Short
もう二度と君を見返すことはない

もう二度と君を見返すことはない

By:  クチナシCompleted
Language: Japanese
goodnovel4goodnovel
23Chapters
13.4Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

結婚まで、あと1ヶ月。 けれど佐野千梨(さの ちり)は、まだその結婚を続けていいのか分からなくなっていた。 理由は彼氏が、親友の未亡人との間に子どもを作ろうとしているからだ。 松井康太(まつい こうた)は言った。「徹(とおる)は俺の親友だった。突然亡くなって、優香には誰も頼れる人がいない。何度も自殺未遂をしてて、もし子どもができれば、生きる支えになるかもしれないって思ったんだ」 千梨には、どうしても理解できなかった。「彼女が子どもを望むなら、養子を迎えればいい。再婚することもできるし、海外の精子バンクを利用するって方法だってある。どうして、あなたがその相手じゃなきゃいけないの?」

View More

Chapter 1

第1話

Setelah putranya meninggal, Laras mengubah semua kebiasaannya yang dibenci Benny.

Laras tidak mengawasi keberadaan Benny lagi. Saat Benny tidak pulang semalaman, dia juga tidak menangis atau membuat keributan lagi. Bahkan saat mengalami kecelakaan mobil dan dokter memintanya menghubungi keluarganya, dia juga hanya menjawab dengan tenang, "Aku yatim piatu, nggak punya keluarga."

Namun, perawat itu tetap mengenali Laras. "Kamu Nyonya Laras, 'kan? Pak Benny ada di lantai atas, perlu aku panggilkan dia turun?"

Saat itu, Laras baru sadar rumah sakit ini milik Keluarga Nugroho. Dia menggelengkan kepala, lalu berkata dengan pelan bahwa itu tidak perlu.

Namun, setengah jam kemudian, Benny tetap turun dari lantai atas. Dia hanya mengernyitkan alisnya sedikit dengan dingin, tetapi itu sudah membuat orang merasa tertekan sampai sulit bernapas. "Kamu kecelakaan mobil, kenapa nggak menghubungiku?"

Laras menundukkan kepala. "Cuma patah kaki saja, bukan masalah besar."

Nada bicara yang santai itu membuat Benny tiba-tiba merasa gelisah. Di benaknya, jelas-jelas Laras adalah orang yang sangat manja. Saat dulu mereka berpacaran, Laras sudah akan meringkuk di pelukannya untuk minta dibujuk, dicium, dan dipeluknya padahal hanya terkena flu ringan. Namun sekarang, kaki Laras sudah patah, Laras malah tidak mengernyitkan alis sedikit pun.

Benny baru saja ingin mengatakan sesuatu, tetapi tiba-tiba terdengar bisikan perawat dari luar pintu. "Pak Benny benar-benar memanjakan Bu Yanti. Lututnya hanya lecet sedikit, tapi Pak Benny sudah sangat panik. Bukan hanya panggil banyak ahli untuk memeriksanya, dia juga terus menemani di sisinya. Ke mana pun Bu Yanti pergi, dia akan menggendongnya. Nggak biarkan kakinya menyentuh lantai."

Dia langsung merasa tegang dan ekspresinya terlihat marah. Namun, dia secara refleks melirik ke arah Laras dengan sudut matanya, seolah-olah menunggu Laras merasa cemburu dan marah.

Namun, Laras bahkan tidak mengangkat kelopak matanya, hanya tetap menundukkan kepala dan berbaring di ranjang rumah sakit untuk beristirahat.

Suasana hati Benny menjadi makin buruk. Dengan ekspresi muram, dia menjelaskan, "Jangan dengarkan omongan mereka. Yanti terbentur lututnya saat syuting, aku hanya kebetulan mengantarnya ke rumah sakit."

Laras hanya mengiakan dengan tenang, lalu tidak berkata apa-apa lagi.

Melihat itu, Benny tiba-tiba merasa kesal, "Kamu nggak percaya padaku ya?"

Laras tetap menjawab Benny, hanya saja jawabannya itu tidak berasal dari hatinya lagi. "Aku percaya padamu. Yanti itu adik angkatmu. Kalian punya hubungan saudara, wajar saja kalau kamu peduli padanya."

