تسجيل الدخول感情を抑え、静かに日々を送る精神科医・朝倉澪。 その診察室に現れたのは、舞台の上で生きる若き俳優・葛城陽真だった。 心の奥に誰にも見せない痛みを抱えながら、陽真は「演じること」でしか感情を表現できずにいた。 一線を越えることを恐れ続けてきた澪と、本当の自分を見てほしいと願う陽真。 触れたいのに、怖い。けれど、離れたくない。 拒絶と欲望のあいだで揺れながら、ふたりは少しずつ互いの心と身体に触れていく。 「君といると、誰でもない自分でいられる」 静かな夜を重ね、痛みを抱えたまま、それでも求め合うふたりが辿り着く場所とは――。
عرض المزيدRaya melangkah dengan gaun pengantin sederhana. Tudung tipis menutupi wajah polosnya. Di depannya, Seorang pria berdiri dengan mata emas,wajah rupawan dan terlihat sangat berkuasa ia tidak lupa bahwa ketika pria itu tersenyum ia memperlihatkan lesung pipi miliknya
Mereka saling berhadapan di altar dan memegang tangan “Bersedia,” suara mereka bergema bersamaan. Perlahan pria itu membuka tudung Raya. Senyum lembut terbit ketika wajah lugu itu terlihat. Tangannya membingkai pipi Raya, lalu ia menunduk dan mengecup keningnya. Malam hari. Kamar pengantin itu sunyi, ditemani cahaya bulan dan angin yang kencang pelan di luar jendela. Raya duduk termenung di tepi ranjang besar di sana. Ceklek. Pintu terbuka. Punggung pria itu terlihat dan kemudian masuk ke kamar lalu ia menutupnya perlahan. Pria itu melihat punggung Raya yang diam membeku. Dengan langkah tenang, ia mendekat, membuka jas dan kancing bajunya satu per satu. Raya hanya terdiam, tersenyum samar. 3 Bulan Yang Lalu di Barcelona,Spain Kota ini sangat indah dan liar di malam hari untuk konglomerat kaya di sini.Anak anak dari kelas atas biasa menjadikan jalan biasa sebagai arena balap liar dengan mobil sport mewah mereka dan bertanding. Seorang wanita dengan rambut pendek dan poni di depan dan rambutnya yang berwarna hitam legam dengan perawakan asia ( Cina ) tengah mengendarai mobil sportnya berwarna biru Navy melakukan balap liar layaknya F1 wajahnya begitu cantik,imut dan ia memiliki warna mata abu abu Ia tidak tersenyum dan wajahnya begitu serius dan ia menginjak gas kecepatan Brakkkk! Wanita itu bernama Raya. Raya merasakan benturan keras dari samping suara logam remuk, pecahan kaca, Mobilnya oleng, menembus pembatas, dan jatuh dari jurang. Raya berusaha keluar dari mobilnya sebelum meledak dengan menyeret tubuhnya dan tanpa memperdulikan luka berat di kepalanya. Duarrr Mobil milik Raya meledak dan Raya dengan samar melihat kaki seseorang mendekatinya dan ia melirih meminta tolong.Lalu semua berubah menjadi gelap. Raya terbangun kemudian membuka matanya perlahan kepalanya di perban layaknya habis melakukan operasi. Bau dis infektan begitu tajam di hidungnya yang tengah memakai selang oksigen Sebuah bayangan menghampiri. Raya mengerjap, melihat seorang pria berpostur tinggi