“Wah, Mas Mahen, akhirnya pulang! Aku kangen banget loh, Mas!” Suara Gita yang dibuat-buat manja itu terdengar melengking dari ruang tengah hingga menembus pintu kamar Savita yang tertutup rapat. Savita yang duduk di lantai bersandarkan pinggiran tempat tidur, yang sedang memandangi mangkuk bubur dari Siti, segera menegang. Sang Tuan Penjara sudah kembali. Savita sadar bahwa dirinya tidak punya banyak waktu. Dia segera bangkit sambil mengangkat mangkuk berisi bubur itu lalu membawanya ke dalam toilet dan dibuat ke kloset sebagian besar. “Jangan buang semua,” bisik Savita. Dia lalu mengaduk-aduk asal mangkuk masih yang menyisakan sedikit bubur itu. “Sisain dikit biar dikira kumakan,” ucapnya lagi. Dia lalu berjalan ke meja riasnya yang berantakan. Diletakkan mangkuk bubur yang sudah kosong itu bersisian dengan mangkuk sup ayam yang tidak kunjung
Last Updated : 2026-01-06 Read more