Keesokan harinya, suasana di kantor milik Ibra tampak lebih sibuk dari biasanya. Meskipun kondisi fisiknya belum seratus persen pulih, Ibra bersikeras untuk datang sendiri. Pagi tadi, ia dengan tegas melarang Aya ikut."Kamu di rumah saja. Urus Putra. Jangan karena satu kali keberuntungan di rapat kemarin, kamu merasa sudah jadi CEO," ketus Ibra sebelum berangkat. Dan kata-katanya kembali membuat Aya kesal."Nanti kamu jemput Putra sama Pak Santo. Tapi ingat, jangan coba-coba untuk kabur," lanjutnya memberikan peringatan."Hm." Aya hanya menjawab singkat. Sangat singkat sebelum pintu mobil kembali tertutup dan ia kembali ke rumah bersama Santo.Ibra hanya ingin memeriksa kembali apa yang terjadi dengan kerjasama kemarin. Namun, setibanya di kantor, atmosfer yang ia temukan justru tidak berpihak pada egonya. Sepanjang koridor menuju ruangannya, para staf membungkuk hormat, namun ia bisa mendengar bisik-bisik kagum tentang 'Nyonya Bagaskara' yang berhasil menaklukkan perwakilan Jerman y
더 보기