"Ibu mau nemani kamu. Khawatir baby-nya ngajak begadang malam ini.""Nggak usah, Bu. Besok sepulang ngajar saja, Ibu langsung ke mari."Setelah diam sejenak, Bu Isti mengangguk. Dulu sewaktu Nadia melahirkan Adam, Bu Isti yang total menjaganya karena Davin hanya diam tak peduli. Namun sekarang ia tenang karena Dewa super perhatian pada istri dan anaknya.Akhirnya Adam pun diajak pulang sekalian bareng Bulek Sari dan Mbak Harti. Sebelum Nadia kembali ke rumah, Adam akan dijaga Bulek Sari. Biar Mbak Harti bisa beres-beres untuk menyambut kepulangan baby boy."Saya teleponkan sopir untuk menjemput, Bu. Sebentar." Dewa meraih ponselnya."Nggak usah, Nak Dewa. Biar Bapak saja yang mengantar. Sekalian Bapak mau pulang dan mandi," cegah Pak Haris.Tak banyak drama aneh-aneh, Bu Isti tidak menolak. Lagi pula ia tidak pulang berdua saja.Sebelum keluar ruangan, Pak Haris menghampiri Nadia. Ia menyelipkan sebuah kartu ATM beserta nomer PIN-nya. "Untuk kamu, Nadia."Nadia memperhatikan benda tip
Last Updated : 2026-02-08 Read more