ログインブラックフライデー当日、婚約者の天然系の助手が、一カラットのダイヤモンドを一円で売り払った。 わずか二十分で、会社は四十億円の損失を出した。 私は怒りで全身が震え、上林高行(うえばやし たかゆき)は私を抱き寄せて慰めた。 「心配するな。俺に任せろ」 しかしその夜、池中咲月(いけなか さつき)はインスタに1122万円の送金画面を公開し、こう添えた。 【今日は大きな失敗をしてしまったけど、社長が慰めてくれた。あばずれのことで怒らないで、いい子にしてろって言われた~】 私はその下にコメントを残した。 【末永くお幸せに】 咲月は即座に投稿を削除した。すると、高行が突然部屋に押し入ってきて、私の頬を思い切り平手打ちした。 「咲月にいいねして、どういうつもりだ!彼女は今、恥ずかしさのあまり自殺しようとしてるんだぞ! たかが四十億円の損失だろう?それで人を生きていけないところまで追い詰めるのか?」 彼は正義を振りかざすかのように言い放ち、まったく恐れを感じさせない態度を示した。 だが後になって、食事代の五百円すら出せなくなったとき、彼はなぜ泣いたのだろうか。
もっと見る"Bagaimana kalau aku membayarnya dua puluh lima juta?".
"Yang benar saja kau Arman gadis seperti dia kamu ingin membayarnya dua puluh lima juta?".
"Iya aku langsung tertarik melihat paras gadis ini,".
Alika yang berada di dalam kamar. tidak sengaja mendengar percakapan antara Mami dan Pria yang Alika sendiri tidak tahu siapa dia.
Setahu Alika dari dulu Maminya memang suka membawa tamu Pria ke dalam rumah. bahkan Mami sampai membawa Pria itu ke dalam kamarnya.
Brak... Brak... Brak...!
"Alika bangun cepat keluar kamu!" terdengar gedoran dibarengi dengan teriakan dari luar kamar Alika.Alika gadis cantik yang baru berumur dua puluh tahun. di dalam kamar seluruh badan Alika bergetar hebat karena takut.
Bibir Alika terkantup rapat wajahnya terlihat sangat pucat. apakah Mami menjual dirinya pikir Alika.
"Mami yakin kamu belum tidur Alika. cepat buka pintunya!" teriak Mami Salma di depan kamar Alika.
Dengan tangan dan badan yang bergetar Alika membuka pintu kamarnya. Alika tidak punya pilihan lain karena tidak ada jalan keluar dari kamarnya.
Alika melihat ada seorang Pria yang memiliki postur tubuh Alika mengira tinggi pria itu kurang dari 150 centimeter, perutnya buncit dan memakai kacamata.
Pria itu tersenyum ke arah Alika. Alika langsung mengalihkan pandangan ke arah Maminya.
"Ada apa Mi?" tanya Alika dengan badan bergetar.
"Ada apa, ada apa sekarang kamu ganti pakaianmu dengan ini. jangan lupa make up yang cantik." perintah Mami Salma dengan melemparkan baju tipis ke arah Alika.
Bahkan Alika berpikir kalau baju yang diberikan Maminya tidak pantas di sebut baju. karena baju ini terbuat dari bahan yang menerawang.
"Alika tidak mau Mi." jawab Alika dengan spontan.
Plak...!
Satu tamparan mendarat di pipi Alika. Alika langsung memegang pipinya yang memerah dan ada bekas telapak tangan di sana.Hanya dengan melihatnya saja sudah dapat di pastikan betapa kerasnya tamparan itu. mata Alika langsung berkaca-kaca.
"Cepat atau Mami berikan kekerasan yang lebih dari ini!" teriak Mami Salma.
Alika menunduk dengan meremas baju yang diberikan oleh Maminya. akankah dia harus memakai baju ini? pikir Alika.