Dulu, Benny selalu menegur Laras dengan ekspresi dingin, "Yanti itu adikku, aku nggak mungkin nggak mengurusnya. Kami ini saudara, bisa nggak kamu berhenti membuat masalah?"

Kini, Laras benar-benar bertindak seperti yang diinginkan Benny, tidak menangis lagi dan tidak membuat keributan juga. Dia seharusnya merasa senang, tetapi hatinya malah terasa sesak. Tidak benar, semua ini tidak benar ....

Saat itu, seorang perawat tiba-tiba mendorong pintu dan masuk. "Pak Benny, Bu Yanti bilang lututnya sakit. Kamu cepat naik dan lihatlah."

Benny yang sedang merasa kesal langsung membentak, "Kalau lututnya sakit, ya cari dokter. Aku juga bukan dokter, untuk apa suruh aku naik."

Perawat itu pun mundur keluar.

Benny menatap Laras dengan tatapan penuh rasa bersalah. "Laras, kamu masih sedih karena urusan anak kita ya? Soal itu, Yanti memang salah. Aku sudah menghukumnya."

Dia terdiam sejenak, lalu berjalan perlahan-lahan dan duduk di samping tempat tidurnya Laras. Dia menggenggam tangan Laras dan berkata, "Nanti kita masih bisa punya anak lagi. Bagaimana kalau begini? Minggu ini aku akan selalu menemanimu."

Namun, Laras diam-diam menarik tangannya kembali dari genggaman Benny.

Benny mengernyitkan alis dan baru saja hendak marah, tetapi tiba-tiba terdengar suara gaduh dari arah pintu. Ternyata Yanti yang bertumpu pada tongkat terjatuh di depan pintu kamar Laras.

Dia segera berlari menghampiri dan mengangkat Yanti. "Kenapa kamu berkeliaran lagi? Bukannya aku sudah menyuruhmu istirahat di tempat tidur?"

"Aku dengar Kakak Ipar kecelakaan mobil. Aku datang menjenguknya," kata Yanti dengan menyedihkan.

Setelah itu, Yanti tiba-tiba meringkuk ke dalam pelukan Benny seolah-olah Laras telah menindasnya. Dia menatap Laras dan berkata dengan suara tersekat, "Kakak Ipar, jangan marah padaku. Aku nggak sengaja buat Jack meninggal."

Jika ini terjadi di masa lalu, Laras pasti akan hancur dan berteriak. Bahkan menangis sambil mempertanyakan mengapa Benny melindungi wanita yang sudah menyebabkan kematian anak mereka.

Namun sekarang, Laras malah tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya memejamkan mata dan berbaring di ranjang, seolah-olah sudah tertidur. Wajahnya pucat dan tubuhnya juga sangat kurus. Dari kejauhan, dia terlihat sangat rapuh.

Melihat itu, hati Benny tiba-tiba terasa sakit. Dia pun menurunkan volume suaranya. "Aku antar Yanti ke atas dulu, nanti aku kembali menemanimu."

Setelah itu, Benny menggendong Yanti dan pergi. Sampai larut malam pun, dia tidak kembali ke kamar pasiennya Laras lagi.

Sebaliknya, pihak biro penerbangan menelepon Laras, "Profesor Laras, kamu yakin mau bergabung dalam Proyek Tangga Menuju Bulan milik Biro Penerbangan? Ini adalah proyek rahasia tingkat negara. Begitu bergabung, kamu harus tinggal di Pangkalan Penerbangan selama puluhan tahun. Selama itu, kamu harus terputus sepenuhnya dari dunia luar. Kamu bahkan nggak boleh menghubungi suamimu."

Laras berkata dengan tenang, "Yakin. Tenang saja, aku sudah mengajukan perceraian. Seminggu lagi masa tenang perceraian akan berakhir, aku akan mendapatkan surat cerai dan jadi orang bebas tanpa ikatan. Proyek yang terisolasi dari dunia luar ini sangat cocok untukku."

