Zhang Liu mengepalkan tangan. Darahnya mendidih. Harga dirinya diinjak-injak. Tapi ia tahu, jika melawan sekarang tak akan berakhir baik untuknya.Tapi di dalam kepalanya, suara Hun Mo berseru menghasutnya. "Beraninya mereka. Hei, Zhang Liu, biar aku yang mengendalikan tubuhmu dan akan kubunuh bajingan sampah itu!"Zhang Liu memejamkan mata. Helaan napasnya terasa berat. Dia membalas. 'Diamlah, Hun Mo.'"Kau yang diam! Kalau kau tak berani, aku yang akan mengatasinya," balas Hun Mo bersikeras. Nadanya penuh amarah.Zhang Liu pun merasakan hal yang sama, tapi dia memilih untuk menekan emosinya. Akhirnya, dia mengambil kembali token itu lalu berdiri.Tatapan para penjaga masih dingin dan meremehkan. Zhang Liu mencoba mengabaikannya, lalu berbalik dan pergi.Sambil berjalan melewati cermin besar di dinding lorong, Zhang Liu melihat bayangannya sendiri. Ia menghela napas.'Pantasan mereka mengusirku. Aku memang terlihat seperti pengemis,' pikirnya.Padahal Zhang Liu tak terlalu peduli den
Magbasa pa