Saat sedang melamum karena bingung tubuh Alika langsung di dorong kembali ke dalam kamar. sedangkan Pria tadi hanya bisa melihat di ujung ruang tamu dengan melipat kedua tangannya di dada."Mami beri waktu kamu dua puluh menit untuk dandan. jika dalam waktu itu kamu tidak kunjung keluar kamu tahu sendiri akibatnya!" ancam Mami Salma dengan mata yang melotot.
"Haruskah dirinya memakai pakaian seperti ini?" gumam Alika dengan berjalan mondar mandir di dalam kamar.
"Ya tuhan baju apa ini? aku hanya mohon kepadamu keluarkan aku dari lingkungan ini ya tuhan," do'a Alika dengan meletakan kedua tangannya di depan dada.
Waktu yang diberikan Maminya terus berjalan. untuk saat ini Alika hanya bisa berharap kepada tuhan agar menggerakan hati Maminya.
Dua puluh menit kemudian pintu kamar Alika kembali digedor begitu keras. Alika yang sudah selesai dengan perintah Maminya langsung keluar tidak lupa Alika memakai jaket untuk menutupi lekuk tubuhnya.
Bukan Alika tidak mau melawan atas perintah Maminya. tetapi Alika tidak memiliki caranya untuk lepas dari lingkaran setan ini. bahkan setiap harinya Maminya selalu memantau dirinya dua puluh empat jam.
"Ngapain pakai jaket hah? buka!" perintah Maminya.
"Tidak perlu Salma mungkin wakita itu ingin memberikan waktu kepadaku. sampai aku bisa menikmati tubuhnya," ujar Pria yang Alika tidak ketahui namanya dengan nada mesum.
"Baiklah kalau memang itu yang kamu inginkan Arman." jawab Mami Salma.
Arman berjalan mendekat ke arah Mami Salma dan memberikan amplop coklat dengan berkata "Sesuai perkataanku tadi. ingat jika gadis ini tidak lagi perawan kembalikan uangku.".
"Siap Arman, kamu bisa memilih mau dimana kalian akan melakukannya," ujar Mami Salma.
Tubuh Alika bertambah bergetar. bahkan Alika sudah limbung ke belakang jadi benar Maminya menjual dirinya kepada Pria hidung belang.
Alika memejamkan matanya dan berharap ada orang yang akan membantunya dalam detik-detik terakhirnya.
"Kau mau melakukannya dimana sayang?" tanya Arman dengan nada mesumnya.
Alika bergidig ngeri dan langsung mengibaskan tangannya saat Arman memegang tangannya.
Bibir Arman mendesis kemudian berkata dengan suara serak "Kau memang gadis yang menarik.".
Tanpa aba-aba Arman langsung menggendong tubuh Alika dan membawanya ke sofa yang berada di ruang tamu. Arman menidurkan tubuh Alika dengan kasar.
"Berhenti berontak atau aku akan melakukannya dengan kekerasan!" ancam Arman.
Air mata Alika tidak dapat lagi terbendung. Alika menangis tersedu-sedu dihadapan Arman yang mulai melakukan kekerasan kepadanya.
"Berhenti!".
Arman langsung menghentikan gerakannya ketika mendengar teriakan dari arah pintu yang terbuka lebar. mendengar keributan di depan Mami Salma juga keluar dadi kamar.
"Ada apa ini? apa anda juga butuh jasa seorang wanita?" tanya Mami Salma kepada Pria yang baru datang.
"Iya aku menginginkan gadis itu." jawab Pria yang ada di depan pintu dengan menunjuk ke arah Alika.
Mami Salma melihat ke arah Alika. sepertinya malam ini sangat menguntungkan untuk dirinya. jika Alika bisa melayani dua tamu dalam satu malam pikir Mami Salma.
"Tidak bisa aku sudah membayar mahal untuk gadis ini." tolak Arman.
"Sabar dulu Arman. begini saja kamu bisa memakai jasa wanita itu tetapi tunggu sampai Arman ini selesai, bagaimana?" Mami Salma berusaha bernegosiasi dengan Pria yang baru datang.