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

reviews

西川灰猫
西川灰猫
妊娠一ヶ月で子供の性別なんてわからんよ 妊娠15週くらいでわかるかなくらい 作者は妊娠したことないんだろうな。 ないにしても少しは調べてから書きなよw
2025-08-25 14:32:06
0
0
23 Chapters
第1話
結婚まで、あと1ヶ月。けれど佐野千梨(さの ちり)は、まだその結婚を続けていいのか分からなくなっていた。理由は彼氏が、親友の未亡人との間に子どもを作ろうとしているからだ。松井康太(まつい こうた)は言った。「徹(とおる)は俺の親友だった。突然亡くなって、優香には誰も頼れる人がいない。何度も自殺未遂をしてて、もし子どもができれば、生きる支えになるかもしれないって思ったんだ」千梨には、どうしても理解できなかった。「彼女が子どもを望むなら、養子を迎えればいい。再婚することもできるし、海外の精子バンクを利用するって方法だってある。どうして、あなたがその相手じゃなきゃいけないの?」康太は静かに答えた。「徹は死ぬ間際、彼女のことを俺に託した。彼女は深城市では誰も知り合いがいないんだ。頼れるのは俺しかいない」「康太、それってあまりに非常識すぎない?」康太は答えた。「体外受精だよ。実際に何かがあるわけじゃない。俺はちゃんと君と結婚するよ」彼と出会って15年、恋人として13年。ようやくたどり着いた、結婚という未来。なのに神様は、こんな残酷な悪戯を用意していた。千梨は聞いた。「じゃあ、その子はあなたのこと、どう呼ぶの?おじさん?それとも……父さん?」康太の顔が一瞬こわばった。そして苛立たしげに言った。「子どもがどう呼ぼうが、俺は気にしない」千梨が、それを受け入れられるはずがなかった。その件で、彼とはもう何ヶ月も冷戦状態だ。康太は言った。「もう一度考えてみてくれ。優香の精神状態は本当にギリギリなんだ。今は俺がそばにいてあげないと。結婚式の日にはちゃんと戻るから」そう言って、彼は家を出て行った。大きなスーツケースを2つも引いた。着替えも、日用品も、全部持ってた。千梨は、がらんどうになった新居を見つめた。窓ガラスにはまだ、新婚祝いの飾りが貼ってある。それが、今はただ皮肉にしか見えない。その時、電話が鳴った。ウェディングドレスショップからだった。彼女は電話に出た。「もしもし、佐野様ですか?ドレスとタキシードのオーダーを急ぎたくて、ご本人と松井様のお二人のサイズを教えていただけますか?」自分のサイズは分かっている。でも、康太のは知らない。千梨は彼に電話をかけた。するとすぐに出た。「考え直した?」その向
Read more
第2話
千梨はInstagramにこう投稿した。【結婚相手を募集します。信頼できる独身男性、紹介してください】すぐにコメント欄は野次馬たちで賑わった。【康太と喧嘩したの?男って外で遊ぶのは普通だよ。いちいち怒ってたら、いい男を失うよ】と説教じみたコメントがあった。さらには、【こんなことして、康太さんに失礼だと思わないの?】と責める声もあった。それを見て、千梨は思わず笑った。康太が何も持っていなかった頃から、ずっと一緒にいて、起業を支え、どん底も乗り越えてきた。彼女には、胸を張って言える。「私は、彼に十分すぎるほど尽くした」先に無茶を言い出したのは彼の方だ。十数年の想いを、まるで意味のないもののように扱う。もう、すべてを断ち切る時が来た。やり直さないと。スマホが震えた。また康太の友人たちが文句でも言ってきたのかと思ったら、意外にも、上司からのメッセージだった。彼女が【極悪資本家】とメモしているその相手は、千梨の上司、宇野雅紀(うの まさき)だ。極悪資本家【結婚相手、探してるの?】極悪資本家【じゃあ、俺でいいじゃん】千梨は固まった。しまった、上司に見られないようにブロックしてなかった。