"Tidak bisa, Aruna. Aku sudah menunggu kamu selesai dengan 'tamu bulanan' itu seperti ribuan tahun," geram Keenan. Ia merunduk, melahap salah satu pucuk choco chips yang sudah menegang karena dingin dan gairah. Isapan yang kuat itu membuat Aruna mencengkeram bahu Keenan, kuku-kukunya menggores kulit pria itu. "Ohh... Gila... Kamu benar-benar gila, Keenan!" desah Aruna dengan mata terpejam. Keenan tidak berhenti. Tangannya kini turun, menjelajahi paha mulus Aruna, perlahan masuk ke celah sensitif yang sudah sangat merindukannya. Ia merasa keadaan di dalam goa itu sudah sangat siap untuknya. "Lihat, Aruna... Tubuhmu bahkan lebih tidak sabar dariku," goda Keenan dengan suara rendah tepat di telinga Aruna. Keenan mengangkat satu kaki Aruna, melingkarkan di pinggangnya yang kokoh. Posisi ini membuat goa Aruna semakin terbuka, membiarkan Keenan merasakan betapa panasnya gairah wanita itu. Dengan satu gerakan, Keenan melepaskan naganya yang sudah menegang hebat dan mengarahkannya pada
Dernière mise à jour : 2026-02-26 Read More