Masuk“ค... คุณผู้ชาย หักเงินเดือนส่วนของฉันไปเลยก็ได้จ้ะ ฉันไม่อยากติดหนี้บุญคุณ” “ถ้าไม่อยากติดหนี้บุญคุณก็ตั้งใจทำงานบ้าน” “จ้ะ…” ชายร่างกำยำเดินกะจะกลับขึ้นเรือนไปผลัดผ้าเข้านอนพลางตวัดหางตาส่องตะเกียงมองไปยังห้องน้อยใต้ถุนเรือน คิดอยู่เพียงครู่แล้วจึงค่อยก้าวเหยียบขั้นบันไดสาวเท้าเข้าห้องนอนของตน แม้จะซ่อนหูหางไว้แล้วแต่จะเรียกกลับมาเมื่อไหร่ก็ได้ทั้งสิ้น ดังนั้นเมื่ออยู่ในห้องส่วนตัวบนร่างหนาของชายสักยันต์จึงปรากฏเป็นใบหูสีขาวและหางยาวลายพร้อยสีดำซึ่งกระดิกไปมาอย่างอารมณ์ดี ก่อนจะเทตัวลงเตียงดีดดิ้นไปมาอย่างไม่รักษามาด พร้อมกรีดร้องอยู่ในใจ ‘วันนี้น้องเปลวก็น่ารักอีกแล้ว!’ ตอนวิ่งมาดูลูกด้วยความเป็นห่วงก็น่ารัก ตอนมองเขาอย่างเกรงใจเป็นกังวลก็น่ารัก ไม่ว่าจะมองมุมไหนทำอะไรหรือแค่ยืนหายใจน้องเปลวก็น่ารักไปหมดเลย ถ้ารู้ว่าจะดีใจกับของเล่นจักสานแบบนี้เขาน่าจะเหมามาให้ทั้งร้าน!
Lihat lebih banyak#DBN
Di bawah Ketetapan-Nya (Ketika Dia Bukanlah Takdirku)Bab 1 Satu insan yang memikat dua hati
"Hanna!" teriak Mala dari kejauhan tepat setelah Hanna keluar dari kereta.
Hanna menoleh kearah sumber suara. Dengan senyum mengembang ia membalas panggilan sahabatnya dengan lambaikan tangan.
Ketika kedua netra dari dua insan itu saling bertemu, Hanna dan Mala pun dengan sedikit berlari kecil akhirnya bersatu dan berpelukan guna melepas rindu yang teramat besar. Sebab, bertahun-tahun sudah mereka tak berjumpa karena kala itu Mala terpaksa harus ikut dengan kedua orang tuanya yang sudah pensiun dari pekerjaannya dan ingin kembali ke kota kelahiran mereka yakni di kota Solo.
Sebuah kota kecil yang memiliki budaya jawa cukup kental. Selain itu kota ini pula lah yang nantinya akan menjadi tempat tinggal sekaligus tempat bekerja Hanna selama kontrak mengajarnya di sebuah sekolah menengah pertama berbasis islam berlangsung.
"Assalamualaikum sahabatku," ucap Hanna sembari melepas pelukannya dengan Mala.
"Wa'alaikumussalam warrohamtullahi wabaarokaatuh," balas Mala dengan senyum yang sumringah. Tampak jelas kebahagiaan melekat di hatinya.
"Makin cantik aja kamu, Han. Gemes aku!" ujar Mala sambil mencubit gemas pipi Hanna.
"Gimana kabarmu?" tanya Mala kemudian.
"Alhamdulillah aku baik, kok. Gimana kamu?" tanya Hanna balik dengan senyum manis yang menghiasi wajahnya.
"Aku juga baik, alhamdulillah."
Sedikit obrolan ringan pun terjadi. Lalu Mala yang lebih mengetahui bagaimana situasi kota Solo akhirnya mengajak Hanna untuk mencari makan supaya lebih banyak punya waktu untuk saling melepas rindu.
"Gimana? Di jalan ketemu apa gitu gak?" tanya Mala yang betul-betul menunjukkan raut wajah bahagianya.
"Ketemu apa?" Hanna pura-pura berpikir sebab ia tahu kalau sahabatnya itu hanya sedang mencoba mengodanya saja.
"Jodoh kali. Ha ha ha!" Dan rupanya benar tebakan Hanna. Dengan recehnya Mala menjawab pertanyaannya sendiri.
