Mentari musim semi di Milan menggantung rendah di cakrawala, menyebarkan rona emas yang lembut di atas taman belakang mansion Leonardo yang telah disulap menjadi altar suci yang megah namun intim.Tidak ada keramaian ribuan tamu atau kilatan lampu kamera media; hanya ada keheningan yang khidmat, aroma bunga peony putih yang mekar sempurna, dan deretan kursi kayu mahoni yang hanya diisi oleh orang-orang yang menjadi saksi bisu perjuangan berdarah mereka.Di baris terdepan sebelah kanan, Thomas Jovanka duduk di kursi rodanya dengan setelan tuksedo klasik, matanya berkaca-kaca menatap altar.Di sampingnya, adik laki-laki Revana berdiri tegak, sesekali menyeka sudut matanya, merasa bangga sekaligus haru melihat kakak perempuannya akhirnya menemukan pelabuhan terakhir.Di sisi kiri, Julian dan Raphael berdiri sebagai pendamping pria, wajah mereka yang biasanya keras kini melunak, memancarkan wibawa dan kebahagiaan yang tulus bagi kakak tertua mereka.Beberapa kerabat dekat dan pimpinan kla
Read more