โคขัดดอก

โคขัดดอก

last updateTerakhir Diperbarui : 2024-11-25
Bahasa: Thai
goodnovel18goodnovel
Belum ada penilaian
30Bab
3.7KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

“ค... คุณผู้ชาย หักเงินเดือนส่วนของฉันไปเลยก็ได้จ้ะ ฉันไม่อยากติดหนี้บุญคุณ” “ถ้าไม่อยากติดหนี้บุญคุณก็ตั้งใจทำงานบ้าน” “จ้ะ…” ชายร่างกำยำเดินกะจะกลับขึ้นเรือนไปผลัดผ้าเข้านอนพลางตวัดหางตาส่องตะเกียงมองไปยังห้องน้อยใต้ถุนเรือน คิดอยู่เพียงครู่แล้วจึงค่อยก้าวเหยียบขั้นบันไดสาวเท้าเข้าห้องนอนของตน แม้จะซ่อนหูหางไว้แล้วแต่จะเรียกกลับมาเมื่อไหร่ก็ได้ทั้งสิ้น ดังนั้นเมื่ออยู่ในห้องส่วนตัวบนร่างหนาของชายสักยันต์จึงปรากฏเป็นใบหูสีขาวและหางยาวลายพร้อยสีดำซึ่งกระดิกไปมาอย่างอารมณ์ดี ก่อนจะเทตัวลงเตียงดีดดิ้นไปมาอย่างไม่รักษามาด พร้อมกรีดร้องอยู่ในใจ ‘วันนี้น้องเปลวก็น่ารักอีกแล้ว!’ ตอนวิ่งมาดูลูกด้วยความเป็นห่วงก็น่ารัก ตอนมองเขาอย่างเกรงใจเป็นกังวลก็น่ารัก ไม่ว่าจะมองมุมไหนทำอะไรหรือแค่ยืนหายใจน้องเปลวก็น่ารักไปหมดเลย ถ้ารู้ว่าจะดีใจกับของเล่นจักสานแบบนี้เขาน่าจะเหมามาให้ทั้งร้าน!

Lihat lebih banyak

Bab 1

**ชี้แจงก่อนอ่าน**

#DBN

Di bawah Ketetapan-Nya (Ketika Dia Bukanlah Takdirku) 

Bab 1 Satu insan yang memikat dua hati

"Hanna!" teriak Mala dari kejauhan tepat setelah Hanna keluar dari kereta.  

Hanna menoleh kearah sumber suara. Dengan senyum mengembang ia membalas panggilan sahabatnya dengan lambaikan tangan. 

Ketika kedua netra dari dua insan itu saling bertemu, Hanna dan Mala pun dengan sedikit berlari kecil akhirnya bersatu dan berpelukan guna melepas rindu yang teramat besar. Sebab, bertahun-tahun sudah mereka tak berjumpa karena kala itu Mala terpaksa harus ikut dengan kedua orang tuanya yang sudah pensiun dari pekerjaannya dan ingin kembali ke kota kelahiran mereka yakni di kota Solo. 

Sebuah kota kecil yang memiliki budaya jawa cukup kental. Selain itu kota ini pula lah yang nantinya akan menjadi tempat tinggal sekaligus tempat bekerja Hanna selama kontrak mengajarnya di sebuah sekolah menengah pertama berbasis islam berlangsung. 

"Assalamualaikum sahabatku," ucap Hanna sembari melepas pelukannya dengan Mala. 

"Wa'alaikumussalam warrohamtullahi wabaarokaatuh," balas Mala dengan senyum yang sumringah. Tampak jelas kebahagiaan melekat di hatinya. 

"Makin cantik aja kamu, Han. Gemes aku!" ujar Mala sambil mencubit gemas pipi Hanna.

 "Gimana kabarmu?" tanya Mala kemudian. 

"Alhamdulillah aku baik, kok. Gimana kamu?" tanya Hanna balik dengan senyum manis yang menghiasi wajahnya. 

"Aku juga baik, alhamdulillah."