Ya begitulah kedua sahabat itu. Saling melengkapi satu sama lain meski terlihat jelas perbedaan sifat dari keduanya. Dimana Hanna yang lebih terlihat kalem dan tak banyak bertingkah berbanding terbalik dengan Mala yang lebih sering menampakkan keekspresiannya.
"Aku dijodohkan, Han," kata Mala di tengah-tengah obrolan mereka.
Mendengar perkataan Mala barusan seketika membuat Hanna terbatuk. Ia tampat terkejut dengan berita yang disampaikan sahabatnya itu. Bagaimana bisa diusia Mala yang masih muda tapi sudah akan dinikahkan?
Karena penasaran Hanna pun menanyakan perihal perjodohan yang dijalankan Mala saat ini. Dimana calon suami Mala adalah seorang laki-laki lulusan sebuah pondok pesantren yang ada di Boyolali. Tak banyak yang Mala tahu tentang calon suaminya itu termasuk wajahnya. Namun, ada yang jelas Mala ketahui adalah laki-laki itu bernama Hafiz dan pekerjaannya adalah seorang guru di sekolah menengah atas yang juga berbasis islam.
"Kok, kamu mau sih nerima perjodohan itu? Padahal kamu sendiri aja belum tau orangnya," tanya Hanna heran.
"Orang tuaku. Mereka cukup menjadi alasanku buat terima perjodohan ini," balas Mala.
Hanna menghela napasnya. Ia tahu betul betapa sayangnya Mala terhadap kedua orang tuanya itu. Apalagi Mala adalah anak satu-satunya sehingga Hanna yakin keputusan yang diberikan kedua orang tuanya untuk menikahan Mala adalah yang terbaik untuk semuanya.
Ditambah pula calon suami Mala terbilang baik dari segi bebet, bobot, dan bibitnya. Dalam hati Hamna hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk sahabatnya itu.
***
Disuatu hari sepulang mengajar Hanna berniat untuk mampir ke masjid dekat kontrakannya. Masjid Arrahman. Masjid dimana yang membawa kesan sendiri bagi Hanna ketika pertama kalinya ia beribadah di tempat ini.
Disaat Hanna baru saja keluar dari masjid tiba-tiba perhatiannya tercuri dengan sosok laki-laki berpeci yang memakai baju koko model pakistan. Laki-laki yang berparas tampan serta begitu adem ketika melihatnya.
Cukup lama Hanna menatap laki-laki yang tak ia kenal sebelumnya itu. Hingga akhirnya ia tersadar jika apa yang ia lakukan barusan seharusnya tak dibenarkan dalam agama.
"Astaghfirullah!" tegur Hanna pada dirinya sendiri.
Hanna pun memutuskan untuk segera pulang. Membuyarkan semua angan-angannya bersama lelaki yang bukan mahromnya itu. Tetapi langkahnya terhenti ketika ia menyadari jika sepatu miliknya tidak ada di tempat dimana ia meletakkannya tadi.
Sekuat tenaga mengingat juga berusaha mencari dengan cara memutari sekeliling masjid berharap mungkin saja ia yang lupa menaruhnya. Namun sayang hasilnya tetap nihil. Sepatunya tak ditemukan.
"Pakai ini aja, Mbak." Tiba-tiba ada seseorang yang meletakkan sepasang sandal jepit di hadapan Hanna.
Hanna tertegun mengetahui siapa yang memberikannya sandal jepit tersebut.
Benar, laki-laki yang memberikan sandal jepit itu adalah laki-laki yang sempat mencuri perhatiannha tadi. Seorang pemuda yang kata Hanna cukup tampan itu ternyata belum lama ini menjadi salah satu imam di masjid Arrahman.
"Pakai saja. Tadinya mau saya pakai, tapi barusan dapat laporan dari takmir masjid sini kalau Mbak sepertinya sedang kebingungan nyari sepatu yang ternyata diambil orang pas sholat tadi," kata laki-laki itu pada Hanna.
Sayangnya, saking tak percayanya jika laki-laki yang sempat mencuri perhatiannya tadi kini berada di hadapannya alhasil membuat Hanna terdiam mematung.
"Mbak?" Hanna tersentak ketika laki-laki itu memanggilnya lagi.
"Oo, iya, Ma–s. Terima kasih," jawab Hanna gugup.
