Mutia terkejut ketika tubuhnya tiba-tiba didorong keras oleh Rendra. Awalnya, dia hanya ingin membantu sang majikan yang baru saja pulang dalam keadaan sempoyongan.Nafas pria itu terengah-engah, keringatnya membasahi pelipis, dan wajahnya memerah tidak wajar.“A-apa yang terjadi, Tuan?” Mutia tampak khawatir.“Pergi! Kunci pintunya dari luar!” Rendra mengusir Mutia dengan suara bergetar.“T-tapi,Tuan.” Karena merasa khawatir dengan kondisi majikannya, Mutia justru mendekat. Dia menopang tubuh Rendra. Namun, saat jemarinya menyentuh lengan Rendra, pria itu justru menariknya dan mendorongnya ke atas tempat tidur.Tubuh Mutia langsung jatuh terlentang. Dia panik saat Rendra sudah berada tepat di atasnya. Tatapan mata Rendra menggelap dan nafasnya sangat memburu seperti sedang menahan sesuatu.“Kamu harus… membantuku, Mutia,” Suara Rendra parau, dia menatap penuh kegelisahan. “Kali ini saja… tolong aku!”Mutia meronta dan mendorong dada majikannya. “Tuan, lepaskan! Apa yang Tuan lakukan?
Last Updated : 2025-08-25 Read more