Lima hari berlalu, suasana di kediaman Mahardika berangsur-angsur kembali ceria. Ares, meski masih sedikit pucat dan harus membawa tiang infus portabel ke mana-mana, sudah mulai bisa duduk tegak dan memeriksa dokumen yang dibawa David. Hari ini suasana jauh lebih hidup karena Raya sudah diperbolehkan keluar kamar. Raya duduk di sofa ruang tengah, memperhatikan Kelana yang asyik menyusun balok kayu dibantu oleh Dio yang tak henti-hentinya melucu. Ibu Ratih duduk di samping Raya, menyesap teh hangat sambil sesekali membetulkan posisi duduk putri kesayangannya itu. "Nah, begini kan enak. Rumah jadi tidak terasa seperti rumah sakit lagi," ujar Ibu Ratih lega. Tiba-tiba, suara bel pintu depan berbunyi. Tak lama kemudian, Anita masuk diikuti oleh tiga orang pria dan dua wanita yang membawa koper besar, gulungan kertas denah, serta berbagai sampel material bangunan. "Selamat siang, Nyonya Raya, Ibu Ratih," sapa Anita dengan sopan. Raya mengernyit bingung. "Siang, Anita. Ada apa ya?
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-08 อ่านเพิ่มเติม