極悪資本家【いつ結婚するの?】おそるおそる、彼女はスマホを握りしめながら返信した。【1ヶ月後?】極悪資本家【いいよ】技術部千梨【本気なんですか?】極悪資本家【今すぐ籍入れてもいいけど?30分後、迎えに行く】慌てて彼女は止めた。技術部千梨【いえ、まだ少し片付けたいことがあるので、1ヶ月後で。社長も、よく考えてください】極悪資本家【考えることはない。1ヶ月後、そのまま結婚しよう】雅紀からのメッセージを見つめながら、千梨はしばらく動けなかった。その時、玄関の鍵が開く音がした。康太が帰ってきた。顔色は良くない。「千梨、俺たちの結婚式、延期しよう。優香の状態がまだ安定してなくて今、祝い事なんてしたら刺激になるかもしれない」千梨は、静かにうなずいた。「うん」康太は少し驚いたようだった。「怒らないのか?」「なんで怒るの?」「だって俺たち、十年以上も付き合ってきたんだぞ?」千梨は、心の中で冷笑した。十数年も付き合ってきて、結局は優香のために結婚式は延期したなんて。この十数年、彼は
Read more
第3話
今週末は、担任だった吉川先生の誕生日だった。千梨は朝早く、クラス委員から電話を受けた。「康太と一緒に来てね」彼女がカラオケ店に到着した時には、すでに同級生たちが大勢集まっていた。だが、康太の姿はなかった。クラス委員は彼女の後ろをチラッと見て、聞いた。「旦那さんは?車停めに行ったのかな?」千梨は淡々と答えた。「今は、旦那じゃない」クラス委員は冗談めかして笑った。「今は、って……でももうすぐ結婚でしょ?あれだけ長い付き合いだったんだし、ここで喧嘩して終わっちゃうのはもったいないよ。もうゴール寸前なんだから、仲直りしなよ」吉川先生は昔と変わらず穏やかに微笑んでいた。ただ、あれから十年以上が経ち、白髪も増えていた。「そうよ、千梨。あなたたちが付き合い始めた頃から見てきたんだから。今回は優香の件でギクシャクしてるんでしょ?きっと誤解よ。松井くんは市川くんととても仲が良かったし、彼が亡くなって、ただ友人として優香の面倒を見ているだけ。十年以上の関係、信じてあげなさい」吉川先生は国語の教師で、ずっと優しくて親切だった。千梨もそんな先生が大好きだった。でも、もう学生じゃない。先生は知識は教えてくれても、結婚生活の舵取りまではできない。「吉川先生、気持ちはわかってます。大丈夫です」吉川先生は納得したように笑みを深めた。「あなたは本当にいい子ね、きっとわかってくれると思ってた」その時、ドアが開き、康太が入ってきた。「吉川先生、お誕生日おめでとうございます」吉川先生は嬉しそうに笑った。「ありがとう。もうすぐ結婚するんだってね。私まで幸せをもらえそうだわ」しかし、その笑顔は、次の瞬間ぴたりと止まった。優香が、康太の後ろにぴったりとついてきたのだ。しかも、彼の上着を羽織り、腕を絡めた。優香はニコニコとプレゼントを差し出しながら言った。「吉川先生、こんにちは。優香です。遅れてしまって本当にすみません。急に生理がきちゃって……康太がナプキンを買いに行ってくれて、少し時間がかかっちゃいました」康太。その呼び方が、すべてを物語っていた。クラス委員もあ然とし、康太の肩を叩きながら言った。「千梨、ここにいるんだけど?なんで彼女も連れてきたの?」康太は答えた。「優香は最近、情緒不安定でね。ひとりにしておけないんだ」
Read more
第4話