Sedikit obrolan ringan pun terjadi. Lalu Mala yang lebih mengetahui bagaimana situasi kota Solo akhirnya mengajak Hanna untuk mencari makan supaya lebih banyak punya waktu untuk saling melepas rindu. 

"Gimana? Di jalan ketemu apa gitu gak?" tanya Mala yang betul-betul menunjukkan raut wajah bahagianya. 

"Ketemu apa?" Hanna pura-pura berpikir sebab ia tahu kalau sahabatnya itu hanya sedang mencoba mengodanya saja. 

"Jodoh kali. Ha ha ha!" Dan rupanya benar tebakan Hanna. Dengan recehnya Mala menjawab pertanyaannya sendiri. 

Ya begitulah kedua sahabat itu. Saling melengkapi satu sama lain meski terlihat jelas perbedaan sifat dari keduanya. Dimana Hanna yang lebih terlihat kalem dan tak banyak bertingkah berbanding terbalik dengan Mala yang lebih sering menampakkan keekspresiannya. 

"Aku dijodohkan, Han," kata Mala di tengah-tengah obrolan mereka. 

Mendengar perkataan Mala barusan seketika membuat Hanna terbatuk. Ia tampat terkejut dengan berita yang disampaikan sahabatnya itu. Bagaimana bisa diusia Mala yang masih muda tapi sudah akan dinikahkan? 

Karena penasaran Hanna pun menanyakan perihal perjodohan yang dijalankan Mala saat ini.  Dimana calon suami Mala adalah seorang laki-laki lulusan sebuah pondok pesantren yang ada di Boyolali. Tak banyak yang Mala tahu tentang calon suaminya itu termasuk wajahnya. Namun, ada yang jelas Mala ketahui adalah laki-laki itu bernama Hafiz dan pekerjaannya adalah seorang guru di sekolah menengah atas yang juga berbasis islam. 

"Kok, kamu mau sih nerima perjodohan itu? Padahal kamu sendiri aja belum tau orangnya," tanya Hanna heran. 

"Orang tuaku. Mereka cukup menjadi alasanku buat terima perjodohan ini," balas Mala. 

Hanna menghela napasnya. Ia tahu betul betapa sayangnya Mala terhadap kedua orang tuanya itu. Apalagi Mala adalah anak satu-satunya sehingga Hanna yakin keputusan yang diberikan kedua orang tuanya untuk menikahan Mala adalah yang terbaik untuk semuanya. 

Ditambah pula calon suami Mala terbilang baik dari segi bebet, bobot, dan bibitnya. Dalam hati Hamna hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk sahabatnya itu. 

***

Disuatu hari sepulang mengajar Hanna berniat untuk mampir ke masjid dekat kontrakannya. Masjid Arrahman. Masjid dimana yang membawa kesan sendiri bagi Hanna ketika pertama kalinya ia beribadah di tempat ini. 

Disaat Hanna baru saja keluar dari masjid tiba-tiba perhatiannya tercuri dengan sosok laki-laki berpeci yang memakai baju koko model pakistan. Laki-laki yang berparas tampan serta begitu adem ketika melihatnya. 

Cukup lama Hanna menatap laki-laki yang tak ia kenal sebelumnya itu. Hingga akhirnya ia tersadar jika apa yang ia lakukan barusan seharusnya tak dibenarkan dalam agama. 

"Astaghfirullah!" tegur Hanna pada dirinya sendiri. 

Hanna pun memutuskan untuk segera pulang. Membuyarkan semua angan-angannya bersama lelaki yang bukan mahromnya itu. Tetapi langkahnya terhenti ketika ia menyadari jika sepatu miliknya tidak ada di tempat dimana ia meletakkannya tadi. 

Sekuat tenaga mengingat juga berusaha mencari dengan cara memutari sekeliling masjid berharap mungkin saja ia yang lupa menaruhnya. Namun sayang hasilnya tetap nihil. Sepatunya tak ditemukan. 

"Pakai ini aja, Mbak." Tiba-tiba ada seseorang yang meletakkan sepasang sandal jepit di hadapan Hanna. 

Hanna tertegun mengetahui siapa yang memberikannya sandal jepit tersebut. 