berdiri di samping ranjang. Wajah pria itu amat tampan, dengan mata hazel keemasan dan senyum lembut yang menampilkan lesung pipit samar. Dia tidak lupa helai rambut pria itu yang jatuh dan rahang pria itu yang menampilkan bulu halus di sekitarnya dan bagaimana ia mengingat pria itu memancarkan aura ketampanan yang luar biasa dengan kekuasaanya “Kau sudah sadar?” ucap pria itu lembut. Raya menatapnya bingung. “Siapa kau?” ucap Raya “Aku Tiger. Aku menyelamatkan dirimu dari kecelakaan lalu lintas,” jawab Tiger “Terima kasih Mr Tiger,” ucap Raya lirih. “Kau ingat namamu ?”ucap Tiger. Raya terdiam Ia berusaha mengingat, tetapi kepalanya terasa sangat sakit dan ia kesakitan dan ia berteriak “Panggil dokter !”ucap Tiger Dokter segera datang dan menolong Raya yang kesakitan dan kemudian membiusnya kuat hingga tertidur Dokter melakukan pemeriksaan pada Raya dan berbicara dengan Tiger. Dokter mengatakan Raya mengalami Amnesia karena suatu trauma di kepalanya, dia bahkan tidak akan ingat dengan dirinya. Selama di rumah sakit Raya menghabiskan waktunya mengikuti terapi dan hanya diam Pada malam hari Raya tengah tertidur pulas Tiger datang melihatnya dan tersenyum ia mengelus pipi Raya yang tembam dan halus Raya terbangun di pagi harinya ia melihat anak anak di taman rumah sakit yang sepertinya juga pasien di sana dan tengah bermain bersama Tiger dari jendelanya yang kaca dan tersenyum di balik tirai putih melihat Tiger Raya berbicara dengan Dokter dan Polisi di ruangan dewan rumah sakit “Tidak ada KTP,Kredit,Atau Paspor atau apapun yang bisa menunjukkan identitasmu yang kami bisa selamatkan dari kecelakanmu !”ucap Petugas polisi yang menangani kasus kecelakaanya Raya hanya diam “Kau ingat siapa namamu ?”ucap Dokter “Raya,mungkin”lirihnya “Nama orang tuamu ?”ucap Dokter Raya hanya diam menggeleng kan kepala miliknya “apa kau bisa mengingat sesuatu ?”tanya pelan polisi “Tidak,hanya namaku”ucap Raya menunduk Saat ini Raya berada di depan Resepsionis dan ingin mengetahui tagihan pembayarannya “Nona Tagihan Rekap medismu sudah di bayarkan semua !”ucap Resepsionis itu Raya terdiam dan terkejut “Oleh siapa ?”ucap Raya ••• Raya kini menemui Tiger yang berada di kantornya yang mencakar langit dan bekerja di bidang firma hukum dan oligarki politik Ia turun dari mobil taksi dan memasuki ruangan besar Fahad yang berada di paling atas TOK TOK. TOK “Mr.Tiger ?”lirih Raya Tiger berbalik melihatnya dengan mata emasnya dan tersenyum lalu menyuruhnya untuk duduk di sofa ia tengah melihat dari balkon tadi Raya awalnya malu malu dan