千梨は、康太と優香の目の前で、ためらいなくマイバッハに乗り込んだ。数人の同級生たちも外に出てきて、ふざけながら言った。「最近のマイバッハって、もう配車サービスまで始めたの?」康太の顔が一瞬、引きつった。彼が乗っているのはホンダの車。普通に見れば悪くないが、マイバッハと並ぶと、一気に見劣りする。千梨が家に帰って間もなく、康太が戻ってきた。彼女は少し驚いた。「今夜は帰らないって言ってなかった?」康太の表情は暗く、重たかった。「お前さ、俺が帰らない方がよかったんだろ?」千梨は冷静に返した。「病気なら病院行けば?」「今日迎えに来た男、誰なんだ?」「あの男のこと?私の夫よ」康太は突然吹き出して、笑い始めた。「はは!やっぱりな!」千梨には、彼が何言っているのか、理解できなかった。康太はソファにどっかと座り、勝ち誇ったように言った。「お前、わざとだろ?俺を嫉妬させようとして。関心持たせようとして。マイバッハなんて、レンタルしたら相当高いんだぜ?最近妙に静かだと思ったら、そういう作戦かよ」千梨はあきれて何も言えなかった。「そう思うなら、どうぞご自由に」康太はうんざりしたように言った。「もうこんな手、やめてくれよ。ほんとにくだらない」「どう思われてもいいわ」「千梨、結婚式を急にキャンセルされたのは、お前だって不満だろ?ずっと俺と結婚したがってたんだろう?でもな、優香はまだ夫を亡くしたばかりなんだ。まずは彼女を優先すべきなんだよ」千梨は思わず聞いてしまった。「じゃあ、優香が一生立ち直れなかったら、あなたも一生結婚しないつもり?」「千梨、お前ってほんとに性格悪いな。どうしてそんな酷いこと言えるの?優香が何かお前にした?呪う必要なんてないだろ」康太が優香をかばうのは知っていたが、「性格悪い」とまで言われるのは初めてだった。特に、十数年愛し、十数年尽くし、あと少しで夫になるはずだった男から。千梨の心はさらに冷えていった。「車のキー、貸して」康太は少し警戒した。「何するつもり?」「車に私物を置きっぱなしにしてたの。取りに行くだけ」かつて、千梨は自分でお守りを作り、フロントガラスに吊るしていた。「無事でありますように」と願った。でも今の康太に、守る価値なんてもうない。康太は渋々言っ
Read more
第5話
電話の向こうで、雅紀が尋ねた。「さっきのは、元カレ?」彼の言い方には、すでに「元」という前提がついていた。千梨は答えた。「うん」「できるだけ早く引っ越して」「わかった」「入籍の件は、都合のいい日を教えて。予定合わせるから」電話を切ったあと、康太がじっと彼女を見て言った。「こんな時間に、誰からの電話だ?」千梨はさらっと答えた。「入籍しようって誘われたの」康太は鼻で笑った。「千梨、そういう芝居、1回やれば十分だよ。2回目はさすがに白ける」千梨は深く息を吸い込んだ。「そう」「聞いてんのかよ?」「安心して。もうあなたに何も言わないから」康太はそれで満足したようだ。「もう遅いし、優香のところに戻る」「どうぞ」帰り際、彼は振り返りながら言った。「もう少しだけ待ってくれ。優香の状態が落ち着いたら、ちゃんと籍入れるから。長年一緒にいたお前に、俺なりのけじめはつけるつもりだ」その言葉に対して、千梨は何も答えなかった。翌日、千梨は引っ越しの準備を始めた。服は少なく、最も大事なのはパソコン。プログラマーとして、これまでの全てのプロジェクトがそこに詰まっている。雅紀が迎えに来たとき、千梨はパソコンバッグ一つだけを持っていた。彼は目を細めて言った。「それだけ?」千梨は頷いた。「うん、それだけ」「女の子って、もっと服とかバッグとか、たくさん持ってるもんだと思ってたよ」そう、誰だって綺麗な服やブランド物が欲しい。でも康太の起業を支えるため、だんだん生活が苦しくなった。千梨は自分のアクセサリーを売り、服も何年も新しいものは買っていなかった。今回も、下着だけ残し、あとはすべて慈善団体に寄付した。雅紀はそのバッグを見て、そっと言った。「今週末、服を買いに行こう」「いいよ、そんなの……」「どうして?」「……今月の給料、まだ入ってないし」雅紀は思わず笑った。「じゃあ、前借りさせてあげようか」千梨は唇を軽く舐め、まだ少し怯えた様子で聞いた。「社長、本当に私と結婚する気あるの?」「どうしてそんなこと聞くの?」「家からのプレッシャーがすごいとか?」「まあ、それもあるけど。既婚者ってことで、株主の信頼も得やすくなる。会社にとってもメリットがあるからね」「なるほどね。さすが