Benar, laki-laki yang memberikan sandal jepit itu adalah laki-laki yang sempat mencuri perhatiannha tadi. Seorang pemuda yang kata Hanna cukup tampan itu ternyata belum lama ini menjadi salah satu imam di masjid Arrahman. 

"Pakai saja. Tadinya mau saya pakai, tapi barusan dapat laporan dari takmir masjid sini kalau Mbak sepertinya sedang kebingungan nyari sepatu yang ternyata diambil orang pas sholat tadi," kata laki-laki itu pada Hanna. 

Sayangnya, saking tak percayanya jika laki-laki yang sempat mencuri perhatiannya tadi kini berada di hadapannya alhasil membuat Hanna terdiam mematung. 

"Mbak?" Hanna tersentak ketika laki-laki itu memanggilnya lagi. 

"Oo, iya, Ma–s. Terima kasih," jawab Hanna gugup. 

Hanna akui ia terpukau melihat laki-laki yang tadinya ia pikir hanya bisa sebatas melihatnya dari jauh. Tapi takdir berkata lain. Hanna kini tak hanya melihatnya namun malah bisa berinteraksi dengan cara yang tak ia sangka sama sekali. Meskipun harus kehilangan sepatunya. 

Laki-laki itu pun menjelaskan kalau usai sholat kebetulan Pak Amir —takmir masjid— tak sengaja melihat Hanna yang hanya mondar-mandir di sekitar area masjid. Karena merasa Hanna kehilangan sesuatu Pak Amir lantas mengecek CCTV dan melihat seseorang yang kemungkinan telah mengambil sepatu milik Hanna ketika dirinya tengah sholat. 

"Yasudah, mungkin sudah bukan rejeki saya," kata Hanna lalu ia pun mengucap salam sebagai tanda untuk pamit pulang. 

"Wa'alaikumsalam Warohmatullahi wabarakatuh."

Laki-laki itu dengan penuh kesadaran menatap kepergian Hanna dengan senyum tipis. Lantas berkata dalam hati, "andai dia jodohku."

Benar, laki-laki yang memberikan sandal jepit pada Hanna itu bernama Hafiz. Yang mana sebetulnya ia adalah calon suami dari Mala. 

