามหัวเราะพูดคุยอย่างชื่นมื่น ดูเหมือนกับครอบครัวสุขสันต์ ฉันไปประจันหน้าถึงบ้าน กลับถูกสามีกับคนที่เคยแอบรักฝังใจของเขาร่วมมือกันผลักฉันตกบันไดตาย กลับมาอีกครั้ง ฉันกลับมายังวันที่เซ็นสัญญาบริจาค มองดูลูกสาวที่อยู่บนเตียงผู้ป่วยแล้ว ฉันก็สาบานในใจ คราวนี้ แม่จะให้ชายโฉดหญิงชั่วชดใช้ให้ลูกด้วยชีวิต
View More"ZAYN! Lepasiiiin—nanti gue basah!" jerit gadis itu diwarnai gelak tawa ketika tubuh rampingnya digendong menuju ombak yang bergulung ke tepi pantai.
Namun, pacarnya yang bernama Zayn itu justru tak memedulikan protes Intan dan terus memanggulnya di bahu kokohnya lalu menceburkan gadis cantik berambut sepunggung tadi ke dalam air laut berombak sedang.
"Gue emang pengin basah-basahan kok, nggak usah protes deh! Hahaha," balas Zayn yang berbasah-basahan terkena deburan ombak. Sebelum bibir mungil merah muda itu kembali merepet, Zayn melahapnya dan mengisapnya kuat-kuat tanpa menghiraukan deburan ombak yang kembali menerpa mereka berdua.
Berada dalam rengkuhan badan kekar pemuda itu membuat Intan pun seolah lunglai tak berdaya menghadapi segala pesona seorang Zayn. Kekasihnya dulu saat SMA adalah bintang sekolah, super duper ganteng, dan tajir melintir. Sebuah paket komplit sebagai pacar bagi gadis remaja yang 'bukan siapa-siapa' sepertinya.
"Tan ... gue cinta banget sama lo!" ucap Zayn sembari menatap sepasang mata jernih Intan dengan tatapan memabukkan darinya.
"Gue juga, Zayn. Bagi gue ... elo tuh segalanya, gue cinta mati sama lo, Zayn Alarik Pradipta," jawab Intan senada sejiwa dengan pujaan hatinya.
Dengan lengan kokohnya Zayn meraup tubuh ramping Intan lalu menggendongnya menuju ke villa tepi pantai milik keluarga Pradipta. Keluarganya memiliki banyak properti menarik yang bebas Zayn gunakan kapan pun dan villa ini adalah favorit putera bungsu konglomerat itu. Sarang bercinta baginya bersama kekasihnya yang telah dia pacari selama tiga tahun belakangan.
Pakaian mereka berdua basah kuyup oleh air laut di tepi pantai tadi dan segera terlucuti dari tubuh mereka.
"Intan ... lo tuh cantik banget!" puji Zayn dengan tatapan memuja yang membuat pipi gadis remaja itu merona. Bulu mata lentiknya bergetar perlahan kala Intan menghindari Zayn yang seolah ingin melahapnya bulat-bulat.
Tanpa menunggu balasan dari Intan, pemuda itu menarik tangannya menuju ke ranjang berseprai putih di kamar tidur villa tepi pantai. Sekali sentak dan tubuh mereka berdua melesak di atas pembaringan yang empuk tersebut.
Belaian lembut tangan Zayn di tubuhnya disertai ciuman dalam seolah membius kesadaran Intan, ia selalu pasrah menyerahkan segala yang ia miliki untuk kekasih hatinya. Mereka bergumul berbagi rasa di atas peraduan. Keperkasaan Zayn membawa Intan melayang-layang hingga dirinya serasa tak menapak ke permukaan bumi.
Gairah yang bergelora khas remaja berpadu dengan indah sore itu di antara suara deburan ombak dan sejuknya angin pantai yang masuk dari jendela kamar yang terbuka di lantai 2.
Intan terjaga di dalam dekapan hangat kekasihnya yang sedang terlelap setelah pergumulan panas mereka barusan. Sebetulnya ada rasa insecure dalam hatinya mengingat status mereka berdua yang bagaikan langit dan bumi. Ada ketakutan besar memikirkan tanggapan keluarga Zayn bila mengetahui bahwa dia hanya gadis yatim piatu yang tinggal di sebuah panti asuhan.
