MasukNiatnya ingin membantu sang majikan, tapi Mutia justru diperkosa. Awalnya dia tidak tahu kalau majikannya itu adalah musuh suaminya. “Bercerai darinya dan menikahlah denganku.” “Aku tidak bisa, Tuan.” “Lalu bagaimana kalau kamu hamil? Bayi itu pasti milikku.” Rendra tidak bodoh, dia tahu kalau dia adalah pria pertama yang menyentuh Mutia.
Lihat lebih banyak지독하게 가라앉은 열기 속에서도 권재하는 여유로웠다. 움직임은 나른했고, 그래서 더 잔인했다.
“…….”
서인은 엉망으로 흐트러진 숨을 삼키며 눈을 감았다. 제멋대로 떨리는 입술을 진정시키려 깨물자, 재하의 낮게 가라앉은 시선이 곧장 그곳으로 떨어졌다.
“깨물지 말라고 했죠.”
나긋한 경고와 함께 재하의 손가락이 입술을 짓누르듯 벌리고 그 사이로 파고들었다.
젖은 점막을 헤집고 들어오는 감각에 서인은 눈썹을 찌푸렸다. 그래도 밀어내지는 않은 채 거칠게 숨을 몰아쉬며 재하의 손가락을 입안으로 받아들였다.
혀끝으로 감싸 천천히 빨아내자, 이번에는 재하의 숨소리가 미세하게 거칠어졌다.
귓가에 질척한 물소리가 울렸다.
배덕하고 음란한 감각이었다.
“……버릇이야, 정말.”
낮게 읊조린 재하가 손가락을 빼내려는 찰나, 서인은 심술궂게 이를 세웠다.
“하…….”
재하가 짧은 탄식과 함께 고개를 뒤로 젖혔다.
그러나 피하기는커녕, 고개를 바로 한 그의 시선이 다시 서인에게 꽂혔다.
“깨물지 말라고 했을 텐데.”
재하가 서인의 골반을 단단히 붙잡아 제 앞으로 끌어당겼다.
끈적한 열기로 젖은 살이 맞부딪혔다.
재하는 제 아래를 묵직하게 채우고 있던 성기를 천천히 빼냈다. 그리고 대답할 틈도 주지 않은 채 다시 깊숙이 꽂아 넣었다.
“아아, 흣……!”
서인의 전신이 크게 들썩였다. 한 번에 밀려든 쾌락이 척추를 타고 치솟아 머릿속이 하얗게 부서졌다. 붙잡을 곳을 찾던 손이 다급하게 재하의 팔을 움켜쥐었다.
재하는 조금 전까지의 나른한 여유가 무색할 만큼 거칠게 허리를 움직였다.
살과 살이 부딪히는 눅눅한 소리가 끊임없이 이어졌다. 젖은 곳을 거듭 파고드는 움직임에는 점점 힘이 실렸고, 안쪽을 짓이기듯 몰아치는 템포에 서인은 숨조차 제대로 쉬지 못했다.
“아아…….”
서인은 더 이상 버티지 못했다.
왈칵 쏟아진 뜨겁고 묽은 애액과 함께 온몸이 바르르 떨렸다. 힘이 풀린 허벅지가 재하의 허리를 감싼 채 제멋대로 경련했다.
재하는 멈추지 않고 허리를 깊숙이 묻은 채 상체를 숙였다. 그의 시선이 서인의 하얗고 가늘게 떨리는 허벅지 사이로 떨어졌다.
시선이 머문 것도 잠시, 재하는 조금의 망설임도 없이 그 아래로 몸을 낮췄다.
“……재하 씨, 잠깐…….”
서인이 뒤늦게 그를 밀어내려 팔을 뻗었지만, 재하는 아랑곳하지 않았다.
제 입술로 그 흔적을 고스란히 쓸어내렸다.
끈적하게 젖은 살을 진득하게 훑는 감각에 서인은 숨이 멎는 줄 알았다.
한참 뒤에야 입술을 떼어낸 재하가 번들거리는 입가를 손등으로 쓸더니 피식 웃었다.
“……맛있네요.”
수치심을 느끼기도 전에 흥분이 먼저 치솟았다. 겨우 가라앉던 몸이 다시 달아올랐다.
“흐…… 더, 더 해줘요. 재하 씨.”
서인은 제멋대로 떨리는 두 팔을 뻗어 재하의 목덜미를 끌어안고, 몸을 비틀어 더 바짝 매달렸다.
“못 참겠네, 정말.”
재하의 입꼬리가 비틀리듯 올라갔다.
