**** Pertemuan dengan Dania dan Hera berjalan lebih canggung dari yang kuduga. Rassel berdiri di sampingku, terlalu dekat untuk disebut kebetulan. Lengannya sempat melingkar di pinggangku sebelum akhirnya turun perlahan, seolah ia sadar sedang diawasi. Dania menatapku penuh arti. Hera tersenyum tipis, tapi matanya tajam. “Kita lagi muter-muter aja kok,” kataku mencoba santai. Rassel mengangguk sopan. “Jangan terlalu lama di bawah matahari. Amara mudah pusing.” Aku menoleh cepat. “Aku tidak selemah itu.” Ia tersenyum, namun tatapannya seperti menegaskan sesuatu yang tak terucap. Setelah beberapa menit berbasa-basi, aku kembali berjalan bersamanya. Kali ini langkahku sedikit lebih berat. “Kamu tidak perlu mengatakan hal seperti itu,” kataku pelan. “Yang mana?” “Seolah-olah aku tidak bisa menjaga diriku sendiri.” Ia menghela napas ringan. “Aku hanya perhatian.” “Perhatian dan mengontrol itu tipis bedanya.” Ia tidak langsung menjawab. Kami berjalan lebih jauh, hingga akhir
Last Updated : 2026-03-06 Read more