Keenan terdiam sejenak mendengar pertanyaan Aruna. Jantungnya berdebar cepat. Keenan ingin jujur, tapi ia tidak ingin menghancurkan Aruna sekarang, hanya tiga hari sebelum janji suci mereka. "Felicia hanya terobsesi padaku, Aruna. Dia pernah bekerja untuk keluargaku dan dia merasa punya hak atas aku karena sebuah kejadian kecelakaan di masa lalu yang melibatkan Mamaku. Tapi aku bersumpah, tidak ada perasaan apa pun di antara kami. Aku hanya mencintaimu," kata Keenan sambil menatap Aruna dalam-dalam. Untuk membuktikan ucapannya, Keenan menarik tengkuk Aruna dan melumat bibir wanita itu. Ciuman itu terasa sangat emosional, antara rasa bersalah, rasa rindu yang menyiksa, dan keinginan untuk melindungi. Aruna membalasnya dengan desahan pasrah, tangannya merayap masuk ke balik hoodie Keenan, merasakan otot-otot keras yang selalu membuatnya merasa aman. "Aku merindukanmu, Keenan," bisik Aruna di sela ciuman mereka. "Aku lebih merindukanmu. Tiga hari itu sangat menyiksaku, Aruna. Da
Dernière mise à jour : 2026-02-27 Read More