Ban mobil SUV lapis baja itu menderu di atas aspal basah, membelah kabut malam menuju kawasan industri tua di pinggiran Milan. Di dalam kabin yang kedap suara, ketegangan terasa begitu padat.Damian duduk di kursi belakang, tubuhnya tegak dengan senapan serbu SIG MCX bersandar di antara kedua kakinya. Matanya tidak pernah lepas dari monitor kecil yang menampilkan pergerakan tim Julian di laut dan Raphael di udara.Revana duduk di sampingnya, mengenakan rompi taktis yang berat. Dia bisa mendengar detak jantungnya sendiri yang berpacu cepat, beradu dengan suara mesin mobil yang rendah.“Periksa kembali pengunci rompimu, Revana,” ucap Damian dengan nada rendah, namun penuh otoritas.“Sudah, Damian. Ini sudah ketiga kalinya kau memintaku mengeceknya,” sahut Revana sembari mencoba mengatur napas agar tidak terdengar gemetar.Damian berpaling dari monitor dan menatap Revana dengan intensitas yang nyaris mencekik. Dia lalu meraih tangan Revana, menggenggamnya kuat.Telapak tangan Damian tera
Ler mais