Alika menggelengkan kepalanya melihat betapa kejamnya wanita yang selama ini mengurusnya. bahkan Alika mau melakukan apapun yang Maminya perintahkan termasuk tidak boleh keluar dari rumah setelah pulang sekolah.
"Berapa dia membayarnya?" tanya Pria itu dengan menunjuk ke arah Arman.
"Dua puluh lima juta." jawab Mami Salma.
"Aku akan membayar tiga kali lipat dari itu. tapi pastikan kalau Pria ini tidak menyetuh gadis itu," ucap Pria yang ada di depan pintu.
Mendengar hal itu Alika dan Mami Salma langsung melihat ke arah Pria itu dengan tidak percaya. bagaimana bisa Pria setampan dan sekaya dia mencari wanita malam di daerah terpencil seperti ini.
"Ap... Apa anda tidak salah berkata?" tanya Mami Salma dengan nada yang tidak percaya.
Mimpi apa dia semalam bisa mendapatkan uang sebanyak ini dari Alika. kalau tahu Alika semahal ini Maminya akan menjual Alika dari dulu.
"Aku pastikan, kalau aku tidak salah berkata." jawab Pria itu dengan mengeluarkan selembar cek dari saku jasnya.
"Tulis saja berapa nominal yang anda mau. tapi saya minta gadis itu menjadi milikku," perintah Pria yang belum diketahui namanya.
Tetapi mau bagaimanapun Alika mengucapkan banyak terimakasih. kepada Pria itu karena sudah menyelamatkannya dari Pria hidung belang. meski Alika belum tahu apa yang harus dia lakukan kepada Pria itu.
康史がその病室で繰り広げられた泥仕合の一部始終を語ってくれたとき、私は温かい紅茶を少しずつ口に運んでいる。咲月が椅子で高行にとどめを刺したと聞いた瞬間、思わず吹き出してしまった。「まあ……本当にお似合いの二人ね」私は涙を拭いながら微笑んだ。「一人は愚かで、もう一人は性格が悪い。二人をずっと一緒に縛りつけて、二度と外に出て他人に迷惑をかけないでほしいわ」康史は、私が心から笑う様子を見て、瞳の奥に優しい光を宿した。私が笑い終えるのを待って、彼はふいに片膝をつき、私の前に跪いた。康史は指輪のケースを開けると、精緻なデザインのダイヤモンドの指輪が収められている。「美雪」彼は顔を上げ、これまでにないほど真剣で深い眼差しを向けた。「僕と結婚してほしい」予想外の展開に、私の頬が一気に熱くなり、胸の鼓動が高まった。「もう……政略結婚は決まってるでしょう……」私はか細い声で言った。