Cahaya fajar menyusup melalui tirai satin tebal kamarku, melukis bayangan emas tipis di lantai marmer. Aku terbangun dengan rasa sakit yang tumpul di dada, bukan dari demam penjara, melainkan dari memori yang dingin.Napasku bergetar saat aku menyentuh tulang rusukku, memastikan diriku utuh. Aku kembali. Aku masih Eleanora de Villon, Putri Duke Villon.Wajahku, yang di kehidupan lalu dipuji sebagai kecantikan porselen kini terasa seperti topeng yang harus kugunakan untuk bertahan hidup. Kemewahan yang mengelilingiku—kasur beludru, dressing table perak, permadani Persia—kini terasa seperti ilusi yang rentan. Aku telah melihat kekayaan ini runtuh, melihat kehormatan ini remuk. Aku tahu, tanpa strategi yang cerdas, kemewahan ini akan menjadi penjara.Aku menekan bel panggilan di samping tempat tidur. Itu adalah tindakan otomatis, namun kini dilakukan dengan kesadaran penuh akan dampak tindakanku.Aku tahu, tanpa strategi yang cerdas, tanpa ilmu yang kugadaikan demi pesta, kecantikan
Huling Na-update : 2025-10-06 Magbasa pa