Angga berbalik lebih dulu, hendak pergi, seolah keputusan barusan hanyalah urusan negosiasi yang sudah selesai."Mas Angga." Panggil Calista pelan, sempat ragu.Langkah Angga terhenti. "Terimakasih," ucapnya tulus.Angga melangkah mendekat lagi, kali ini lebih dekat dari sebelumnya. Terlalu dekat hingga Calista merasa terjebak. Tatapan mata Angga sulit di artikan, membuat sekujur tubuh Calista merinding. Ini pertama kali dirinya di tatapan sedekat ini oleh pria."Dia mau apa," batin Calista. Mata Calista berkedip, jantungnya terus berdetak tak karuan."Keputusan yang sudah diambil, tidak akan merubah apapun. Dan ini, besar kemungkinan adalah keputusan yang salah." Kalimat itu terdengar biasa, tapi punya makna dalam.Sorot mata Angga tajam membuat Calista kesulitan menelan ludahnya. Matanya berkedip-kedip mencerna semuanya."Kalau tau salah, kenapa Mas mau?" Meski takut, Calista tetap merespon. Kali ini ia melipat kedua tangannya di dada, berdiri tegak.Kalimat itu sangat jelas dan t
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-01-25 อ่านเพิ่มเติม