Read more
第6話
もうすぐ雅紀の家に着くというころ、千梨は少し考えた。今日はもう役所もすぐに閉まる時間だし、手続きは、また今度にしよう。とはいえ、彼女はもうすでに雅紀の家に住んでいた。本当は、自分で部屋を借りて住んだ方がいいと思っていた。だが、雅紀の言い分はこうだった。「結婚してるのに別居って、記者に撮られたらまた記事にされる」結局、社長の仕事に協力する形で、千梨は雅紀の家に住むことになった。ただし、彼女は「ゲストルームで寝る」と主張した。この点に関して、雅紀は特に強引に何かを求めてくることはなかった。しかし、千梨が持ってきた服をクローゼットにしまっているとき、雅紀は腕を組んでドアにもたれ、じっと彼女を見ていた。「千梨、俺が言ってる結婚は、本気のやつだからな」彼女は一瞬その言葉の意味が掴めず、うなずいた。「うん、わかってる。ちゃんと法的な手続きするし、籍も入れるってことだよね?記者に調べられても問題ないし」雅紀は少し語気を強めた。「そうじゃなくて。本当の結婚の話だ。法律上だけじゃなくて、夫婦としての日常も含めて」千梨はその意味にようやく気づいた。彼女の顔が、ふわっと赤くなった。服をしまう手も、どこかぎこちなくなっていた。雅紀はその様子を見て、くすっと笑い、やさしく言った。「安心しろよ。食べたりしないって」康太が自宅に戻ってきたのは、それから3週間後のことだった。この3週間、彼は優香と共に、彼女の好きなことばかりをしていた。ディズニーランドで一日中遊び、海で朝日を見上げ、砂漠で天の川を眺めた。帰り道、優香が彼にこう言った。「康太、私、妊娠したみたい。この子に父親がいないなんて、そんなの可哀想じゃない?パパのいない子だなんて言われたら、あなたは耐えられる?徹さんが私をあなたに託したのは、私を守ってほしかったから。この子を一緒に育てて、子供が大きくなったら、徹のお墓参りをさせて、義理の父親として……そうすれば、すべてが丸く収まるじゃない?それに、千梨とは十何年も一緒にいたかもしれないけど、まだ籍を入れてたわけじゃないよね?結婚してなければ、お互いフリーだよね。自由に選べるものでしょ?彼女が怒っても、どうせ私、あなたの子どもをお腹に宿してる。さすがに、それを理由に中絶させるような酷いことはできないでしょ?」
Read more
第7話
千梨は、いつもの生活リズムに従って家を出た。彼女にしては、かなり早い時間だった。しかし市役所に到着したときには、雅紀はすでに来ていた。朝の光の中、木々の影が彼の顔にこまかく落ちていて、それがまるで微笑んでいるようにも見えた。彼は千梨のいる方向に体を向けて、手を差し出しながら言った。「行こう、中に入ろう」千梨は少し戸惑いながら言った。「社長が市役所の手続きの流れを知らないけど、まずは番号札を取って、呼ばれるのを待たないと」けれど雅紀はあっさり答えた。「知ってるよ。もう取ってある」彼はポケットから丁寧にしまってあった番号札を取り出した。その紙には堂々と「1」の数字が印刷されていた。千梨は一瞬、固まった。「一体どれだけ早く来たの?」今日は平日とはいえ、縁起の良い日とあって、結婚を希望するカップルが多く、早朝から代行業者まで並ぶほどだ。そんな中で一番を取るなんて、ちょっと信じられない。千梨はつい口にした。「まさか昨日の夜から並んでたわけじゃないよね?家族に結婚急かされてるからって、そこまでしなくても……」雅紀は相変わらずの態度で、前の質問と同じく黙認した。そして再び手を差し出して言った。「行こう。早く済ませた方が安心だ」「もしかして、私が気が変わるとでも思ってる?」そもそも、こんな夢のような話が自分に転がり込んでくるなんて、ありえないはずだったのに。「うん」雅紀は真剣な顔でうなずいた。「君が気が変わるのが怖い」そう言いながら、手を彼女の前に差し出す。千梨は迷いながらも、そっとその手に自分の手を重ねた。