"Om Dewa," seru Aurel. "Hai, Aurel." "Hai, Om." Kemudian Aurel memandang ke arah Zahra. "Aku panggil Papa dan Mama dulu ya, Ra." Setelah Zahra mengangguk, Aurel berlari masuk ke dalam rumah. Sedangkan Zahra membuka pintu pagar dan langsung mencium tangan Dewa, baru ke Nadia. "Adam, salim sama Mbak Zahra," ujar Nadia pada sang anak. Adam pun manut. "Om Dewa, sudah punya anak ternyata," ujar Zahra polos. "Iya, Zahra. Namanya Adam." Gadis kecil itu tersenyum sambil menyentuh lengannya Adam. Tidak lama dari arah rumah, muncul Aurel bersama dengan Emir dan Naima. Baik Emir maupun Naima sempat terpaku, mata mereka memicing untuk meyakinkan diri bahwa pria gagah berambut rapi yang tersenyum ke arahnya adalah sosok yang pernah mereka kenal. "Assalamu'alaikum, Mas Emir, Mbak Naima," sapa Dewa. "Wa'alaikumsalam. Saya pangling, Mas Dewa. Karena penampilan barunya. Sudah lama kita nggak bertemu." Emir menyalami Dewa. Kemudian beralih pada Nadia. Begitu juga dengan Naima. Dua w
Last Updated : 2026-02-03 Read more