Aku buru-buru mengalihkan pandanganku ketika mataku tanpa sengaja bertemu dengan tatapan dingin itu. Entah kenapa, wajahnya terasa tidak asing sejak pertama kali ia masuk kelas. Ada sesuatu yang samar, seperti kenangan yang berusaha muncul ke permukaan, tetapi menguap setiap kali ingin kutangkap. Aku sempat melamun, mencoba mengingat di mana aku pernah melihat sosok itu, sampai suara Hera dan Dania menepuk bahuku bersamaan, hampir membuatku tersentak. “Pertemuan kali ini kita akhiri. Untuk pertemuan selanjutnya, kita ulangan untuk materi hari ini. Terima kasih.” Suara Pak Rassel menggema di seluruh ruangan, tegas, berat, dan sama sekali tidak memberi ruang untuk keluhan. Begitu ia keluar, kelas langsung berubah menjadi pasar malam. Semua mahasiswa kompak mengeluh, entah karena tugas, cara bicaranya, atau sekadar melampiaskan stres. “Gila sih… benar-benar dosen killer,” gerutu Hera sambil menghembuskan napas panjang. “Baru pertemuan kedua, kita sudah dikasih tugas. Apa hidup ma
Last Updated : 2025-11-22 Read more