Ketika senja yang nampak dari celah jendela kamar telah mulai berganti petang, Intan membalik tubuhnya lalu mengecupi wajah rupawan kekasihnya. "Zayn ... Zayn, ayo bangun! Hari sudah makin gelap, anterin gue pulang dong," ujar Intan sembari menepuk-nepuk lengan berotot pemuda di hadapannya.
"Hoaampph! Gue masih capek ngegenjot tadi, Tan. Bentar lagi ya? Apa lo mau nambah seronde lagi yang lebih asreekkk?" seloroh Zayn seenak jidatnya sambil mendekap erat tubuh polos Intan.
"NO! Gue kuatir ntar Bunda Kartini curiga kalo terlalu larut malam pulangnya. Masa sih kuliah dari pagi sampe malem banget—" Intan berusaha bangkit dari ranjang.
Namun, lengan kekar Zayn melingkari perutnya dan menarik Intan hingga jatuh terlentang dengan ekspresi kaget. "Zaaayynn ...," rengek Intan manja meminta dilepaskan.
Sekali lagi pemuda itu membuat Intan menyerah untuk mengikuti keinginannya. "Makasih ya, Tan. Lo mau ngertiin gue yang kadang suka maksa," bisik Zayn di samping telinga Intan. Kemudian dia pun menggendong tubuh ramping itu ke kamar mandi untuk membersihkan diri bersamanya.
Perjalanan dari villa pinggir pantai itu ke Panti Asuhan Kasih Ibu Kartini sekitar hampir 2 jam. Zayn membungkuskan makan malam untuk dibawa pulang oleh Intan karena mereka jelas tak sempat makan sebelum pulang.
Waktu telah menunjukkan pukul 20.30 WIB, mobil sedan Mercedes Benz silver itu berhenti di depan taman dekat panti asuhan tempat tinggal Intan sejak bayi. Zayn menarik hand rem mobilnya lalu berpamitan dengan pacarnya, "Selamat malam, Intan Sayang. Kiss dulu sebelum turun!"
Sebuah ciuman manis mendarat di bibir Zayn lalu gadis itu membuka pintu mobil di sisinya. "Mimpiin gue, Gantengku. Bye!" ucapnya lirih seraya melambaikan tangan kanannya ke arah Zayn sebelum menutup kembali pintu mobil mewah tersebut.
Setelah melihat Intan masuk ke dalam rumah model kuno beratap genting cokelat yang berlumut di sana sini itu, Zayn melajukan cepat mobilnya di jalan raya menuju ke rumahnya di tengah kota Jakarta.
Ketika Intan menutup pintu masuk depan, sebuah suara lembut menegurnya, "Nak, kamu kok baru pulang jam segini?"
Intan meringis jengah sebelum membalik tubuhnya lalu menjawab wanita yang telah merawatnya sejak ia bayi, "Bunda, maaf tadi ada tugas kuliah yang mesti dikumpul besok pagi. Intan lembur ngerjain di rumah temen sampai malam jadinya deh." Sebuah kebohongan yang dikarang oleh Intan yang mendapat kepercayaan murni dari Bunda Kartini Sukotjo.
"Ohh, ya sudah. Kamu mandi terus istirahat, Intan. Pasti capek banget ya. Apa tadi sempat makan malam atau belum?" balas Bunda Kartini dengan keibuan.
"Sudah beli di jalan tadi, Bunda. Ini—" Intan menunjukkan bungkusan kresek putih di tangannya.
"Hmm ... makan dulu kalau begitu biar kamu nggak kena maag, Intan. Oya, pintu depan apa sudah kamu kunci?" ujar Bunda Kartini.
Gadis itu mengangguk-angguk cepat. "Sudah Intan kunci dua kali tadi, Bunda," jawabnya lalu ia pun mendapat kecupan selamat malam di kening.
Akhirnya ia pun lolos dari teguran ibu angkatnya itu dan masuk ke dalam kamar tidurnya yang sempit. Di panti asuhan itu Intan termasuk yang paling senior karena memang dia yang paling disayangi oleh Bunda Kartini dan tidak dilepas adopsi ke keluarga yang biasa mencari anak angkat. Selain Intan ada sekitar 20 anak putera puteri berbagai usia yang diasuh oleh Bunda Kartini bersama tiga rekannya di panti asuhan tersebut.
