POV Carissa.“Sayang, bisa nggak kamu pulang? Papa mau ketemu dengan kamu,” kata Mama di seberang telepon.“Apa? Sekarang?” jawabku sambil melirik ke arah Gabriel. Moira dan si kembar yang sudah lebih dulu keluar dari ruang bermain. Kini hanya tinggal aku dan Gabriel di dalam ruangan itu.“Iya, Sayang. Papa lagi sakit. Dia ingin ketemu dan bicara dengan kamu,” ujar Mama sekali lagi.“Oke, sekarang aku akan ke sana,” jawabku singkat. Sudah lama sekali aku nggak pulang ke rumah itu. Sejak aku pergoki mereka bersama Ara waktu itu, aku nggak pernah kembali lagi, lukanya masih terlalu membekas.Setelah telepon berakhir, aku noleh pada Gabriel. Tatapannya seolah tanya tanpa suara.Aku hembuskan napas pelan sebelum akhirnya bicara.“Mama telepon. Katanya Papa ingin ketemu dengan aku,” ujarku.“Oh gitu? Ayo, aku antar,” kata Gabriel.Aku langsung gelengkan kepala.“Nggak usah, biar sopir saja yang antar aku,” jawabku.“Aku yang akan antar kamu, Carissa,” katanya tegas, seolah nggak kasih ruang
อ่านเพิ่มเติม