Sore itu, gumpalan awan mendung menggelayut rendah di atas pelataran parkir area belakang kampus, membiaskan cahaya remang yang tenang namun terasa dingin. Evora melangkah keluar dari gedung perpustakaan usai menyelesaikan sesi belajar mandirinya. Langkah kakinya yang tenang mendadak terhenti saat sosok pria berkemeja rapi berdiri menyandarkan tubuhnya di dekat mobilnya.Vernon. Pria yang dulu pernah mengisi sebagian ruang di hatinya, sebelum ambisi, kepalsuan, dan pengkhianatan meremukkan segalanya tanpa sisa.Vernon melangkah mendekat, raut wajahnya tampak jauh lebih lelah dibandingkan biasanya. Ada guratan rasa bersalah, kegelisahan, dan keputusasaan yang sangat nyata di matanya. Pria itu menatap Evora, mengamati bagaimana gadis yang dulu selalu ia sepelekan kini telah berdiri begitu tegap, anggun, dan tak tergapai."Evora ... tolong jangan pergi dulu. Beri aku waktu lima menit saja untuk bicara," pinta Vernon dengan suara yang sedikit bergetar. Tatapannya memohon, jauh dari kesan
اقرأ المزيد