Cahaya pagi jatuh lembut di halaman dalam kediaman Zhao. Embun masih menempel di ujung dedaunan, berkilau saat tersentuh sinar matahari yang baru saja naik. Udara terasa tenang, seolah tidak ada hal buruk yang akan terjadi hari itu.Yuwen Shuang berdiri di dekat jendela kamarnya. Tatapannya mengarah ke luar, mengikuti gerak daun yang tertiup angin pelan. Untuk pertama kalinya dalam beberapa hari terakhir, sudut bibirnya terangkat lebih lebar dari biasanya.Ia tidak menyadarinya.Pikirannya bergerak pelan, mengingat hal-hal kecil yang terjadi belakangan ini. Percakapan singkat, keheningan yang tidak lagi terasa asing, dan perhatian yang tidak pernah diucapkan. Semua itu terasa samar, namun cukup untuk membuat hatinya menghangat. “Putri, sarapan sudah siap,” ucap Yunxi dari belakang.Yuwen Shuang menoleh sedikit. Ia mengangguk kecil, lalu melangkah keluar dari kamar tanpa banyak bicara. Langkahnya ringan, berbeda dari hari-hari sebelumnya.Di lorong, suasana masih sepi. Beberapa pelaya
続きを読む