“Kiara ….” “Maafin aku,” isak Kiara, “aku nggak seharusnya pulang dan bikin hidup Kakak kacau seperti ini.” Hanson meraih tengkuk adiknya dan memeluknya tepat di dadanya. Ia tak peduli seandainya saja Kiara dapat mendengar jeritan dari dalam sana. “Kakak, jangan tunangan apalagi nikah sama perempuan itu,” lirih Kiara masih dalam isakannya, “Kiara nggak suka liatnya. Kiara nggak mau perhatian Kakak hilang karena dia. Kiara mau … mata Kakak cuma tertuju sama Kiara.”Hanson menelan ludahnya dengan berat. Rasa dingin di dadanya, perlahan menjadi hangat. Pelukan itu bukan hanya meredakan emosi Kiara, tapi sejujurnya untuk meredam kegelisahannya sendiri.“Kakak nggak dan nggak akan pernah tunangan sama siapapun,” ucap Hanson dengan tegas, “kamu nggak perlu kuatir, perhatian kakak cuma buat kamu, Kiara.” Hanson dapat merasakan sepasang tangan itu menyentuh punggungnya, membalas pelukannya dengan sebuah kehangatan yang nyata.“Kakak nggak takut nenek marah?” tanya Kiara. Gadis itu mendong
Last Updated : 2026-04-12 Read more