Setelah pintu jati itu tertutup dengan rapat, dunia seolah-olah berhenti berputar. Tidak ada lagi deru langkah kaki yang dominan, tidak ada suara mesin mobil dari halaman depan, bahkan tidak ada bisikan pelayan yang biasanya lalu-lalang di lorong-lorong mansion Saint Noir.Hanya ada keheningan. Keheningan yang begitu tebal dan pekat, hingga rasanya aku bisa menyentuhnya dengan ujung jemari, dingin dan menyesakkan. Aku meringkuk di tengah ranjang besar yang terlalu luas untuk satu orang. Sprei sutra berwarna gelap itu terasa dingin di kulitku, kontras dengan suhu tubuhku yang memanas karena trauma.Ranjang ini seharusnya menjadi tempat peristirahatan yang nyaman, namun malam ini, ia bertransformasi menjadi padang kosong yang membentang tanpa batas, luas, sepi, dan mengurungku dalam kesendirian yang menyiksa. Aroma antiseptik masih menempel di pipiku, meninggalkan sensasi perih yang belum benar-benar pudar. Di bawahnya, samar-samar tersisa wangi kayu cendana dari jas Dominic yang
อ่านเพิ่มเติม