Hafiz sendiri sebenarnya tak jauh beda dengan Mala. Dengan tujuan ingin berbakti pada ibunya, ia terpaksa menerima perjodohan yang diberikan untuknya. Dan karena hal itu lah yang membuat hatinya belum bisa menerima Mala sepenuhnya. Alhasil ia tak bisa mengendalikan perasaannya ketika bertemu dengan Hanna yang telah membuatnya jatuh hati pada pandangan pertama.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya
Tidak ada komentar
30 Bab
**ชี้แจงก่อนอ่าน**
 1. นิยายเรื่องนี้อิงประวัติศาสตร์ในช่วงเวลาปีพ.ศ.250X*ไม่ได้ระบุเจาะจงยุคชัดเจนแต่ประมาณรุ่นคุณปู่คุณย่าค่ะ* ทุกตัวละคร และสถานการณ์ที่เอ่ยถึงกล่าวถึงเป็นเพียงจินตนาการของผู้แต่งแต่เพียงเท่านั้น ซึ่งไม่มีเจตนาดูหมิ่นไม่ว่าจะในเชิงส่วนบุคคลหรือสถาบันเลยแม้แต่น้อย2. บางส่วนของนิยายอาจมีเนื้อหาเกินความเป็นจริงเพื่ออรรถรสในการอ่าน3. นิยายเรื่องนี้เหมาะสำหรับนักอ่านที่ชื่นชอบ/สนใจเคะกล้ามหนุบหนับ และความสัมพันธ์ระหว่างเจ้าหนี้/ลูกหนี้4. บางส่วนในนิยายมีการกล่าวถึง สิ่งเสพติด/อบายมุข, ความรุนแรง, คำหยาบคาย, การค้ามนุษย์, ฉากโจ่งแจ้งทางเพศโปรดใช้วิจารณญาณในการอ่าน. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . จำนวนตอนหลัก 21 ตอนจำนวนตอนพิเศษ 8 ตอน***พิสูจน์อักษร 2 ครั้ง***อัปเดตครั้งล่าสุด 10/07/2024#โคขัดดอก. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Baca selengkapnya
บทที่ ๑ เจ้าหนี้แบบใด
  ‘สังคมมนุษย์สัตว์’ คือนิยามของโลกนี้ ทุกผู้ทุกคนมีวิวัฒนาการมาจากสัตว์ประเภทใดประเภทหนึ่งโดยมีพื้นฐานคล้ายคลึงกับมนุษย์ พัฒนาสังคมระหว่างสัตว์กินพืชและสัตว์กินเนื้อมาจนเข้าสู่ยุคสมัยสุขสงบซึ่งสิ่งประดิษฐ์เดินหน้าไกลขึ้นจากประวัติศาสตร์ ผู้คนเริ่มตั้งหมู่บ้านเวลาผ่านไปกลายเป็นพระนครอันใหญ่โต ก่อเกิดเศรษฐกิจการเมืองโดยมีคนตัวเล็กตัวน้อยเป็นฟันเฟืองช่วยกันขับเคลื่อนและนั่นคือสังคมมนุษย์สัตว์การสืบสายพันธุ์ยังคงมีต่อไปตามสัญชาตญาณ กระนั้นหากมีการประสมข้ามสายพันธุ์เลือดที่เข้มกว่าจะเป็นผู้อยู่รอดโดยไม่เกี่ยงว่าจะเป็นตัวผู้หรือตัวเมีย และนั่นอาจเป็นชนวนของการซื้อขายซึ่งแม่พันธุ์ชั้นดี . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  เสียงตะหลิวโลหะกะเทาะกับขอบกระทะใบโตซึ่งเต็มไปด้วยเม็ดข้าวเคลือบไข่ไก่สีทองเนียนละเอียดพร้อมด้วยเนื้อหมูสับและต้นหอมซอยสีเขียวเพิ่มสารอาหาร กลิ่นควันหอมโชยคละคลุ้งไปทั่วครัวไฟซึ่งถูกปลูกไว้หลังเรือนไม้ใหญ่โตข
