Tiba-tiba, sebuah lampu sorot menembak lurus ke arah panggung kecil yang berada di depan tangga utama. Sosok Arsen berdiri tegap di sana. Laki-laki itu memegang sebuah mikrofon. Jasnya sudah dikancingkan rapi, dan wajahnya tampak begitu tenang menatap ke arah kerumunan."Selamat malam, semuanya," suara bariton Arsen menggema ke seluruh penjuru ruangan melalui pengeras suara. "Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk hadir di perayaan kecil ini. Seperti yang kalian tahu, malam ini adalah perayaan kembalinya saya untuk memimpin ARS Company secara penuh.”Terdengar tepuk tangan riuh dari para tamu. Arsen membiarkan suara tepuk tangan itu menggema selama beberapa detik sebelum kembali mengangkat tangannya, meminta ketenangan."Namun," Arsen menjeda ucapannya. Matanya bergerak menyapu kerumunan, mencari satu sosok yang sangat ia kenal. Begitu pandangannya menemukan Lily yang berdiri di tengah ruangan, tatapan Arsen terkunci di sana. "Alasan utama saya mengadakan pesta besar ini sama sekal
อ่านเพิ่มเติม