Bau antiseptik menyusup perlahan ke dalam kesadaran Rebecca, menusuk hidungnya bahkan sebelum matanya benar-benar terbuka. Cahaya putih rumah sakit terlalu terang, menekan kelopak matanya yang bengkak dan perih. Tubuhnya terasa berat, seperti baru saja ditarik kembali dari laut setelah nyaris tenggelam. Nyeri di perut bagian bawah masih terasa tajam, jahitan bekas operasi berdenyut setiap kali ia menarik napas.Tetapi, di balik semua rasa itu, ada satu suar yang membuatnya bertahan. Tangisan kecil... tidak keras, tidak kuat, namun hidup.Air mata Rebecca keluar tanpa ia sadar. Tenggorokannya tercekat, dadanya terasa penuh. "Jourell..." Namanya keluar pelan, seperti doa yang terlalu rapuh untuk diucapkan dengan suara lantang. Putranya, anak yang ia bawa selama sembilan bulan penuh kecemasan, ketakutan, dan doa yang tidak pernah putus.Di samping ranjangnya, Elion berdiri kaku, kedua tangannya merengkuh bayi itu dengan hati-hati seolah makhluk kecil dalam pelukannya bisa hancur jika ia
Last Updated : 2026-02-05 Read more