Baca selengkapnya
บทที่ ๒ เกี่ยวพัน
 อิงตามกฎของธรรมชาติไล่จากผู้แข็งแกร่งสู่ผู้ที่อ่อนแอ เจ้าป่าย่อมมีชัยเหนือสัพพะสัตว์ทั้งปวงบ้านเหมบำรุงขึ้นชื่อว่ามีทรัพย์สินมากมายเกินกว่าจะนั่งนับด้วยนิ้วของคนร้อยคน ด้วยผู้นำตระกูลสืบสายเลือดมาจากเสือดาวหิมะอันเป็นที่น่ายำเกรงกระนั้นการส่งต่อเงินทองมากมายที่มีไปยังรุ่นสู่รุ่นจึงเป็นเรื่องยากเนื่องจากการหาแม่พันธุ์มาเป็นตัวกลางยากแสนยาก ทว่าสุดท้ายด้วยความพยายามไม่ว่าจะด้วยพลังเงินตราหรือพลังไสยศาสตร์จึงออกมาเป็นทายาทจำนวนสามคนซึ่งกุมอำนาจบริวารเอาไว้ไม่ให้ตกไปอยู่ในมือคนนอกตระกูล . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  “น้องสิน พี่มาหาแล้วนะจ๊ะ”เสียงลั้นลาอย่างคุณชายอารมณ์ดีเปิดประตูตำหนักเข้ามาหาน้องแฝดคนรองอย่างไม่ถือตัว ภูวธรรศมองห้องโอ่โถงประดับประดาไปด้วยของขลังในโหลแก้ว เชิงเทียน บายศรีและสายสิญจน์พันรอบเสา“ขนลุกว่ะ”“กูก็พอกัน”“แล้วพูดเพื่อ?”“ได้ยินว่าน้องเปลวชอบคนพูดเพราะ”
Baca selengkapnya
บทที่ ๓ ผ่านไปเร็ว
 ภูวธรรศเปลี่ยนลูกข่างไปจนครบ เหวี่ยงเชือกแล้วไม่รู้กี่รอบต่อกี่รอบแต่น้องวัวน้อยก็ไม่มีทีท่าว่าจะเบื่อเลยสักนิด ยิ่งเป็นลูกข่างซึ่งวาดลวดลายสีสันยิ่งจ้องมองไม่วางตา เขาจำได้ว่าตัวเองเล่นแป๊บ ๆ ก็เบื่อแต่ไม่ใช่กับน้องเปลวเลยบ้านของโคน้อยย้ายมาจากต่างจังหวัด เข้ามาเช่าหนึ่งในบ้านหลังที่เขาเป็นเจ้าของ บ้านหลังนั้นไม่ได้เล็กหรือใหญ่จนเกินไป พอดีกับขนาดครอบครัวสามคนพ่อแม่ลูก จากการแต่งตัวน่าจะพึ่งมาเริ่มมีฐานะเมื่อไม่นานมานี้ จากการถามน้องเปลว น้องเจ้าเล่าว่าเมื่อก่อนปลูกกระท่อมทำเถียงนาอยู่กันเล็ก ๆ จนเมื่อมีคนมาขอซื้อที่ด้วยจำนวนเงินมากมายมหาศาลบ้านน้องเปลวจึงคิดย้ายเข้ามาเริ่มต้นใหม่ในตัวเมืองเหนือซึ่งเส้นทางก็ไปได้ดีไม่มีติดขัด“วันนี้น้องขอไปเล่นบ้านที่ธรรศได้ไหมจ๊ะ?”“ได้สิ แต่แม่จะไม่ว่าเอาเหรอ?”ส่วนที่เขาเล่นอยู่ประจำคือลานดินหน้าบ้านน้องเปลว หากจะไปบ้านคนอื่นต้องขอผู้ใหญ่เสียก่อน แต่มาขอปุบปับแบบนี้ไม่รู้มารดาจะอนุญาตหรือไม่ยิ่งเป็นสุคนธ์เสียด้วย“ฉันขอแม่ตั้งแต่เมื่อเช้าแล้วล่ะจ๊ะ”“แบบนี้น่าจะบอกพี่แต่แรกสิ จะได้พาไปนั่