Usai makan malam singkat dengan nasi goreng yang dibelikan Zayn tadi, Intan menggosok gigi lalu berkaca di hadapan cermin riasnya. Ada bekas kepemilikan warna merah di bagian dada kanan atas yang nampak jelas. Dia sontak tersipu malu teringat kenangan tadi sore bersama Zayn.
Namun, secepat itu pula senyumannya memudar tergantikan kekuatiran. Hingga kapan? Selalu hal itu yang membuatnya dikejar ketakutan. Ketika yang tak sempurna dihadapkan dengan kesempurnaan tiada tara, adakah masa depan bagi hubungan mereka berdua?
เมืองนี้ไม่ใหญ่ วันถัดมา ข่าวฉาวที่สะเทือนทั้งเมืองก็แพร่สะพัดไปทั่วแล้วผอ.จางไม่กล้าแจ้งตำรวจ ยิ่งไม่กล้าถามหาความรับผิดชอบ ได้แต่พักรักษาตัวในโรงพยาบาลตัวเองแบบหมดอาลัยตายอยาก โกหกว่าตัวเองหกล้มได้รับบาดเจ็บบรรดาพยาบาลต่างก็เอามือป้องปาก แอบหัวเราะ“หน้าคนหกล้มที่ไหนมีแต่รอยฝ่ามือล่ะ?”หลิ่วเจินไม่มีหน้าไปทำงาน ได้แต่เกาะเผยลี่ซู ที่พึ่งสุดท้ายนี้ไว้ไม่ยอมปล่อย“เรื่องระหว่างฉันกับผอ.จาง เขาเป็นคนบังคับฉันทั้งนั้น เขาเป็นเจ้านายฉัน ฉันไม่มีทางเลือกเลย…”ฉันฟังบทสนทนาของพวกเขาจากนอกห้อง เหมือนจะคิดอะไรบางอย่างได้ยังไม่พอหรอก เผยลี่ซู ชายโฉดคนนี้ ยังติดค้างเรื่องระทึกใจเรื่องสุดท้ายโชคดีที่ฉันก็เตรียมไว้นานแล้วหนึ่งชั่วโมงถัดมา ฉันรอเผยลี่ซูอยู่ที่ข้างรถเขา ไฟโทสะบนใบหน้าเผยลี่ซูมอดลงไปเยอะแล้ว หลิ่วเจินตามติดเขาอยู่ด้านหลังเมื่อเห็นฉัน หลิ่วเจินทั้งอายทั้งโกรธ“เธอก็บรรลุเป้าหมายแล้ว ยังจะเอายังไงอีก?”ฉันต้องที่เธออย่างเฉยชา“ยังจะเอายังไงอีกงั้นเหรอ? เผยลี่ซู สัญญาหย่าเซ็นหรือยัง?”เผยลี่ซูโยนสัญญาหย่าลงที่เท้าฉัน“เจียงเหยียน ผมกับคุณตัดขาดกันแล้ว จากวันนี้ไป ผ
“วิธีล่อลวงด้วยมารยาหญิง ก็มีจริง ๆ นั่นแหละ แต่ไม่ใช่ฉัน”ขณะที่พูด พวกเราก็ถึงห้อง 701ฉันพยักหน้าให้พนักงาน เธอนำคีย์การ์ดออกมา เสียงติ๊ดดังขึ้น ประตูเปิดออก“อ๊า ใครเนี่ย!”ในห้องเงียบลงในชั่วพริบตา สักพัก เสียงหลิ่วเจินก็ดังออกมาเผยลี่ซูกลับต้องตะลึง“หลิ่วเจิน? คุณอยู่ที่นี่ได้ยังไง?”