terus meremas jarinya, asisten menyediakan teh untuk Raya “Terima kasih Mr.Tiger”ucap Raya terbata bata “Aku tahu kaulah yang mengratiskan semua tagihan rekap medisku”ucap Raya “aku akan kumpulkan uang untuk mengganti uangmu !”ucap Raya “Tuan,Tuan Fahad”ucap Raya Fahad tersenyum padanya menampilkan lesumg pipitnya ( Fahad rupanya adalah nama aslinya dia tahu sebab beberapa orang membicarakannya termasuk beberapa staf ahli,para Dokter dan petugas rumah sakit yang di mana Fahad sendiri adalah Donatur terbesar rumah sakit itu ) “Kau tidak perlu mengganti uangku !”ucapnya kembali “panggil saja aku Mr.Tiger”ucap Fahad “mengapa kau menggratiskan nya ?”ucap Raya “Tagihanku sangat banyak dan mahal. Apa yang harus aku lakukan untuk membalas jasamu ?”ucap Raya Matanya dan mata Fahad saling bertemu dan menatap Fahad tersenyum Mereka keluar dari kantor menaiki mobil mewah milik Fahad bermerek Rolls Royce Mobil mewah Rolls Royce itu terhenti di sebuah mansion mewah kawasan super elite. Semua maid dan butler berkumpul menyambut bersama Fahad dan Raya turun dari mobil dan Fahad mengajaknya masuk mereka menaiki tangga dengan perbedaan tinggi mereka dan bungkuk kan dari para maid dan butler ••• Raya di berikan tempat tinggal oleh Fahad dan Fahad memberinya pekerjaan dan sebuah surat yang harus raya tanda tangani “Pernikahan ?”ucap Raya “Aku tidak akan memaksamu”ucap Fahad “Kau tidak akan tanya aku yang akan jelaskan !”tekan Fahad “Bacalah tertulis di situ kau akan menuruti semua keinginanku ! aku memberimu tempat tinggal,memberimu pakaian,.makanan,bahkan semuanya termasuk identitas” “Kita hanya akan menikah kontrak. Aku membutuhkan seorang istri untuk suatu hal.Dan aku ingin kau melakukan sesuatu. Aku aku akan memberimu banyak uang selama kontrak itu belum selesai dan setelah kontrak itu selesai dan aku akan membiarkanmu sekolah agar kau punya teman !”ucap Fahad Raya terdiam meremas kertas yang ia pegang dan melirik Fahad yang tidak melihatnya dan melihat punggung Fahad dengan tatapan menahan emosi Dan terkekeh l “Kau memintamu untuk menjadikan aku budakmu, untuk menuruti semua keinginanmu !”tekan Raya di akhir “tidak ada penolakan !”tegas Fahad ia berbalik melihatnya Raya menggebrak meja dan terbangun dari kursinya “Tapi aku bukan mainan !”tegas Raya Fahad tersenyum dan mendekatkan wajahnya pada Raya “Tapi bagiamana dengan tagihan rumah sakitmu ? Aku menyelamatkanmu dari kecelakaan tempo itu !”tekan Fahad “Bayangkan jika aku tidak membiayai semua tagihanmu dan tak menyelamatkanmu kau akan kehilangan penglihatan dan fungsi