Selesai sarapan yang singkat, ponsel Keenan kembali bergetar. Ia mengambil ponsel di sakunya, melihat nama nando di layar. “Sepertinya, hari ini akan sangat sibuk. Kita harus berangkat sekarang, Aruna,” kata Keenan, ia hendak menerima telepon tapi panggilan itu berakhir. Tidak lama sebuah notifikasi pesan masuk [Nando : Ruang meeting sudah penuh dengan wartawan dan distributor! Cepat!] Keenan menghela nafas panjang setelah membaca pesan, “Kita berangkat sekarang, Aruna. Nando sudah mengirim pesan lagi, kalau kita tidak berangkat sekarang, dia akan terus menelponku.." kata Keenan sambil berdiri. ”Baiklah..” Aruna mengangguk. Ia melangkah menuju Bu Sofia untuk berpamitan pada Kenzo. Ia mencium kening bayinya dengan penuh kasih sayang. "Mommy kerja dulu ya, Sayang. Jadi anak pintar sama Oma dan Opa. Minum susunya jangan rewel, ya..” Keenan berdiri di samping Aruna, tangannya memegang tas kerja istrinya. Di depan mereka, Mona, sang babysitter, berdiri dengan posisi siap. Aruna t
Read More