JANGAN SALAHKAN AKU SELINGKUH (Hasrat Panas Musuh Suamiku)

JANGAN SALAHKAN AKU SELINGKUH (Hasrat Panas Musuh Suamiku)

last updateLast Updated : 2025-08-29
By:  Any AnthikaUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
7Chapters
5views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Niatnya ingin membantu sang majikan, tapi Mutia justru diperkosa. Awalnya dia tidak tahu kalau majikannya itu adalah musuh suaminya. “Bercerai darinya dan menikahlah denganku.” “Aku tidak bisa, Tuan.” “Lalu bagaimana kalau kamu hamil? Bayi itu pasti milikku.” Rendra tidak bodoh, dia tahu kalau dia adalah pria pertama yang menyentuh Mutia.

View More

Chapter 1

Bab 1. Menjadi Korban Pelampiasan

Mutia terkejut ketika tubuhnya tiba-tiba didorong keras oleh Rendra. Awalnya, dia hanya ingin membantu sang majikan yang baru saja pulang dalam keadaan sempoyongan.

Nafas pria itu terengah-engah, keringatnya membasahi pelipis, dan wajahnya memerah tidak wajar.

“A-apa yang terjadi, Tuan?” Mutia tampak khawatir.

“Pergi! Kunci pintunya dari luar!” Rendra mengusir Mutia dengan suara bergetar.

“T-tapi,Tuan.” Karena merasa khawatir dengan kondisi majikannya, Mutia justru mendekat. Dia menopang tubuh Rendra. Namun, saat jemarinya menyentuh lengan Rendra, pria itu justru menariknya dan mendorongnya ke atas tempat tidur.

Tubuh Mutia langsung jatuh terlentang. Dia panik saat Rendra sudah berada tepat di atasnya. Tatapan mata Rendra menggelap dan nafasnya sangat memburu seperti sedang menahan sesuatu.

“Kamu harus… membantuku, Mutia,” Suara Rendra parau, dia menatap penuh kegelisahan. “Kali ini saja… tolong aku!”

Mutia meronta dan mendorong dada majikannya. “Tuan, lepaskan! Apa yang Tuan lakukan?!” Dia beringsut mundur, tapi tangan Rendra lebih cepat menangkap pergelangan tangannya.

“Obat sialan ini… aku tidak bisa menahan,”

“Tuan, sadar! Jangan lakukan padaku. Aku ini sudah bersuami!” Mutia hampir menjerit karena ketakutan.

Tapi Rendra sudah kehilangan kendali. Bibirnya menempel kasar pada bibir Mutia, membuat wanita itu merintih tertahan. “Emm… lepaskan, Tuan… kumohon…” suaranya bergetar, tubuhnya juga menegang.

Efek obat itu membuat nafas Rendra kian memburu. Sentuhannya menjadi tergesa tidak terkendali. Sementara tubuhnya bergetar menahan gejolak yang terus membakar.

Mutia masih berusaha melawan, menolak setiap gerakan kasar Rendra, tapi lama-kelamaan tenaganya terkuras habis. Isakan pelan menggantikan teriakannya, dan tubuhnya gemetar di bawah bayang-bayang pria itu.

“Mutia… kumohon… aku… tidak bisa berhenti,” suara Rendra merintih penuh penderitaan. Wajahnya memerah, dan matanya memejam menahan rasa sakit sekaligus hasrat yang meluap.

Sisa waktu terasa begitu panjang. Suara napas mereka saling bercampur, dan detak jantung Rendra berdentum keras di telinga Mutia.

"Ah.. Sakit...! Berhenti Tuan. Kumohon!" Mutia mengeluh setiap kali Rendra menggigit bagian tubuhnya.

Saat Rendra merenggangkan kedua pahanya dengan kakinya, Mutia berteriak, "Tidak, Tuan! Jangan!"

"Aaa.....!" Mata Mutia terbelalak. Dia menjerit kesakitan ketika sesuatu menekan pangkal pahanya dengan begitu kuat.

Setelahnya, dia sudah tidak bisa meronta lagi, hanya bisa menangis menahan setiap hentakan kasar dari Rendra. Pandangan mulai berputar.

Dia mencoba meraih apa saja yang bisa ia raih. Tapi tidak ada apa-apa di sisinya yang bisa ia raih. Kecuali hanya sprei.