เขาก้าวยาว ๆ ก็เข้ามาถึงในห้อง หลิ่วเจินหน้าแดงเรื่อ ใช้ผ้าขนหนูปิดบังเรือนร่างตัวเองไว้ รีบขวางเขาไว้อย่างลุกลี้ลุกลน“คุณทำอะไรเนี่ย ฉันกำลังอาบน้ำอยู่นะ”เผยลี่ซูกวาดสายตามองในห้องแวบหนึ่ง“อยู่ดี ๆ คุณเปิดห้องที่นี่ทำไม?”ฉันพิงวงกบประตูอยู่อย่างสบาย ๆ“เผยลี่ซู สถานการณ์แบบนี้ยังต้องอธิบายอีกเหรอ?”หลิ่วเจินมองฉันอย่างโกรธแค้น ขวางอยู่ที่ทางเข้าห้อง และทำท่าจะปิดประตู“วันนี้มีประชุมสัมมนาที่โรงแรม ฉันประชุมเสร็จก็แวะขึ้นมาหน่อย…พวกคุณรอฉันใส่เสื้อผ้าให้เรียบร้อยก่อน”ฉันขัดขวางมือไม้ของเธอไว้ด้วยความหูตาไว ควักโทรศัพท์ออกมา“ช่างเถอะ พูดอย่างเดียวไม่มีหลักฐาน ดูเอาเองดีกว่านะ”ในโทรศัพท์เปิดคลิปกล้องวงจรปิดตอนหนึ่งอยู่ ได้มาจากโรงพยาบาลคราวก่อนพอดีแต่ว่าคราวนี้ พื้นหลังเป็น
เด็กผู้หญิงคนนั้นที่ชื่ออวิ๋นอวิ๋นอายุพอ ๆ กับเสี่ยวหยวน กำลังนั่งอยู่ที่เบาะหลังในรถของเผยลี่ซู ในมือถือไอศกรีมที่กำลังจะละลายหลิ่วเจินนั่งข้างคนขับ ทำทีเป็นโกรธแล้วทุบอกเผยลี่ซู ทำให้อวิ๋นอวิ๋นหัวเราะใหญ่ ไอศกรีมในมือที่ละลายจึงหยดเต็มเบาะไปหมดเขาไม่โกรธ ทั้งสามคนยิ่งหัวเราะเฮฮากว่าเดิมเผยลี่ซูเป็นคนรักความสะอาดมาตลอด ไม่อนุญาตให้ฉันกับลูกสาวกินอะไรทั้งสิ้นในรถเขาครั้งหนึ่งเนื่องจากรถติด ลูกหิวมานานเกินไปแล้ว ฉันทนไม่ไหวจึงให้ลูกกินช็อกโกแลตแท่งหนึ่ง เศษช็อกโกแลตชิ้นเล็กจิ๋วที่ละลายร่วงลงไม่กี่ชิ้น เผยลี่ซูโมโหเกรี้ยวกราดทันที ไล่ฉันกับลูกลงจากรถฉันกอดลูกไว้ท่ามกลางหมู่รถที่กำลังเคลื่อนตัว ไม่รู้จะเดินหน้าหรือถอยหลัง เห็นเผยลี่ซูขับรถออกไปอย่างรวดเร็วชนิดไม่เห็นฝุ่น เสี่ยวหยวนร้องไห้โฮ ขอความเมตตา“พ่อคะ! พ่ออย่าทิ้งหนูกับแม่ไป! หนูผิดเองทั้งนั้น! หนูจะเชื่อฟัง ต่อไปหนูจะไม่ทำให้รถพ่อสกปรกอีกแล้วค่ะ!”คิดถึงตรงนี้แล้ว ฉันก็ยิ้มอย่างเจ็บปวดรวดร้าวและหลับตาลง น้ำตาพรั่งพรูออกมาเป็นเพราะฉันคิดไปเองว่ายอมทนลำบากกายเพื่อความรักได้ ถึงได้ทำให้เผยลี่ซูมีโอกาสทำร้าย จะเอาชีวิตล
ฉันตะโกนอย่างมั่นใจเต็มที่“เผยลี่ซู ในเมื่อคุณบีบฉันขึ้นมาเรื่อย ๆ ไม่ยอมปล่อย งั้นฉันจะให้คุณได้สมใจ!”