“Sayang, mama sudah tenang di sana. Mama sudah tidak merasakan sakit lagi. Kamu tidak boleh seperti ini ya. Mama pasti sedih melihat kamu,” ucap Leo berusaha untuk membujuk sang istri.Aurora tidak bergeming, ia diam menatap nisan mamanya dengan hembusan napas yang terasa berat.“Kita pulang ya. Setiap hari kita bisa datang ke sini, Mas janji akan mengantarkan kamu dan tidak akan membiarkan kamu sendirian, Sayang,” bujuk Leo berusaha untuk bisa mengajak sang istri untuk pulang.Leo membantu Aurora untuk berdiri, tetapi Aurora sama sekali tidak bergerak. Leo menghela napasnya dengan sabar.“Sayang, kita harus pulang. Besok kita ke sini lagi ya. Kamu perlu istirahat, Sayang. Jangan lupa kamu sedang hamil. Anak kita pasti akan merasakan kesedihan mamanya,” ucap Leo dengan lembut.Aurora menoleh ke arah Leo. Ia sudah merespon ucapan suaminya untuk pulang ke rumah, tetapi kakinya terasa berat untuk melangkah pergi dari makam mamanya.“Besok kita ke sini lagi ya, Mas. Janji?!” pinta Aurora
Read More