kedua kakimu !”ucap Fahad “kau mungkin akan tidak berguna jika seperti itu, orang akan memanfaatkanmu dan bisa memperkosamu di tengah jalan !”ucap Fahad Raya menangis dan tak bisa menahan air matanya dan matanya bertemhu dengan Fahad “Simpan air matamu !”ucap Fahad menjauhkan diri dan kembali berbalik Raya terduduk “Kenapa kau lakukan ini ?”lirih Raya sambil menangis Fahad berkata “Karena kaulah kandidat yang cocok untuk ini !”ucap Fahad “Pikirkan lagi atau kau mungkin tahu akibat menolak ini”tekan Fahad Fahad pergi meninggalkan Raya夜の底が静かにほどけていく。行為の余韻がまだ身体に残るなか、澪と陽真は毛布をゆるくまとってベッドに並んでいた。外では雨が小降りになり、わずかに空が白みはじめている。部屋のなかには灯りをつけていなかったが、カーテン越しの青い光が、ふたりの輪郭をやさしく浮かび上がらせていた。澪は仰向けになり、静かに呼吸を繰り返していた。腕は額の上に伸ばされ、まだどこか余韻に沈んだまま、微笑んでいる。ベッドのなかは肌の熱と香りが満ちていたが、それは不快なものではなく、ただ幸福の名残としてそこに在った。陽真は横向きになって澪の顔を見つめていた。乱れた前髪の隙間から額の白さがのぞき、長い睫毛がほのかな影を落としている。澪の唇は行為のあとの安堵でわずかにゆるみ、頬にはまだうっすらと赤みが残っていた。しばらく、何も言葉は交わさなかった。互いの肌と鼓動の気配だけが、静かに重なり合っていた。毛布の下で、ふたりの足が無意識に触れ合い、温度がゆっくりと溶けていく。夜のあいだに積み重なった不安や痛みが、少しずつ遠ざかっていくようだった。澪は目を閉じ、深く息を吐いた。夜の静けさのなかで、何も考えずにいられることが、これほど穏やかなものだとは思いもしなかった。心の奥に、何か柔らかなものが沈殿していく感覚があった。陽真がそっと顔を近づけ、澪の額にやさしくキスをした。その一瞬のために、澪は再び目を開く。カーテンの向こう、窓の外がゆっくりと白みはじめているのが見えた。「これからも、こうしていられたらいいな」陽真の声は低く、震えを含んでいた。そこには切実な願いが、誤魔化しも装いもなくにじんでいた。澪は、しばらく黙っていた。けれど、ゆっくりと微笑みながら、ためらいのない声で答える。「うん」ふたりはそれ以上、言葉を交わさなかった。もう何も確かめ合う必要がない。夜が明けていくその時間のなか、ふたりのあいだには、静かな幸福だけが横たわっていた。澪は目を閉じた。まだ身体に残る熱と、指先に触れた生の感触を確かめるように、静かに息を吐いた。――もう、誰かの手を拒む必要はない。
ベッドの上、毛布の下でふたりの身体が寄り添っている。夜の雨はまだやまず、微かな水音が静寂をやわらげていた。灯りは最低限しかつけていない。互いの輪郭だけが浮かび上がり、そのほかのものはすべて影のなかに溶けていく。陽真の手がゆっくりと澪の頬を撫でた。澪は目を閉じ、その手に顔を預ける。ふたりのあいだには、もう余計な気遣いやためらいが残っていなかった。ただ、静かな安心と、やわらかな期待だけが満ちていた。「好きだよ」陽真がそっと囁いた。澪はゆっくりと目を開け、微笑む。眉の力が抜け、頬に淡い赤みが差している。これまでに見せたことのない、柔らかい表情だった。陽真はその澪の顔を、まるで初めて見るもののようにじっと見つめていた。指先が、額から髪、耳の後ろ、顎の輪郭へとたどる。澪は何も言わず、その動きに身を任せている。呼吸が少しだけ深くなり、吐息が陽真の首筋にかかった。肌と肌が触れ合う音が、静かに重なっていく。触れるたびに、澪の鼓動がひとつ、またひとつと確かに伝わってくる。陽真は演じることを、完全にやめていた。どこにも“他人の目”を意識する影はなかった。ただ自分として、澪の身体を、心を、大切に扱っている。澪は腕を伸ばし、陽真の背にそっと手をまわす。指先が肩甲骨のあたりをなぞり、背中の温もりを確かめる。その仕草にも、もうためらいはなかった。ふたりのあいだの空気は、どこまでも穏やかで、どこまでも澄んでいた。「陽真」名前を呼ぶ声は、いつもよりも低く、柔らかい響きだった。その声に呼応するように、陽真が澪の髪に顔を埋める。唇が首筋をたどり、肩先にそっと触れた。澪は静かに目を閉じ、わずかに喉を震わせて息を吐いた。陽真が囁く。「怖くないよ」澪は短く返し、陽真の手を自分の手で包む。そのあたたかさに、互いの安心が重なっていく。愛撫は丁寧で、急ぐことはなかった。指先が、胸元、腹部、そして腰へと時間をかけて降りていく。どこかに迷いが残るなら、それごと抱きしめるような優しさだった。ふたりの身体が重なり合うとき、澪の頬には、穏やかな安堵の色が差していた。触れられることで生まれる悦びも、寄り添う