เพิ่งสิ้นเสียงพูด จอใหญ่นอกห้องพักผู้ป่วยที่เดิมทีเงียบอยู่ จู่ ๆ ก็มีเสียงออดอ้อนของหลิ่วเจินดังออกมา“จริง ๆ เหรอ? คุณนี่ใจร้ายจังเลย ฉันกลัวหน่อย ๆ แล้วนะเนี่ย”สายตาทุกคนถูกดึงดูดไปทางนั้น สิ่งที่ฉายอยู่บนจอใหญ่ ไม่น่าเชื่อว่าเป็นคลิปกล้องวงจรปิดตอนหนึ่งจากห้องทำงานส่วนตัวของหลิ่วเจินเห็นเพียงหลิ่วเจินกอดคอเผยลี่ซูด้วยจริตมารยาร้อยเล่มเกวียน ขึ้นคร่อมขาเขา หันหน้าเข้าหากัน พูดพลางส่ายเอวเล็กน้อย“พอเถอะ พอเถอะ หยุดขยับได้แล้ว ถ้าของขึ้นขึ้นมาคุณจะรับผิดชอบเหรอ?”เผยลี่ซูมองที่หลิ่วเจิน สีหน้าหื่นกระหาย“ผมไม่ใจร้ายกับเสี่ยวหยวน แล้วจะช่วยอวิ๋นอวิ๋น ลูกสาวผมกับคุณได้ยังไงล่ะ?”“ไอซียูวันหนึ่งตั้งหลายแสน ยังไม่รู้ว่าจะช่วยกลับมาได้หรือเปล่า แทนที่จะเททรัพย์สมบัติที่บ้านหมดหน้าตักไปกับเขาและยัยแกนั่น เก็บไว้ให้อวิ๋นอวิ๋นของพวกเราดีกว่า”“เอาตามนี้แหละน่า ร่างกายอวิ๋นอวิ๋นก็ทนไม่ไหวแล้ว รีรอต่อไปไม่ได้อีก! โอกาสนี้หายากมาก คุณรีบลงมือซะ!”แสงแวบขึ้นมาในดวงตาทั้งสองของหลิ
หลิ่วเจินได้ยินแล้ว ก็กัดริมฝีปาก ก้มหน้า ทำท่าจะร้องไห้“ฉันไม่เข้าใจ เรื่องนี้คนในครอบครัวยินยอมแล้วเห็น ๆ ทีมเรายุ่งมาทั้งวัน สื่อที่เชิญมาก็รออยู่อย่างวิตกกังวล…”“ตอนนี้เพียงเพราะสมาชิกครอบครัวคนหนึ่งรับความจริงไม่ได้ ก็จะต้องบีบบังคับกันถึงขั้นนี้เลยเหรอคะ?”หมอชั้นผู้น้อยและพยาบาลที่อยู่รอบ ๆ ก็
ในขณะที่ต่างคนต่างไม่ยอมกัน ก็มีร่างหนึ่งถลาเข้ามาดึงเผยลี่ซูไว้ “ลูกแม่ ลูกไม่เป็นไรใช่ไหม?”เป็นแม่สามีนั่นเอง เธอมองใบหน้าบวมแดงของเผยลี่ซูด้วยความสงสาร แล้วก็ด่าว่าฉันอย่างโกรธเกรี้ยว“เจียงเหยียน! เธอตบลี่ซูจนเป็นอย่างนี้ได้อย่างไร? นางมารร้ายชัด ๆ !”“ตอนนี้สถานการณ์ของเสี่ยวหยวนก็หมดหวัง
คิดถึงตรงนี้แล้ว ฉันอยากตบหน้าเสแสร้งแกล้งทำเป็นไม่รู้ของเผยลี่ซูแรง ๆ สักหนึ่งฉาด“ฉันจะพาลูกย้ายโรงพยาบาลเดี๋ยวนี้ ให้วินิจฉัยใหม่! สัญญาฉบับนี้ฉันไม่เซ็นเด็ดขาด!”เมื่อเห็นสีหน้าโกรธแค้นของฉัน เผยลี่ซูก็ขมวดคิ้ว“เจียงเหยียน คุณอย่าโวยวายไร้เหตุผล เมื่อคืนคุณกลับไปแล้ว ผมก็เฝ้าอยู่ที่นี่ทั้งคื
ร่างกายที่ยังเล็กของลูกสาวเต็มไปด้วยอุปกรณ์และท่อ ใบหน้าอันซีดเผือดมีความแดงจากการเจ็บป่วยปรากฏให้เห็นฉันขยี้ตาซ้ำ ๆ นึกไม่ถึงว่าจะกลับมาสู่ฉากที่คุ้นเคยนี้ และได้เห็นภาพที่ทำให้ฉันเจ็บปวดใจแทบขาดเมื่อชาติที่แล้วอีกครั้งฉันตัวสั่นเทา เอื้อมไปจับมืออุ่น ๆ ของลูก หัวใจเจ็บแปลบ น้ำตาไหลอาบแก้ม“แม