Hanna akui ia terpukau melihat laki-laki yang tadinya ia pikir hanya bisa sebatas melihatnya dari jauh. Tapi takdir berkata lain. Hanna kini tak hanya melihatnya namun malah bisa berinteraksi dengan cara yang tak ia sangka sama sekali. Meskipun harus kehilangan sepatunya.
Laki-laki itu pun menjelaskan kalau usai sholat kebetulan Pak Amir —takmir masjid— tak sengaja melihat Hanna yang hanya mondar-mandir di sekitar area masjid. Karena merasa Hanna kehilangan sesuatu Pak Amir lantas mengecek CCTV dan melihat seseorang yang kemungkinan telah mengambil sepatu milik Hanna ketika dirinya tengah sholat.
"Yasudah, mungkin sudah bukan rejeki saya," kata Hanna lalu ia pun mengucap salam sebagai tanda untuk pamit pulang.
"Wa'alaikumsalam Warohmatullahi wabarakatuh."
Laki-laki itu dengan penuh kesadaran menatap kepergian Hanna dengan senyum tipis. Lantas berkata dalam hati, "andai dia jodohku."
Benar, laki-laki yang memberikan sandal jepit pada Hanna itu bernama Hafiz. Yang mana sebetulnya ia adalah calon suami dari Mala.
Hafiz sendiri sebenarnya tak jauh beda dengan Mala. Dengan tujuan ingin berbakti pada ibunya, ia terpaksa menerima perjodohan yang diberikan untuknya. Dan karena hal itu lah yang membuat hatinya belum bisa menerima Mala sepenuhnya. Alhasil ia tak bisa mengendalikan perasaannya ketika bertemu dengan Hanna yang telah membuatnya jatuh hati pada pandangan pertama.
เฉลิม × ม่วงอีกไม่นานเด็ก ๆ ในการดูแลของเขาก็จะจบการศึกษาจากโรงเรียนประจำที่ส่งไปพระนคร โดยแต่เดิมตัวเขาเป็นเด็กที่มาจากสถานรับเลี้ยงเด็กกำพร้า และเด็กพวกนั้นก็นับเป็นประหนึ่งน้องชายน้องสาวต่างสายเลือดที่อายุห่างจากเขาไปเยอะโข แต่อย่างไรเขาในฐานะพี่ใหญ่ก็อยากจะหาโอกาสมามอบให้เด็กเหล่านั้น ไม่ต้องให้มาตกระกำลำบากเช่นตัวเองเขาจับพลัดจับผลูจนได้มาทำงานในเครือเหมบำรุงและได้รับความช่วยเหลือจากคุณธรรศโดยการหยิบยืมเงินเพื่อส่งเด็ก ๆ ทั้งหมดเข้าโรงเรียนรวมถึงการบำรุงรักษาสถานรับเลี้ยงที่เขาเติบโตมา ส่วนคนไหนเป็นสุคนธ์ถึงเขาจะไม่สามารถจ้างครูสอนรายบุคคลได้แต่อย่างน้อยก็มีอาจารย์ช่วยกันสอนสั่งดูแลถึงสองคนต่อเด็กห้าสิบกว่าคนมันไม่เชิงว่าเขาเป็นหนี้เจ้านายอย่างคุณภูวธรรศ แต่เป็นเขาเองที่อยากให้เจ้านายหักเงินรายเดือนคืนกลับไป แม้มันจะเล็กน้อยเท่าหยิบมือแต่เขาในตอนนี้ก็คืนมันไปจนหมดแล้ว กระนั้นด้วยบุญคุณที่เจ้านายมอบให้ในตอนที่เขายังไม่มีอะไรเป็นของตัวเอง ตอนที่ยังคงแต่งตัวซอมซ่อเหมือนหนูข้างถนน เขาจึงตั้งมั่นตั