深夜二時。静かな雨の音が遠くで続いていた。澪の部屋には、ごく薄い灯りがともっている。ベッドサイドのスタンドだけが、白いカーテンと天井に淡い陰影をつくり、微かな風がカーテンの裾を揺らしていた。ベッドの上で、澪は仰向けになったまま天井を見つめていた。身体は毛布に包まれているが、どこか輪郭だけが浮いているような感覚が残っている。隣では陽真が静かに寝息を立てている――はずだった。しかし、その気配にわずかな違和感を覚え、澪はそっと視線を横に向けた。陽真は、澪の方に体を向けて目を開けていた。暗がりのなか、その輪郭は曖昧だが、頬の線や額の形が月明かりに照らされてかすかに浮かんでいる。眠っていないのだと気づいた瞬間、澪は自分の心臓が一度、大きく跳ねるのを感じた。しばらく何も言わなかった。言葉が要らない沈黙のなかで、陽真がそっと手を伸ばしてくる。澪の髪を、指先でひと房だけすくい、優しく撫でる。まるで、壊れ物に触れるような繊細な動きだった。「眠れない?」声にはならなかったが、そう尋ねているような視線が澪を射抜いていた。澪は小さく頷き、そしてふたりはただ、しばらく見つめ合う。カーテンが風に揺れ、微かに肌寒さが部屋に満ちる。毛布の内側では、互いの体温が確かに伝わっていた。「…髪、伸びたな」陽真が、ほとんど呟くように言った。「そうかな」「うん。こうしてると、前よりずっと柔らかい気がする」陽真の手がもう一度、澪の髪を撫でる。暗がりのなかで、それだけが際立って実感された。澪は目を閉じ、陽真の手のぬくもりに意識を預けた。そのまま静かに、時間だけが流れる。深夜の静けさは、すべての音を吸い込み、外の世界とふたりを切り離している。やがて、陽真がもう一度、澪の顔を覗き込む。その距離がごく近いと気づいた瞬間、自然に唇が触れ合った。それは、求めるでもなく、慰めるでもない、ただお互いを確かめるような、そっとしたキスだった。長くも短くもないその接触に、澪の呼吸がほんの少し深くなる。陽真の指が、頬から首筋へと移動する。澪は微かに身体をすくめたが、すぐに肩の力が抜けていく。
朝の光はやわらかく、カーテンの隙間から滲むように部屋に入り込んでいた。夜の雨がすっかり上がり、雲の切れ間からのぞく淡い空が、ベランダの手すりをゆっくりと照らしていた。鳥の鳴き声と、遠くを走る車の音が交じり合いながら、静かに一日が始まっていく。澪はキッチンでふたつのマグカップにコーヒーを注ぎ、そのまま窓辺に立っていた陽真の背中に目をやった。肩にかかる薄いシャツが、朝の風にふわりと揺れている。髪の毛の先まで光を吸って、彼の輪郭はどこかやさしく溶けて見えた。「熱いから、気をつけて」そう言いながら、澪は陽真の隣に立って、カップを手渡した。「ありがとう」陽真が受け取る手に、触れた熱がわずかに伝わる。その感触が、やけに遠く感じられた昨夜のことを、ほんの少しだけ思い出させる。ベランダに出ると、朝の空気が頬をなでていった。澪は手すりに寄りかかり、陽真はその横に立ったまま、コーヒーの湯気を見つめていた。話すべきことはたくさんあるはずだった。けれど、この静けさが壊れるのをどちらも望まなかった。マンションの下の道路には、登校中の学生たちが小さく見える。窓を開け放った家のベランダから、布団を干す気配も聞こえた。そんな当たり前の朝が、なぜか胸にしみていく。「不思議だよな」陽真がつぶやいた。「何が?」「昨日まで、心が擦れて、うまく言葉にできなかったのに。今は、こんなふうに並んでる」澪は答えずに、湯気の向こうにぼんやりと目を向けた。カップの底に広がる黒い液体に、自分の眉間がうっすらと映っている。「澪」「ん?」「お前といると、自分を変えようって思える。でも、変わらなくてもいいって思えることもある」「矛盾してるな」「そうだな。でも、どっちも本当だよ」陽真が微笑んだ。あの頃の笑顔とは違う、飾り気のない素の表情。澪のなかに、静かに何かがほどけていくのを感じた。「お前がいてくれて、よかった」言った自分の声に、自分がいちばん驚いた。けれど、もう引き戻すことはしなかった。その言葉は、ようや
ベッドの上で、ふたりはふたたび沈黙のあいだにいた。外の雨音が遠く、静かな室内のなかで、互いの呼吸だけが聞こえる。唇を重ねた余韻がまだ残る澪は、ゆっくりと目を開け、陽真の瞳を見つめた。そのまなざしは、演技のために作られたものではなく、いま確かにここにいる“葛城陽真”その人のものだった。「…触れてくれ」澪が声に出したとき、どこか頼りなげな響きが空気のなかで震えた。それは命令でも誘いでもない、ただただ渇きと願いの滲む響きだった。陽真は一瞬驚いたようにまばたきをし、だがすぐに顔をほころばせた。ゆっくりと澪の頬に
ベッドの上で、ふたりはごく近い距離に座っていた。室内の灯りは柔らかく、静寂のなかでシーツの皺が淡く影を落としている。澪は、自分の手がいまだ陽真の掌の中に包まれていることを意識しながらも、呼吸を浅くすることでどうにか震えを抑えようとしていた。だが、その震えが完全に消えることはなかった。寒さでもなく、恐れだけでもない、心の奥でなにかが軋んでいるせいだった。陽真は澪の手を包むと、指先をそっとなぞった。その触れ方は、まるで最初から傷を知っている人間が、その輪郭だけをやさしく確かめているようだった。細い指先が、震えているのを見て、陽真は目を伏せ、声を潜めた。「怖くな
撮影所の通用口に続く狭い廊下は、雨に濡れた靴底が静かに水音を立てるだけで、ほとんど人の気配がなかった。壁に貼られた撮影スケジュール表には、消えかけたマジックで「本日撮了」と書かれている。澪はその文字をちらりと見たあと、手に持った紙袋を持ち替えて、スタッフが出入りする扉の前に立った。呼び出しをかけたわけではない。名前を名乗ったわけでもない。ただ受付の女性に、「この方に預けていただけますか」と、書類が入っているように偽った白い封筒を渡し、少し待ちたいと申し出ただけだった。陽真が姿を現すまでに、およそ十五分かかった。廊下の奥から現れた彼は、黒いパ
秋の夜、照明が落とされた撮影セットに響くのは、静かな機材の音だけだった。空気には人工の温度と湿度が満ち、セットの奥に積まれたライトスタンドが長い影を落としている。窓もない空間で、時間の感覚が歪んでいた。深夜とは思えない沈黙と緊張が、役者とスタッフを包んでいた。陽真はセット中央に立ち、台本を胸に抱えている。彼が演じているのは、澪をモデルにした精神科医。澪の冷静な表情、整った言葉遣い、そのすべてを陰で模倣するように演じているはずだった。けれど、セリフを口にするたびに、胸の奥が締めつけられるような感覚が増していった。「あなたは、誰にも心を見せないんですね」