「それとは違う」康史はきっぱりと言った。「政略は家族の決定だ。だが、これは僕、宮越康史が君、波多野美雪に捧げる想いだ」背筋を伸ばして跪く彼の瞳には誠実な色が浮かび、春の陽だまりのように温かく、私の胸の奥に残っていた最後の陰りを一瞬で溶かした。上がりそうになる口元を必死に抑え、私は手を差し出して指輪をはめてもらった。そのサイズは、驚くほどぴったり合っている。「政略結婚に同意したのに、わざわざこんなこと……」私は小さく呟いた。「ははは!美雪、君は本当に鈍いな!」朗らかな笑い声が庭の入口から響いた。私が驚いて振り向くと、兄の悠がいつの間にかそこに立っており、満足そうな表情を浮かべている。彼が歩み寄り、康史の肩を叩きながら私に微笑みかけた。「こいつはな、君の十八歳の誕生日パーティーで一度会ってから、ずっと惚れ込んでいたんだ。あの頃、君はまだ若く、その後いろいろあって……だから黙って待ち続けていた。君が政略結婚に同意したと聞いて、彼は一晩で自分の金融資産を証明する書類を丸ごと一箱抱えて、僕の書斎に駆け込んできた。まるで昔の結納のようだ。一瞬でも遅れたら、他所に取られると必死だった」私は驚いて康史を見つめた。彼は耳元を赤らめながらも視線を逸らさず、黙って頷いた。――なるほど、すべてはすでに用意されていたのだ。なるほど、知らぬ
「結局のところ、それはあなたの骨の髄に染みついた悪癖と劣等感が招いた結果にすぎないよ。私がもたらす人脈や金、名誉に縋りつく一方で、池中のもとで、いわゆる男としてのプライドを取り戻したかっただけでしょう。高行、あなたは本当に哀れで滑稽だわ」「違う!美雪、俺が愛してるのはずっとお前だけだ……」高行はなおももがいた。「どうやら上林社長は、ずいぶんお暇なようだ。僕の婚約者に付きまとっている時間があるとは」背後から康史の声が響いた。康史の姿を認めた瞬間、高行はまるで火に油を注ぐかのように激しく怒り出した。彼は私を指さし、口汚く罵り始めた。「波多野美雪!結局お前も尻軽な女じゃないか!まだ正式に婚約を解消してないのに、もう別の男に乗り換えるとは、ずいぶん性急だな!お前……」その卑猥な言葉は途中で唐突に遮られた。康史が手を伸ばして私の耳を覆い、不快な雑音を遮断したのだ。そして慎重に私を抱き寄せ、傍らに停めてあった車へと送り込み、ドアをきちんと閉めた。次の瞬間、康史は踵を返し、先ほどまでの柔らかな表情が一変して氷のように冷たくなった。彼は一言も発さず、拳を振り抜いて高行の顔面を打ちつけた。高行は悲鳴を上げ、よろめきながら地面に倒れ込んだ。康史は高行の襟首を掴み、容赦なく急所を狙って拳を振り下ろした。高行は反撃する間もなく、頭を抱えて地面にうずくまり、呻き声を上げるばかりだ。やがて彼の顔は腫れ上がり、横たわったまままともに息もできなくなった。康史はようやく手を止め、わずかに乱れた袖口を整えて車へと戻った。高行は肋骨を二本折り、全身に複数の軟部組織挫傷を負い、即入院となった。彼は康史を故意傷害で訴えると息巻いたが、康史の強力な弁護団が即座に対応し、その訴えはあっさりと退けられた。高行が入院したと聞き、咲月は再び病院へ駆けつけた。「高行さん……」ベッドで包帯にまみれた高行を見つめ、彼女は無理に涙をこぼした。「ほら、結局、あなたのことを本当に心配してるのは私だけよ。こんなにあなたを愛してるから、あの四十億の賠償、代わりに払ってくれないの?これからはちゃんと一緒に生きていくから……」痛みと怒りが入り混じった高行は、その言葉を聞いてますます気が遠くなるほど激怒した。激痛をこらえながら声を張り上げて罵った。「この役
