Cahaya pagi masuk perlahan melalui celah jendela. Hujan semalam telah berhenti, menyisakan udara dingin yang belum sepenuhnya hilang. Di dalam kamar, suasana masih sama tegangnya seperti malam sebelumnya.Yuwen Shuang masih terbaring di atas ranjang. Wajahnya pucat, napasnya tipis, namun tidak lagi seberat sebelumnya. Selir Li Mei tetap duduk di sisinya, tidak beranjak sedikit pun sejak malam berlalu.Han Ruoxi berdiri tidak jauh dari sana. Tatapannya tenang, namun jelas kekhawatiran masih ada. Mei’er dan Yunxi masih berada di sudut ruangan, kelelahan namun tidak berani pergi.Suara langkah tergesa terdengar dari luar. Tirai kamar terbuka cepat, diikuti oleh tabib utama yang masuk dengan napas sedikit memburu. Tangannya membawa gulungan kecil dan beberapa bahan obat yang belum pernah terlihat sebelumnya.“Yang Mulia,” ucapnya pelan namun jelas.Semua perhatian langsung tertuju padanya. Selir Li Mei mengangkat wajahnya sedikit, sorot matanya tajam. Han Ruoxi juga menoleh, menunggu tanp
続きを読む