"Beneran Siti mau pergi?" tanya Febi dengan suara pelan yang bergetar. Mata cewek kalem berhijab watercolor itu berkaca-kaca, menatap ibu mertua sekaligus teman lama yang dulu menjadi rekan kerjanya di cabang perusahaan Kingsley. Febi yang berdiri di samping Victor meremas pelan ujung gaunnya, tak mampu menahan gumpalan rasa sedih yang mendadak memenuhi dadanya. Di antara seluruh anggota keluarga Kingsley, Febi adalah sosok yang merasa paling berutang pada Siti. Siti yang pertama kali menyambutnya hangat saat ia melangkah ragu masuk ke mansion dengan ketakutan, dan Siti pula yang mengerti sifat pemalu serta traumanya di masa lalu. Siti tersenyum lembut, melangkah mendekati Febi lalu menggenggam kedua tangan menantunya itu. "Kak Febi... kok sedih gitu sih? Aku cuma pindah ke desa sama Mas Kieran, bukan pindah ke planet lain. Santai aja kali." "Tapi... mansion ini bakal berasa beda banget kalau gak ada kamu, Ti," bisik Febi lirih, mengusap sudut matanya. "Aku baru sebentar ras
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-10-16 อ่านเพิ่มเติม