Baca selengkapnya
บทที่ ๔ กริ้ว
 เนื่องมาจากมีเศรษฐีคนหนึ่งจ้องจะหาแม่พันธุ์มาสืบตระกูลจึงตระเวนหาคนที่เหมาะสมจนมาเจอบ้านน้องโคนม แน่นอนว่าจะมีครอบครัวไหนยอมปล่อยขายลูกตัวเองง่าย ๆ ทางนั้นที่มีอำนาจมากกว่าจึงกลั่นแกล้งทำให้ธุรกิจทางบ้านตกต่ำในที่สุดก็สามารถเอาเงินฟาดซื้อตัวน้องวัวน้อยมาอยู่ในบ้านจนได้เขาได้ยินขณะลงพื้นที่ดูการก่อสร้างก็ฉุนจัด อยากจะโยนงานทิ้งแล้วไปเด็ดหัวไอ้หมอนั่นมันเสียตอนนี้ ทั้งบังคับข่มขู่ ทั้งกดให้จมดินอย่างหน้าไม่อาย แล้วยังมองน้องเปลวของเขาเป็นเพียงแม่พันธุ์ในตอนนั้นเขาคิดแล้วว่าบางทีคำพยากรณ์ของบิดาอาจเป็นเรื่องโกหก หากเขาจะได้มาจริงทำไมเรื่องราวมันถึงเป็นแบบนี้ไปได้ ไม่ว่าพวกเขาต้องฝ่าฟันอุปสรรคไปด้วยกันเหรอใช่ เขาจะได้คนมีตำหนิ แต่แบบนี้มันทำร้ายเขาเกินไป มันช่างน่าเจ็บใจที่มารู้ในวันที่ทำอะไรไม่ทันแล้วเขาได้ที่อยู่อาศัยปัจจุบันของน้องโคนมมาอยู่ในกำมือและคิดว่าจะเดินทางไปดูให้เห็นกับตาว่าไอ้คนที่ได้ตัวน้องเปลวไปมันเป็นคนแบบไหน ถ้าเป็นไอ้คนสิ้นไร้ไม้ตอกละก็เขาจะแย่งมาเองจนเมื่อมาถึงภาพที่เขาคิดเอาไว้มันกลับไม่ใช่เลย บ้านหลังนั้นมีอาณาเ
Baca selengkapnya
บทที่ ๕ ร้อน ๆ หนาว ๆ
 แม้ไม่มีเสียงไก่ขันหรือนาฬิกาปลุกไขลานเมื่อถึงเวลาเช้าตรู่ร่างกายซึ่งเริ่มปรับตัวจึงค่อย ๆ รับรู้ถึงอากาศเย็นที่ลอยเข้ามาแตะผิว ยังดีที่เขาปักชุนผ้าห่มแล้วหาผ้าอะไรมาเย็บเพิ่มอีกทบทันก่อนเข้าหน้าหนาวพอดีแม่โคนมค่อย ๆ หยัดตัวขึ้นขยี้ตาจัดแจงผมเผ้าที่ชี้ฟูให้มันพอดูได้ กระชับผ้าคาดหน้าอกที่หลุดหลวมให้เข้าที่ เหลือบตามองพื้นใต้บานประตูจึงเห็นว่าฟ้ายังคงมืดอยู่ สงสัยเขาคงต้องออกไปดูนาฬิกาบนเสาให้แน่ใจว่านี่กี่โมง เขาไม่อยากปลุกเด็ก ๆ เสียเที่ยวประเดี๋ยวจะนอนไม่เต็มอิ่มแม่วัวก้าวลุกออกจากฟูกเตียงอย่างเชื่องช้าเกรงจะทำลูกน้อยทั้งสองตื่นแล้วจึงค่อยเอื้อมมือไปคว้าผ้าผวยผืนของตนเองออกมาคลุมเนื้อตัวกันลมหนาว เพราะมันแค่ออกมามองนาฬิกาจึงไม่ได้พกเชิงเทียนออกมาด้วย‘ตีสี่ครึ่ง’ นี่ก็ใกล้เวลาตื่นแล้ว เขาต้องตระเตรียมอะไรให้เสร็จก่อนหกโมงรวมไปถึงมื้อเช้า แต่ดูจากลมแล้วเขาว่าน้ำในโอ่งวันนี้ท่าจะเย็นพอควร ไปขอป้าจำเนียนต้มน้ำร้อนผสมลงไปสักหน่อยก็แล้วกันเดินอ้อมไปหลังเรือน ณ ครัวไฟ เขาได้ยินเสียงกุกกักพร้อมดวงไฟเหนือหัวที่เปิดอยู่ วันนี้ป้าจำเนียนก็ตื่นเช้