วันนี้เนื่องจากเป็นวันเรียนจบของลูกเปรมซึ่งเข้าสู่วัยรุ่นอย่างเต็มตัว พ่อเสือจึงลางานละหน้าที่หนึ่งวันสำหรับพาครอบครัวมาทานมื้อค่ำในตัวเมืองซึ่งเป็นร้านอาหารที่ตั้งอยู่ริมแม่น้ำ นับเป็นเรื่องปกติของที่บ้านที่จะพาเด็ก ๆ มาฉลองในแต่ละช่วงเวลาสำคัญของชีวิตแม้เปรมจะเป็นสุคนธ์ไม่สามารถเข้าเรียนในโรงเรียนทั่วไปได้อย่างพี่เปี่ยมพี่ปิ่นแต่ก็ถือว่าเรียนจบหลักสูตรตามที่อาจารย์ซึ่งจ้างมาครบหมดแล้วตอนนี้ลูก ๆ ของเขาโตขึ้นกันเร็วเสียน่าใจหายเผลอแป๊บเดียวปิ่นเปี่ยมก็อายุสิบหกเริ่มทำงานช่วยพ่อธรรศกันแล้ว กระนั้นผลลัพธ์กลับออกมาตรงกันข้ามเสียอย่างนั้น กลายเป็นว่าปิ่นที่เคยพูดจาเจื้อยแจ้วนั้นสุขุมขึ้น แต่อย่างไรความมั่นใจในตัวเองที่พ่อธรรศมอบให้ผ่านการใช้เวลาร่วมกันก็ยังคงฝังลึก มีหลายครั้งที่ลูกสาวคนนี้แสดงมุมตลก ๆ ออกมา ในขณะเดียวกันเปี่ยมซึ่งเคยเป็นเด็กขี้อายเมื่อโตเป็นหนุ่มกลับเป็นคนแสดงออกชัดเจนพูดจาเถรตรง และมั่นใจในการพูดมากขึ้นบนโต๊ะอาหาร“เปรมกินอันนี้ไหม เดี๋ยวพี่ตักให้”“กินจ้ะ”ภาพพี่น้องรักใคร่กลมเกลียวแบบนี้ช่าง
เนื่องจากปิ่นเปี่ยมก็โตขึ้นแล้ว สามีจึงเห็นว่าควรหาพื้นที่ส่วนตัวให้อย่างน้อยก็เป็นห้องนอนเล็ก ๆ ให้ฝึกใช้ชีวิตด้วยตัวเองส่วนเปรมด้วยว่าพึ่งคลอดได้ไม่กี่เดือนยังคงต้องนอนห้องเดียวกันกับพวกเขาอยู่ แต่ก็มีอยู่หลายวันเหมือนกันที่พวกเราห้าคนมานอนด้วยกัน จะนับเป็นส่วนใหญ่เลยก็ว่าได้ในตอนนี้ปิ่นเปี่ยมขึ้นป.๒ และก็มีบางวันที่เลิกเรียนกลับมาเย็นเนื่องจากมีกิจกรรมของทางโรงเรียนเขา ในขณะเดียวกันนี่ก็เป็นอีกครั้งที่มีกินเลี้ยงคนงาน ครัวจึงถูกใช้งานอย่างเต็มอัตราโดยมีพี่ม่วงพี่เฉลิมมาช่วยอย่างที่เคยเป็น กว่าจะวางมือจากตะหลิวเช็ดล้างทำความสะอาดพื้นครัวก็ปาไปเกือบหกโมง ลูก ๆ จึงอาบน้ำอาบท่าขึ้นไปทำการบ้านกันก่อนแล้ว ไหนจะได้ยินว่าง่วงเพราะเล่นกีฬามา สงสัยคงต้องขึ้นไปดูน้ำในเหยือกด้านบนเสียหน่อยว่าพอหรือเปล่า“ขอบคุณที่มาช่วยนะจ๊ะพี่ม่วง”“ผมต้องมาช่วยอยู่แล้วครับ”พี่ม่วงมอบยิ้มให้หลังพี่เฉลิมเดินมายกหม้อไปขึ้นท้ายรถ ส่วนพี่ธรรศตอนนี้พึ่งกลับมาจากการออกไปสะสางเรื่องหนี้กับผัวเมียสองคนนั้นนิดหน่อย จะว่าไปหลังจากวันนั้นเขาก็ไม่ได้เห็นหน้าพี่กอบกับคุณ