그는 다시 서인의 위로 묵직하게 올라탔다.
희고 가느다란 서인의 몸 위로 핏줄이 선명하게 돋은 재하의 단단한 몸이 겹쳐졌다. 조각한 듯 서늘한 얼굴을 타고 땀방울이 흘렀고, 늘 오만하리만큼 흐트러짐 없던 얼굴에서 마침내 여유가 사라졌다.
“후…… 씹.”
낮게 가라앉은 욕설이 귓가를 때렸다.
서인은 눈앞이 새하얘지는 절정과 함께 온몸을 팽팽하게 조였다.
재하 역시 억눌린 신음을 삼키며 깊숙이 허리를 묻은 채 한동안 움직이지 않았다.
두 사람의 거친 숨만 침실 안을 가득 채웠다.
***
끝나고 나면 늘 그랬다.
침대는 엉망이었고 바닥에는 벗어 던진 옷가지가 아무렇게나 흩어져 있었다. 정작 조금 전까지 그 난장판을 만든 두 사람은 놀라울 만큼 빨리 얌전해졌다.
몇 번 숨을 고른 재하가 천천히 몸을 일으켰다. 아직 열이 가시지 않은 서인은 그대로 누워 눈을 감고 있었다.
재하는 침대 협탁에서 수건을 집어 서인의 뺨에 흐른 땀과 몸에 남은 흔적을 닦아냈다.
조금 전까지 그렇게 탐욕스럽게 굴던 남자라고는 믿기 어려울 만큼 사무적인 손길이었다.
재하는 수건을 내려놓고 아무 말 없이 옆으로 누워 눈을 감았다. 서인은 그제야 천천히 눈을 떴다.
몸은 아직 나른했지만 머릿속은 이미 멀쩡했다.
가장 먼저 떠오른 것은 내일 오전의 약속이었다.
법무법인 세경.
오전 열 시.
예약은 이미 끝나 있었다.
서인이 고개를 옆으로 돌리자 재하는 팔 하나를 눈 위에 걸친 채 반듯하게 누워 있었다. 조금 전까지의 흐트러진 모습은 온데간데없고, 느릿하게 오르내리는 단단한 가슴과 아직 마르지 않은 땀방울 정도만이 남아 있었다.
참 빠르게도 멀쩡해지는 인간이었다.
서인은 그 얼굴을 잠시 바라봤다. 삼 년을 살면서 수도 없이 본 얼굴이었다.
“재하 씨.”
“네.”
잠든 줄 알았는데 대답은 바로 돌아왔다.
“우리 이혼해요.”
Hari-hari berlalu sangat lambat bagi mereka. Baik Rendra maupun Ken sama-sama gelisah menunggu setiap bulan yang terus mereka lewati.Ada sedikit kekhawatiran yang tak bisa diabaikan dari hati Rendra: kalau bayi yang dikandung Mutia nanti perempuan, siapa yang akan menjadi penerusnya? Sementara Ken sudah pernah berjanji, bila Rendra tidak berhasil memiliki seorang putra, meskipun Ken sendiri memiliki putra, ia tetap tidak akan menjadikannya penerus perusahaan Dwintara.Ken sudah bersumpah untuk setia berdiri di sisi Rendra, bahkan untuk urusan keturunan. Dalam arti, apa pun yang terjadi, ia akan tetap berada di samping, bukan di depan.Hingga akhirnya, hari yang mereka tunggu benar-benar tiba.Tibalah waktunya Rimbun menjalani operasi caesar yang sudah disepakati sejak awal.Operasi berjalan lancar tanpa hambatan. Dan mengejutkan semua orang, tiga bayi kembar milik Ken ternyata semuanya adalah bayi laki-laki!Senyum kebahagiaan benar-benar terukir jelas di ujung bibir Ken dan Rendra.