Baca selengkapnya
บทที่ ๖ ไม่กินใบไม้
 “คุณธรรศทำไมไม่กินผักบ้างล่ะจ้ะ”“ปิ่นพูดอะไรน่ะ!?”เสียงเจื้อยแจ้วของเด็กหญิงที่เคี้ยวผักพายลวกหงุบ ๆ โพล่งขึ้นกลางวงเมื่อเห็นว่าในจานขนมจีนของคุณผู้ชายมีแต่น้ำยากับลูกชิ้นไม่เห็นมีผักใบเขียวสักกะนิด ส่วนเปลวผู้เป็นแม่ก็ติเตียนเด็กหญิงไม่ให้พูดอะไรลามปามคนเป็นนายนั่นทำธรรศถึงกับสะอึก ใช่ว่าเขาจะกินไม่ได้แต่มันไม่ชอบ ทั้งสีที่เขียวอี๋ไหนจะกลิ่นอันเป็นเอกลักษณ์ที่เขาซึ่งมีพื้นฐานมาจากสัตว์กินเนื้อเลี่ยงได้ก็จะเลี่ยง แต่ในเมื่อเขาตัดสินใจจะมานั่งร่วมโต๊ะแล้วอย่างน้อยก็ต้องสร้างความประทับใจ แม้มันจะเป็นความประทับใจเล็ก ๆ น้อย ๆ อย่างการกินผักก็ตาม“คุณธรรศ ฉันขอโทษแทนลูกฉันด้วยนะจ๊ะ”เปลวใจไม่ดีวางจานส่วนของตัวเองมาปรามลูกสาวที่พูดจาไม่มีหูรูด เขาทั้งแปลกใจทั้งเกร็งที่จู่ ๆ เมื่อเช้าคุณธรรศก็เดินลงมาบอกจะนั่งทานมื้อเช้าด้วยกัน เขาที่คิดว่าเจ้าตัวคงอยากนั่งกินกับป้าจำเนียนสองคนก็จะพากันไปนั่งกันในห้องเก็บของแต่คุณชายเจ้าดันบอกให้พวกเขานั่งตามเดิม“ไม่เป็นไรหรอก ก็มันเป็นเรื่องจริงนี่”ภูวธรรศไม่คิดถือสาเด็ก แม้มันจะแทงใจดำไ
Baca selengkapnya
บทที่ ๗ พิเศษ
 ตกเย็นเปลวเอาข้อเสนอของคุณธรรศมาคิด มันน่าลำบากใจกับคำว่า ‘นอน’ ถึงมีเรื่องราวพรรค์นั้นเกิดขึ้นอย่างไรร่างกายเขาก็รองรับได้ เพราะเขากับสามียังไม่ได้มีพันธะต่อกัน ซึ่งคุณธรรศคงจะรู้เรื่องนี้จากการที่เขาไม่มีรอยอยู่บนหลังคอ‘ถ้าฉันนอนแล้วคุณธรรศจะไม่มาเก็บค่าคุณครูกับฉันทีหลังใช่ไหมจ๊ะ’‘ใช่’เมื่อเที่ยงคุณธรรศตอบมาเร็วมาก ทั้งยังหน้าแดงแจ๋ทั้งที่อากาศบนเรือนก็ไม่ได้ร้อน‘…ถะ...ถ้าเอ็งอยากนอนกับลูกวันไหนก็บอก…’ทีแรกเขาคิดว่านอนเพียงคืนเดียวแต่อาจจะไม่ใช่สินะ ก็ค่าการเรียนการสอนเทียบกับการที่ให้คนอย่างเขาไปนอนด้วยแล้วคุณค่ามันวัดกันไม่ได้เลยเปลวหนักใจ มองลูก ๆ ซึ่งกำลังพยายามแต่งตัวเหน็บผ้ากันอยู่ก็นึกอดสู ยิ่งหลังจากเขาบอกว่าจะไม่มีครูมาสอนอะไรทั้งนั้นเด็ก ๆ ก็คล้ายซึมลงอย่างเห็นได้ชัด“เด็ก ๆ อยากเรียนกัน...จริง ๆ ใช่ไหมจ๊ะ?”“จ้ะ!/จ้ะ!”เปลวข่มนัยน์ตาเศร้าผลิยิ้มออกมาเจือจาง ทีเมื่อกี้ทำเป็นนั่งหงอยนะ เขาตัดสินใจได้แล้วแต่อย่างไรก็ยังต้องการคำยืนยันจากเด็ก ๆ“สัญญากับแม่ได้ไหมว่าจะตั้งใจเรียนไม่ดื้
Baca selengkapnya
บทที่ ๘ หนึ่งคืนหมื่นเหตุการณ์