彼に手を握られた瞬間、きっと違和感があると思っていた。でも実際は、悪くなかった。雅紀の手は乾いていて温かく、しかも一度握ると離すつもりがなさそうだった。ようやく手を離したのは、書類に記入する段階に入ったときで、必要な用紙を彼女に渡す瞬間だった。彼らはこの日、最初に結婚の手続きを済ませた夫婦となった。時間にも余裕があり、審査も撮影もとてもスムーズに終わった。職員は婚姻届を手渡しながら、笑顔で祝福した。「お二人、とても相性がいいですね。星座の相性も完璧ですし、きっと幸せになりますよ」千梨はぽかんとした顔で答えた。「そう?」彼女は雅紀の個人情報について何一つ知らず、誕生日すらさっき記入用紙を見て初
Read more
第8話
この呼び方には、千梨も少しむず痒さを覚えた。けれど、訂正したり拒んだりする理由もなかった。雅紀は彼女の社長なのだ。それを思うと、緊張で喉がひりつくようだった。「社長、私、自分でタクシー使って会社に向かえるよ」運転しながら、雅紀は前方を見据えたまま言った。「今日は出勤しなくていい」「えっ?今日は水曜日だ。普通の平日だよ」彼の口元がふっと緩み、時間とともに笑みが抑えきれないほど広がっていった。そして、どこか楽しげな口調で続けた。「今日は特別な日だ。せっかくだし、祝いでもしようか。ランチは何が食べたい?鍋、それとも焼肉?」どれも千梨が普段好んで食べているものだった。少し考えたあと、千梨は答えた。「鍋がいいかな。お祝いって言うくらいなら、やっぱり熱々の料理がふさわしいでしょ」雅紀は彼女をとある鍋レストランへと連れて行った。この店は、千梨にとって写真だけ撮って素通りする場所だった。けれど今日は、雅紀が支払ってくれるという安心感がある。千梨はようやく胸を張って足を踏み入れた。レストランは、値段にふさわしく細部までこだわっていた。メニューからナプキンまで、どれもが洗練されている。雅紀はメニューを手渡しながら言った。「好きなものを好きなだけ頼んでいいよ」「それ、本当よね?」千梨も、彼の経済力についてはある程度知っている。だからこそ、資本家を絞るつもりで、遠慮なく注文を始めた。「鍋は松茸で。タレは特製の8種盛りにして、クルマエビを2尾、スジアラを500グラム、黒毛和牛と手作り卵餃子を一人前ずつ、それから南オーストラリア産の巻貝も……」普段なら目にするだけで手が出ないような高級食材を、次々と注文していく。けれど、気づいたときにはメニューがやたらと長くなっていた。「……ちょっと頼みすぎたかも。これ、全部食べきれないよね。何品か削るね」「いや、いいよ」雅紀はすぐさま手を伸ばしてメニューを取り上げ、そのまま店員に渡して言った。「このままで全部お願い」彼は千梨が驚く暇も与えず、すぐに言い添えた。「お祝いなんだから、とことん贅沢しなきゃ。全部試してみなきゃ、自分の本当の好みもわからないだろう?」言っていることは、実にもっともだ。千梨は、心ゆくまで贅沢な食事を堪能した。雅紀とはそこまで親しいわけではない。だが、彼の
Read more
第9話
「今すぐ行くの?」千梨は少しためらった。だが雅紀は、特におかしいとは思っていないようだった。「もう夫婦なんだよ?しかも明後日には結婚式も控えてる。事前にご両親に挨拶するのは当然でしょ」礼儀に関しては、彼は本当にきちんとしている。千梨は、正直に打ち明けるしかなかった。「両親と兄には、まだ結婚のこと伝えてないの。だから、せめて明日にしてくれない?心の準備くらいはさせてあげたいの」衝動的に突っ走った代償は、自分で何とか片付けるしかない。雅紀はしばらく考え込みながら言った。「でも、会場の設営やリハーサルには時間がかかる。式場も料理も明後日で予約してるから、明日はそっちに時間を使わなきゃいけない。今日が一番ちょうどいいんだよね」その話が筋が通っていて、反論の余地がない。鍋を囲んで過ごした時間のおかげで、二人の距離はぐっと縮まっていた。