Mutia mencengkram kuat sprei itu. Begitu juga dengan Rendra, melakukan hal yang sama. Kedua tangannya mencengkram kuat sprei sambil terus menghentak.

Keringatnya bercucuran, hingga mengalir ke rahang. Dia belum berhenti dan masih terus bergerak.

Lebih dari satu jam Rendra menggempur Mutia tanpa ampun.

Sampai akhirnya, semuanya perlahan mereda. Malam kembali sunyi.

Mutia hanya bisa terbaring lemah, tubuhnya gemetaran, hatinya penuh luka sekaligus kebingungan. Air mata jatuh membasahi pipinya. Dengan sisa tenaga, dia memalingkan wajah, tidak sanggup menatap Rendra yang kini terkulai lelah di sisinya.

Pria itu terbaring dengan nafas yang masih tersengal, tubuhnya basah oleh keringat. Dia menatap langit-langit dengan pandangan kosong.

Lalu sesaat dia menoleh pada Mutia yang membelakanginya.

Efek obat itu memang berhasil mereda, tapi menyisakan rasa bersalah yang menyesakkan dadanya.

Ini adalah pengalaman pertamanya di atas ranjang! Dan Mutia yang berstatus istri orang justru harus menjadi pelampiasannya.

Rendra Dwintara, dia adalah pemilik Dwintara Crop. Beberapa tahun ini, perusahaannya memang berkembang dengan sangat pesat dan berada di jajaran lima besar teratas.

Beberapa jam yang lalu, Rendra sama sekali tidak menyangka jika malamnya akan berubah menjadi kacau seperti ini.

Sore itu Ken, sekretaris sekaligus sahabatnya sudah memperingatkan agar dia tidak menghadiri pesta ulang tahun Natali, teman sekelas mereka dulu.

Ken merasa undangan itu aneh, terutama karena datang langsung dari Dion, pacar Natali, sekaligus orang yang paling membenci Rendra.

Lalu tiba-tiba saja saat mereka akan berangkat, staf perusahaan menghubunginya dan mengatakan jika gudang barang Dwintara Crop kebakaran.

Ini bukan suatu kebetulan, kan?

Selama ini, tidak pernah ada kejadian apa-apa. Para staf perusahaan mereka selalu bekerja dengan baik dan tidak pernah melakukan kesalahan sekecil apapun.

Tapi Rendra bersikeras untuk datang. Dia yakin tidak akan ada masalah besar. Rendra menyuruh Ken pergi duluan ke perusahaan untuk melihat situasi, sementara dia tetap menghadiri pesta seorang diri.

Di pesta, Rendra hanya minum beberapa teguk anggur yang disuguhkan oleh Natali sendiri. Tapi beberapa menit kemudian, kepalanya terasa ringan, lalu panas menjalar ke seluruh tubuhnya. Tenggorokannya kering, napasnya semakin berat, dan pikirannya kabur.

Ini terasa aneh..

Dia mulai curiga ada sesuatu di dalam minumannya.

Menyadari hal itu, dia berpikir harus segera pergi dari sini.

Pada saat dia keluar dari pesta, Cesilia salah satu teman lama mereka yang selama ini mengejarnya, sempat menghampirinya dan menawarkan diri untuk menemani.

Rendra menolak, lalu segera pergi. Dia benar-benar berjuang untuk tetap sadar dan jangan sampai melakukan kesalahan sedikitpun.

Akhirnya dia berhasil pulang.

Dia pikir, dia akan bisa mengendalikan diri setelah sampai di rumah.

Sialnya, saat tiba di kamarnya dia justru bertemu dengan Mutia.

Dan setelah itu, segalanya berubah.

Sekitar tengah malam, Rendra terbangun. Dia langsung terlonjak kaget saat mengingat dengan jelas kejadian semalam.

Dia menoleh ke kiri dan ke kanan. Mutia tidak ada di tempat tidurnya lagi. Hanya berantakan yang tersisa. Sprei kusut, bantal dan guling sudah entah kemana. Pakaiannya dan baju Mutia berserakan di bawah.

Lalu pandangannya jatuh pada bercak darah yang cukup banyak di sprei putih tempat tidur ini.

Matanya membulat tidak percaya. "Dia masih perawan? Bagaimana mungkin?”

Dia teringat pertemuannya dengan Mutia, dia bilang kalau sudah bersuami.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Comments

No Comments
7 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status