เนื่องจากเขาสนิทกับพี่ม่วงเป็นทุนเดิมเพราะคุยกันถูกคอถึงเรื่องเด็ก ๆ ที่ได้โอกาสและเงินสนับสนุนจากพี่ธรรศให้ไปเรียนไกลถึงพระนครซึ่งใคร ๆ ต่างก็รู้ว่าที่นั่นการศึกษายอดเยี่ยมแค่ไหน จนตอนนี้เด็ก ๆ เหล่านั้นก็กลับมาช่วยงานของสามีภายใต้การดูแลของพี่ม่วงพี่หนูตัวเล็กเคยเล่าว่าเด็ก ๆ ตัวสูงกันมาก ซึ่งพอได้มาทำงานร่วมกันเขาจึงเห็นด้วยเป็นอย่างยิ่ง ทั้งเด็กพวกนั้นก็เป็นที่น่าเอ็นดู รับฟังคำแนะนำ ไหนจะขยันขันแข็งหนักเอาเบาสู้จนมีหลายครั้งที่หากกำไรงาม เขามักจะปันส่วนให้เด็ก ๆ เอาไปกินเลี้ยงหรือไม่ก็เก็บหยอดกระปุกเผื่ออยากจะเอาไปต่อยอดสานฝันเขาอยากหาเงินด้วยน้ำพักน้ำแรงของตัวเองจึงเก็บหอมรอมริบเงินเดือนในสมัยที่ยังทำงานประหนึ่งคนใช้ในช่วงเป็นหนี้มาซื้ออุปกรณ์ทำอาหาร และเอาเงินไปจ่ายค่าแผงของพี่ธรรศที่แม้ในเริ่มแรกเจ้าตัวจะอิดออดขอไม่รับแต่เขาก็บอกจุดประสงค์ชัดเจน จนในที่สุดเจ้าพี่ก็ยอมให้กันในช่วงแรกนั้นดำเนินไปได้ด้วยดี แม้มีชะงักไปบ้างเพราะมันคาบเกี่ยวตอนตั้งท้องน้องเปรมแต่สุดท้ายเขาก็พาตัวเองมาขายได้บ้างเป็นบางครั้งบางคราว เพราะพี่ธรรศเอาบทบาทสามีภรรยา
ผ่านมาหนึ่งปีถ้วนนับตั้งแต่คืนวันแต่งงาน ในช่วงเวลาที่ผ่านมาพี่ธรรศพาเขาไปพบสูติแพทย์อยู่เป็นประจำตามกำหนด หาหยูกยาบำรุงตามคำหมอมาต้มให้เขาดื่มทุกคืนก่อนนอน ไหนจะอาหารการกินอุดมสมบูรณ์เต็มตาเต็มโต๊ะยิ่งกว่าเก่า เขาที่ท้องสามแล้วจึงพอมีความคุ้นชินอยู่บ้าง และทราบว่าคนท้องพอทำอะไรเองได
เนื่องมาจากมีเศรษฐีคนหนึ่งจ้องจะหาแม่พันธุ์มาสืบตระกูลจึงตระเวนหาคนที่เหมาะสมจนมาเจอบ้านน้องโคนม แน่นอนว่าจะมีครอบครัวไหนยอมปล่อยขายลูกตัวเองง่าย ๆ ทางนั้นที่มีอำนาจมากกว่าจึงกลั่นแกล้งทำให้ธุรกิจทางบ้านตกต่ำในที่สุดก็สามารถเอาเงินฟาดซื้อตัวน้องวัวน้อยมาอยู่ในบ้านจนได้เขาได้
ภูวธรรศเปลี่ยนลูกข่างไปจนครบ เหวี่ยงเชือกแล้วไม่รู้กี่รอบต่อกี่รอบแต่น้องวัวน้อยก็ไม่มีทีท่าว่าจะเบื่อเลยสักนิด ยิ่งเป็นลูกข่างซึ่งวาดลวดลายสีสันยิ่งจ้องมองไม่วางตา เขาจำได้ว่าตัวเองเล่นแป๊บ ๆ ก็เบื่อแต่ไม่ใช่กับน้องเปลวเลยบ้านของโคน้อยย้ายมาจากต่างจังหวัด เข้ามาเช่าหนึ่งในบ
อิงตามกฎของธรรมชาติไล่จากผู้แข็งแกร่งสู่ผู้ที่อ่อนแอ เจ้าป่าย่อมมีชัยเหนือสัพพะสัตว์ทั้งปวงบ้านเหมบำรุงขึ้นชื่อว่ามีทรัพย์สินมากมายเกินกว่าจะนั่งนับด้วยนิ้วของคนร้อยคน ด้วยผู้นำตระกูลสืบสายเลือดมาจากเสือดาวหิมะอันเป็นที่น่ายำเกรงกระนั้นการส่งต่อเงินทองมากมายที่มีไปยั