窓の外の日差しがガラスを通り抜け、ぬくもりとなって体に降り注いだ。康史は私に向かって、穏やかで柔らかい眼差しで言った。「過去は手放せ。君の未来は、今始まったばかりだ」私はその視線を受けて、静かに頷いた。確かに、私の未来は始まる。そして、ある者たちの悪夢は、まだ幕を開けたばかりだ。高行と咲月の泥仕合は、結局のところ、彼らの破滅を早めただけの茶番に過ぎない。真の決算は、これからだ。静けさは、思いがけない来訪者によって破られた。高行は警備の交代の隙を突いて飛び出し、私の前で膝をついた。彼の服は擦り切れ、目は落ち窪み、かつての勢いは影もなく、行き詰まった狼狽だけが残っている。「美雪、俺が悪かった!頼む、悠さんと宮越家に手心を加えてくれ……!」彼は涙と鼻水を流しながら、私の裾にしがみついた。「一度だけ見逃してくれ。これからは身を粉にして償い、お前の言うことには何でも従う。二度と同じ過ちを繰り返さない!会社がなくなってもやり直せるが、刑務所に入ったら、俺は終わりだ!」私は無表情のまま裾を引き抜き、首を横に振った。「高行、選んだ道は自分のもの。代償も自分で払う」苦肉の策が通じないと見るや、彼は慌ててカバンからアルバムを取り出し、震える手でページをめくり始めた。「見てくれ、俺たちは昔、仲が良かった。大学の頃、一緒に図書館に通い、グラウンドで星を見た……お前は、どんな俺でも側にいると言っただろう。忘れたのか?」アルバムの写真は、若い頃から大人へと成長する私たちの軌跡を刻んでいた。永遠だと信じていた幸せな時間は、今やただの皮肉に過ぎない。私は高行の芝居がかった語りを冷ややかに見つめた。やがて彼は、最後の一ページで手を止めた。そこには、一年前の社員旅行の写真が貼られている。「アルバムがそこで止まった理由、分かるの?」私は冷たく口を開いた。高行は茫然としている。私は一語一語、はっきりと告げた。「その日が、池中の入社日だった。彼女が足を踏み入れた瞬間から、あなたは変わった。私の誕生日に、あなたは大事なクライアントだからって言って残業したが、実際には彼女が捻挫したから病院に付き添い、一晩中そばにいた。私が風邪をひいて39度の熱で電話をかけると、あなたは『会社の命運を左右する会議だから邪魔
康史は、朝露に濡れた白いアイリスの花束を携えたり、郊外の老舗で作りたての和菓子を持ってきたりした。長い時間、彼は窓辺のソファで仕事をこなしつつ、高行と咲月の最新情報を淡々と伝えた。「ネットの世論は、今日ひっくり返る」ある日の午後、彼は温かいミルクを私の前に置いた。私がスマホを開くと、トレンドの一位はすでに変わっている。【#池中咲月、チャット記録を捏造し、波多野美雪を陥れる】私を貶めたとされる記録は、技術オタクによる詳細な解析で無数の加工痕が指摘されるとともに、咲月が週刊誌にデマ記事の依頼をし、資金のやり取りを行った証拠が次々と暴露された。証拠は揃っており、反論の余地はない。かつて私を罵倒していたネットユーザーたちは手のひらを返し、コメント欄に謝罪の言葉を並べた。そして彼らは怒りに駆られ、咲月の素性を暴き、過去の交際歴まで白日のもとにさらした。さらに、沈黙していた社員たちも声を上げ始めた。【元・高雪社員A:池中の業務能力は低く、私が三度も尻拭いをした。毎回、上林社長が揉み消していた】【匿名希望のプロジェクトマネージャー:あの時、製品に関わる連絡ミスで数億円の損失寸前になった際、上林社長が池中を庇った。波多野さんは濡れ衣を着せられた】【マーケット部の名もなき社員:懇親会で上林社長が言ってた。波多野さんは会社の看板娘だから結婚しなきゃ、池中助手は内助の功があるからそばに置いておかなきゃって。今思い返すと、吐き気がする】世論は騒然となった。一方、渦中の高行には、ネット上の非難以上に苛烈な現実が迫っている。「株主が連名で、上林個人に対して四十億円の穴埋めを要求してる。応じなければ通報すると言ってる」私は顔を上げ、そう言った康史を見つめた。彼は冷ややかに微笑んだ。「彼がどう答えたと思う?」康史は高行の口調を真似しながら続けた。まるで本人がそこにいるかのように。「これは助手である咲月の重大な個人的過失であり、賠償は彼女が全額負担すべきだ!俺や会社には一切関係ない!」かつて咲月を抱き、四十億円など些細な額だと言っていた男は、真の危機に直面した際、躊躇なく彼女を切り捨てた。「池中は?」私が尋ねた。「もちろん、四十億円は用意できない」康史の目には、見物するかのような光が宿っている。「だから、泥仕
レビュー