POV Carissa.Aku terus nangis. Kenapa keluargaku seperti ini? Apa mereka benar-benar nggak ingin lihat aku bahagia? Apa penderitaanku bawa kepuasan buat mereka? Kenapa hidupku harus terasa seberat ini?Aku rasakan lengan Gabriel melingkari tubuhku. Aku nangis tanpa henti di dadanya. Sesaat kemudian, tubuhku terangkat, Gabriel gendong aku. Refleks, tanganku melingkar di belakang lehernya.“Delia, tolong antar makanan ke kamar.” Aku dengar Gabriel berkata seperti itu.“Siap, Tuan Gabriel,” jawab Delia cepat.Gabriel langsung bawa aku ke kamar dan perlahan turunkan aku di atas ranjang.“Sayang, sudah cukup, oke? Tolong bertahanlah sedikit lagi. Aku di sini sama kamu. Aku nggak akan pergi ke mana pun,” ucapnya lembut.“Ini terlalu menyakitkan. Kenapa mereka perlakukan aku seperti itu? Apa benar aku nggak akan pernah punya tempat di hati keluargaku sendiri?” balasku lirih.“Kita ada untuk kamu, Sayang. Aku, anak-anak kita, Mama dan Papa-ku. Kita semua cinta kamu. Kita keluargamu,” kata Gabr
อ่านเพิ่มเติม