 คุณผู้ชายภูวธรรศ เหมบำรุง หลังโดนคำถามกระชากจิตจากแม่วัวไปก็ถึงกับหน้าซีดตัวสั่น มันห้ามไม่ได้เลยจริง ๆ ที่จะเผลอร้อยเรียงเรื่องราวสัปดนเป็นฉาก ๆสุดท้ายท่ามกลางแสงไฟสลัว กลิ่นกำยาน และสุคนธ์ตัวหอมที่นั่งเฝ้ารอคำสั่งตาแป๋วก็ต้องมานั่งนวดไหล่ให้เจ้าหนี้ตอนนี้สวรรค์กำลังลงโทษเขาอยู่หรือไร ทำไมเขาที่เป็นคนกุมอำนาจแท้ ๆ ไฉนต้องมานั่งกดข่มอารมณ์พลุ่งพล่าน ภูวธรรศในตอนนี้คล้ายคนกำลังจะจมน้ำตะเกียกตะกายขึ้นฝั่งแต่ความหวังช่างริบหรี่เหลือเกิน“ตรงนี้ได้ไหมจ๊ะ?”“อือ...”หนึ่งคำล้านความหมายนัก เขาไม่อาจรู้ได้เลยว่าจะสรรหาคำไหนมาบรรยายอาการปัจจุบันในตอนนี้และในอนาคตอันใกล้ ถ้าเขาปล่อยหูหางออกมาตอนนี้น้องเปลวจะมองเขาว่าประหลาดหรือเปล่า ในเมื่อเจ้าตัวจำไม่ได้ว่าตัวเขานั้นไว้ใจน้องเปลวมากแค่ไหนภูวธรรศขณะบ่ากำลังถูกนวด สายตาก็เหลือบมองแม่วัวนมที่สะท้อนอยู่บนกระจกโต๊ะเครื่องแป้ง“ฉันถามอะไรเอ็งได้ไหม?”“ได้สิจ๊ะ”“ทำไมเอ็งถึงตัดผมสั้น?”เขาจำได้แม่นว่าเมื่อก่อนน้องเปลวไว้ผมยาวแล้วก็ถักเปียเดี่ยวล
Baca selengkapnya
บทที่ ๙ ซื้อทำไม
 ภูวธรรศหลังจากที่มาเป็นคนเดินเก็บค่าแผงเองเพื่อตรวจสอบความเรียบร้อย จากวันแรกผ่านมาได้สองวันแล้วแต่กลับไม่มีเหตุการณ์อะไรเกิดขึ้น ทั้งถามไถ่เหล่าพ่อค้าแม่ขายก็เห็นว่าทุกอย่างดำเนินไปได้เป็นอย่างดี ไม่มีอันธพาลวัยรุ่นที่ไหนมารังควานสร้างความเสียหายแก่สินค้าพวกเขาแล้ว หากเป็นเช่นนี้ไปจนครบหนึ่งสัปดาห์เต็มเขาก็คิดว่าจะให้พวกลูกน้องกลับมาดูแลดังเดิมบรรยากาศตลาดในยามเช้าตรู่ของวันพุธช่างเป็นอะไรที่ครึกครื้นพอ ๆ กับห้างร้านในตัวเมืองเมื่อตกบ่าย ผู้คนแห่แหนมาซื้อวัตถุดิบไปปรุงอาหาร บ้างก็ซื้อของสำเร็จไปอุ่นทานกันง่าย ๆ ในครอบครัว เพราะเห็นว่าตอนนี้มีคนทำกิจการขายเสื้อผ้ามื้อหนึ่งมือสองกันเยอะ เขาจึงขยายพื้นที่วางเขตขายเครื่องนุ่งห่มขึ้นมาโดยเฉพาะ ผ่านมาไม่ถึงปีผลตอบรับการจับจองพื้นที่ก็ดีตามคาด ว่าแล้วก็ยืดอกภาคภูมิใจกับตนเอง เขาที่มันคนดีจริง ๆ ได้ช่วยแม่ค้าไหนจะได้เงินเข้ากระเป๋าเพิ่มเป็นของแถมอีกภูวธรรศเดินไปตามทางพร้อมมือขวาอย่างไอ้ม่วงหนูจี๊ด เห็นว่ามันช่วงนี้กำลังส่งคนตามสืบไม่รู้ได้เรื่องได้ราวไปถึงไหนแล้ว‘ไอ้ม่วง’‘ตอนนี้ยังสืบไม่ครบครับ
Baca selengkapnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status