POV Carissa“Beneran? Makasih, Gabriel. Aku sudah nggak sabar mau ketemu dengan mereka. Tapi tunggu, apa mama marah ke aku? Gimanapun juga, aku memang kabur,” tanyaku dengan gugup.“Kita akan tahu besok, sayang. Sekarang, istirahat dulu saja. Dokter bilang kamu nggak boleh terlalu paksakan diri,” ucapnya lembut sambil bantu aku berbaring lagi dengan hati-hati.Aku tersenyum dengar perkataannya. Ada luapan antusias yang penuhi dadaku saat pikirkan hari esok. Aku benar-benar nggak sabar ingin ketemu anak-anakku dan Moira. Aku hanya berharap Moira nggak kecewa dengan aku.Lalu tiba-tiba pikiranku melayang pada keluargaku sendiri, ayah, ibu, dan Ara. Apa mereka tahu tentang keadaanku? Dan kalaupun tahu, apa mereka akan datang jenguk?Aku hembuskan napas pelan, sementara rasa sedih perlahan selimuti hati. Kapan aku akan benar-benar rasakan dicintai oleh keluargaku sendiri?“Soal mama dan papamu, besok aku akan minta Aron hubungi mereka. Kasih tahu kalau kamu sudah sadar,” kata Gabriel sambi
อ่านเพิ่มเติม