腕時計を見た雅紀は言った。「少し準備してくる。君は向かいのカフェで休んでて。コーヒーでも飲んで、ちょっと待っててくれればすぐ戻るよ」カフェはレストランからほど近く、通りを渡ったすぐの場所にあった。千梨もちょうど一人になって、頭を整理したいと思っていたところだった。彼の行き先を詮索することもなく、ホットドリンクを一杯頼んでからスマホを取り出した。ちょうどそのとき、康太からのメッセージが届いていた。【どこにいるんだ?リハーサルあるの知らないわけじゃないよな?】たった一行に、聞き慣れた不満と命令口調がにじみ出ていた。指先を動かしてスクロールすると、次の未読メッセージも彼からだった。【結婚したいって言い出したのはお前だろ?今になって何消えてるんだよ。もう来ないなら式は中止だ】【千梨、いつまで拗ねてるつもりだ。結婚は子供の遊びじゃないぞ】【いいさ、来ないのはお前の選択だからな。後悔しても知らない】まるで、彼との結婚のためなら何もかも投げ打つと信じていたかのようだ。千梨は、それらのメッセージに既読もつけず、無言でスワイプして削除した。だが指が滑って、誤って彼のInstagramを開いてしまった。メッセージであれほど焦っている様子とは裏腹に、彼は優香の写真を投稿していた。カメラ目線からして、撮ったのは本人ではない。つまり、康太がシャッターを押したのだろう。康太は一切の気兼ねもなく、
Read more
第10話
彼女はしばらく何から話し始めればいいのか、本当にわからなかった。同僚はすぐに理解を示してくれた。「話は長くなりそうだってわかってるけど、でも苦労の末に報われたなんて、本当にめでたいことだよ。てっきり社長は一生独身だと思ってたけど、今思えば、あなたに出会えたなんて、本当に幸運だったんじゃないかな」幸運なのは、むしろ私のほうじゃない?間違った関係に終止符を打ったばかりで、結婚を急かされていた上司と出会った。深い愛情なんてなかったにせよ、少なくとも礼儀正しく穏やかに暮らせる相手だと思っていた。しかし、同僚が言いたかったのはまったく別の話だった。「これっぽっちも大げさな話じゃないよ?よく考えてみて。社長の年齢や条件で、本気で結婚しようと思ったら、それってそんなに難しいこと?でもあなたが入社してからというもの、彼は誰とも付き合ってないんだよ?」雅紀は、顔もスタイルも芸能界レベル。でもそれは彼の多くの魅力のうちの一つに過ぎない。宇野家の社長という肩書きだけでも、美女を手に入れるなんて造作もないことだろう。それなのに、本当に一人の彼女もいなかったなんて。あまりにも潔癖すぎて驚くほどだった。その瞬間、千梨の頭の中には、次々とあり得ない妄想が浮かんできた。たとえば、雅紀はそもそも女性に興味がないとか、結婚はただ親のためのカモフラージュだとか。あるいは、何か言えない事情があって、部下との結婚が都合よかったとか。彼がどんな理由で自分と結婚したのかは、正直そこまで気にしていなかった。でも、次に同僚が口にした言葉には、千梨は思わず目を見開かざるを得なかった。同僚は会社歴も長く、社内の人間関係にも詳しい。当然、知っている裏話も多い。そして突然、大きな噂を口にしたのだった。「実はね、社長ってすっごく一途らしいの」千梨はその話を聞いて、半ば呆れたように笑いながら尋ねた。「それって、どこをどう見てそう思ったの?」雅紀と「一途」という言葉は、どうにも結びつかない気がした。同僚は彼女が信じていないのを察して、自分の知っていることをすべて語り出した。「人から聞いた話だけど、社長には忘れられない女の子がいたんだって。ずっとその人のことを大切に思ってて、だからこそ、今まで誰とも付き合わなかった。家族からどれだけ結婚を迫られても譲らなかったんだとか
Read more
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status