“Siap, Pak Reza,” sahut Cipta saat menyadari atasannya itu menghubungi malam itu. Ia segera meraih ponselnya dan sedikit menurunkan volume televisi.“Cipta, sibuk nggak?” tanya Reza dari seberang sana.“Kebetulan lagi di rumah, Pak. Sama istri,” jawab Cipta sambil melirik Wanda yang duduk santai di dekatnya, kaki terangkat ke sofa dengan posisi nyaman.“Gimana kabar istri kamu? Kehamilannya sehat?” tanya Reza, suaranya terdengar formal tapi penuh basa-basi.“Kabarnya baik dan sehat, Pak,” jawab Cipta. “Sebenarnya mau periksa ke dokter kandungan, tapi dokternya lagi banyak pasien operasi, jadi pemeriksaannya kami undur dulu.”Cipta berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan nada sopan, “Ada apa ya, Pak Reza?”“Besok pagi temui saya ke kantor, ya. Jam sepuluh,” ucap Reza singkat, nadanya terdengar tenang tapi tak biasa.“Baik, Pak,” sahut Cipta sambil mengangguk refleks, meski Reza tak bisa melihatnya.“Oke, Cipta. Sampai ketemu besok. Salam buat keluarga,” ujar Reza ramah, lalu sambunga
Last Updated : 2026-01-15 Read more