Mereka sudah berada di ruang khusus rumah sakit. Rendra dan Mutia menunggu di luar, sementara Ken dan Rimbun berada di dalam ruang pemeriksaan.Dokter mulai melakukan USG pada kandungan Rimbun. Setelah beberapa saat, dokter wanita itu menoleh pada Ken yang duduk di ujung ranjang, dekat kaki Rimbun."Ada apa dengan istriku, Dok?" Ken cepat berdiri dan mendekat.Dokter tersenyum."Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, Tuan Ken.""Jadi istriku benar-benar hamil?" Ken bertanya lagi, kali ini dengan suara lebih tegang."Tentu saja. Istri Anda benar-benar hamil, hanya saja…""Hanya apa, Dok?" Ken mulai gelisah."Nona Rimbun mengandung bayi kembar tiga sekaligus. Ini luar biasa, Tuan!" Dokter tampak benar-benar kagum."Hah? Apa?" Ken tercengang. Rimbun yang masih berbaring pun langsung menoleh cepat."Lihat, Tuan. Ada tiga janin di dalam rahim Nona," ujar dokter sambil menunjuk monitor USG portabel 4D."Jadi istriku… hamil bayi kembar tiga?" Ken masih tak percaya."Benar, Tuan. Itu sebabnya pe
"Jadi usia Fic sekarang belum mencapai delapan belas tahun?" Mutia tercengang setelah mendengar cerita Rendra tentang Fic."Benar, Mutia. Mungkin karena didikan fisik dan mental yang begitu keras untuknya, membuat Fic tumbuh dua kali lebih matang dari usia sebenarnya."Mutia masih mengingat dengan jelas bagaimana Fic pernah menyelamatkannya. Tembakan pistol Fic sangat tepat, mengenai tangan Dion yang hampir saja melubangi perutnya. Lalu bagaimana Fic mengangkat tubuhnya dengan begitu mudah dan membawanya berlari menuju mobil untuk dibawa ke rumah sakit.Raut wajah Fic yang ketakutan dan sangat cemas itu masih terbayang jelas. Tangisannya kala itu menggambarkan betapa ia sebenarnya masih sangat muda.Fic menangisi Mutia sepanjang perjalanan. Takut istrinya Rendra itu tidak selamat, takut mendapat murka Rendra, dan takut kehilangan orang yang dianggapnya keluarga."Tapi Fic pernah mengatakan padaku kalau dia sudah di sini sejak orang tuamu masih ada?" tanya Mutia."Dia hanya bergurau, M
"Mana bisa seperti itu? Kita susah payah memperjuangkan perusahaan itu. Sekarang kamu mau membiarkan perusahaan itu hilang begitu saja?" Ken mulai emosi."Bukan begitu, Bodoh! Itu hanya bayanganku kalau semua itu benar-benar terjadi. Makanya kamu harus berpikir, Ken! Kamu kan hebat dalam urusan memikirkan sesuatu. Ayo berpikir!" Rendra berdiri mengikuti Ken.Ken tertawa. Ia tahu Rendra hanya bercanda, lalu duduk kembali. Rendra ikut duduk.Keduanya terdiam, larut dalam pikiran masing-masing. Mereka mencari solusi agar perusahaan tetap berjalan stabil meski mereka tidak bisa hadir sepenuhnya, sementara para istri sedang ngidam parah dan tidak ingin ditinggal."Ah!" Ken tiba-tiba mengacungkan telunjuk."Kamu menemukan solusinya?" Rendra langsung menatap penuh harap."Tentu!""Bagaimana?""Hanya ada satu solusi yang tepat.""Apa, Ken? Cepat katakan!""Sudah saatnya dia ikut andil dalam perusahaan. Tidak sia-sia selama ini kita mendidiknya dengan baik. Sudah saatnya dia membuktikan kemamp
“Ah,.. em… Sayang, aku mencintaimu.” “Aku juga sayang… tolong jangan tinggalkan aku.”Suara desahan dan ucapan cinta dari sepasang kekasih yang sedang bercinta saling bersahutan di dalam sana.Mutia yang baru saja melewati kamar itu menegang dan berdiri di tempat.Suara itu…Sebenarnya dia sudah s
"Jam berapa ini?" Rendra bertanya pada Ken yang langsung memeriksa ponselnya. “00:15.” Jawab Ken, singkat. "Pergilah beristirahat.” Ken hanya mengangguk, lalu melangkah. Dia sempat menoleh kembali seperti masih ragu untuk meninggalkan Rendra. Dia sebenarnya masih ingin menemani Rendra, mengin
Rendra turun dari tempat tidur. Nafasnya masih terasa berat. Dia mengambil handuk untuk menutupi tubuh bagian bawahnya. Lalu segera mencari ponselnya untuk menghubungi Ken. Baru saja panggilannya selesai, dia mendengar suara tangisan samar dari ruang tengah. Dia menoleh, kemudian meletakkan po
Mutia terkejut ketika tubuhnya tiba-tiba didorong keras oleh Rendra. Awalnya, dia hanya ingin membantu sang majikan yang baru saja pulang dalam keadaan sempoyongan.Nafas pria itu terengah-engah, keringatnya membasahi pelipis, dan wajahnya memerah tidak wajar.“A-apa yang terjadi, Tuan?” Mutia tamp






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan