共有

BAB 69

last update 公開日: 2026-03-12 23:00:01

"Banyak bacot lu! Maju woi! Hajar kakinya!" teriak si gondrong memberi komando.

Lima orang menerjang bersamaan dari segala arah dengan posisi merunduk, mengayunkan balok kayu ke arah tulang kering dan lutut Satria.

Tapi Satria lebih cepat dari pikiran mereka. Dia tidak diam menunggu kakinya dipukul. Satria melompat tinggi tepat saat balok-balok itu menyapu ruang kosong di bawahnya.

Saat kakinya mendarat lagi, Satria langsung menginjak punggung salah satu preman yang sedang merunduk sampai wajah
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Satria Idaman Wanita   BAB 145

    Langkah Vera dan Satria yang nyaris menyentuh gagang pintu utama ballroom mendadak terhenti.Di atas panggung, pembawa acara yang wajahnya sudah sepucat kertas HVS berusaha keras menyelamatkan muka yayasan dan mengendalikan kekacauan. Dengan suara bariton yang sengaja dikeraskan dan sedikit bergetar, dia mengetuk mikrofon beberapa kali."Hadirin sekalian! Mohon tenang! Mari kita anggap kejadian barusan sebagai sedikit miskomunikasi teknis. Kita akan langsung beralih ke barang lelang kedua yang tidak kalah eksklusifnya!" seru pembawa acara itu memecah dengung keributan.Di deretan paling depan, Pak Darmawan yang urat malunya setebal tembok benteng rupanya menolak pergi sebagai pihak yang kalah. Pria tua itu menarik paksa lengan Siska yang masih sesenggukan, memaksanya kembali duduk di kursi VIP. Siska mengusap air matanya dengan kasar. Matanya yang sembab kini menatap tajam ke arah punggung Vera di kejauhan, memancarkan dendam kesumat bak ular berbisa yang ekornya baru saja diinjak.Se

  • Satria Idaman Wanita   BAB 144

    Suara 'ting' yang nyaring itu seolah menjadi lonceng kematian bagi harga diri Siska dan karier Pak Anton. Hening sesaat menyelimuti ballroom mewah itu. Namun sedetik kemudian, kasak-kusuk para tamu undangan meledak menjadi dengungan keributan yang tidak bisa dibendung lagi.Orang-orang kaya yang sejak tadi menonton mulai menunjuk-nunjuk Siska dan Pak Anton sambil berbisik bisik, bahkan ada yang menahan tawa. Fakta dan logika yang dilempar Satria terlalu masuk akal untuk dibantah, apalagi suara nyaring khas keramik pabrik itu terdengar sangat jelas ke seluruh sudut ruangan.Wajah Siska yang tadinya dihiasi senyum kemenangan kini berubah merah padam, semerah gaun yang dia pakai. Urat-urat di lehernya tercetak jelas. Harga dirinya sebagai sosialita papan atas hancur lebur berkeping-keping di depan ratusan pasang mata relasi bisnis ayahnya. Dia baru saja pamer kegirangan karena membeli barang rongsokan seharga lima puluh juta.Pak Anton sendiri sudah mandi keringat dingin. Dia menelan lud

  • Satria Idaman Wanita   BAB 143

    "Ini bukan sekadar pendapat pribadi, Nona Vera!" potong Pak Anton mulai meninggikan suaranya. Wajahnya memerah karena merasa kredibilitasnya sebagai pakar seni sedang diinjak injak. "Anda sedang meragukan reputasi saya dan yayasan ini. Barang itu sudah melewati proses kurasi ketat. Sertifikat keasliannya ada. Tuduhan Anda sangat tidak berdasar dan merugikan nama baik kami."Siska menyeringai puas dari belakang punggung Pak Anton. "Tuh dengar sendiri, Vera. Kalau memang lagi gak punya uang, mending diam saja. Jangan nekat bikin malu diri sendiri pakai fitnah barang palsu."Dada Vera sedikit berdesir. Dia memang percaya pada Satria, tapi dihadapkan langsung dengan kurator seni yang mengamuk dan membawa bawa sertifikat keaslian tentu saja membuatnya sedikit terpojok. Dia tidak punya bukti fisik, hanya bermodal omongan asistennya.Melihat bos besarnya mulai diserang secara terang terangan, Satria tidak bisa tinggal diam lagi. Preman jalanan itu langsung berdiri dari kursinya. Badannya yan

  • Satria Idaman Wanita   BAB 142

    Vera sama sekali tidak terlihat marah, malu, atau tersinggung. Wanita bergaun biru dongker itu malah menyandarkan punggungnya dengan sangat rileks ke sandaran kursi. Kaki jenjangnya disilangkan dengan elegan. Ada senyum tipis yang sangat tenang, cenderung meremehkan, bertengger di bibir merah marunnya.Bagi Vera yang sekarang sudah mengantongi rahasia dari Satria, hinaan Siska tidak lagi terasa menyakitkan. Malahan, ucapan wanita sombong itu terdengar seperti lelucon paling bodoh yang pernah dia dengar."Selamat ya Siska buat kemenangan lelangnya," balas Vera dengan nada suara yang sangat tenang dan anggun, sama sekali tidak terpancing emosi. "Saya bukannya gak mampu. Saya cuma lebih selektif dalam memilih barang. Bagi saya, menghamburkan uang lima puluh juta untuk sebuah guci yang kualitasnya... sangat diragukan, adalah sebuah kebodohan finansial."Siska langsung mengerutkan keningnya. Senyum sombongnya sedikit luntur. "Kualitas diragukan gimana maksudmu? Jelas jelas MC nya bilang in

  • Satria Idaman Wanita   BAB 141

    "Kamu jangan gila, Satria! Sembarangan banget mulut kamu," tegur Vera setengah berbisik sambil melotot. "Ini acara kelas atas. Semua barang yang dilelang di sini udah lewat proses kurasi ketat sama pakar seni dan sejarah. Kamu tahu dari mana coba itu barang palsu? Lulusan sarjana sejarah aja bukan."Satria terkekeh pelan mendengar omelan bosnya. Preman terminal ini sama sekali tidak terlihat terintimidasi oleh embel embel 'pakar seni' atau 'acara kelas atas'."Saya emang bukan sarjana, Non. Tapi mata saya masih sehat," jelas Satria dengan nada tenang. Dia menunjuk ke arah layar proyektor dengan dagunya."Dulu, guru silat saya waktu di desa punya guci yang persis banget kayak gitu. Motif naga emasnya, bentuk lekukannya, semuanya persis sama. Guru saya bilang itu emang barang warisan turun temurun peninggalan zaman kerajaan," cerita Satria serius.Vera mengerutkan kening, mulai tertarik mendengarkan. "Terus? Kalau persis sama, berarti yang di depan itu asli juga kan?""Beda, Non," poton

  • Satria Idaman Wanita   BAB 140

    "Non," panggil Satria dengan nada rendah yang bergetar menahan amarah. Dia sedikit mencondongkan badannya ke arah Vera. "Masa kita diam aja diginiin? Kalau ini di terminal atau di pasar, mulut perempuan itu udah saya sumpal pakai kain pel. Sombongnya gak ketulungan."Vera menatap kosong ke arah gelas air putih di depannya. Tidak ada kilatan perlawanan dari matanya saat ini. Wanita tangguh itu benar-benar merasa kalah telak oleh situasi."Ini bukan terminal, Satria," jawab Vera getir, suaranya terdengar sangat lelah. "Ini dunia bisnis. Di sini, otot dan pukulan kamu gak ada harganya. Di ruangan ini, peluru utamanya adalah uang. Dan hari ini, senjata saya benar-benar kosong. Mereka berhak menertawakan orang yang datang ke medan perang tanpa bawa senjata."Satria terdiam. Dadanya terasa sesak melihat bos yang biasanya selalu tampil galak, berkuasa, dan menamparnya tanpa ragu itu, kini terlihat begitu rapuh dan putus asa. Preman jalanan ini sadar, di dunia atas ini, uang memang bisa membu

  • Satria Idaman Wanita   BAB 37

    Udara dingin dari pendingin ruangan di kamar tamu belakang itu seolah kehilangan fungsinya. Hawa panas menguar kuat dari dua tubuh yang saling membelit di atas kasur empuk tersebut. Akal sehat Satria sudah sepenuhnya menguap, terkalahkan oleh ancaman pemecatan dan gairah darah muda yang meledak aki

    last update最終更新日 : 2026-03-24
  • Satria Idaman Wanita   BAB 34

    Satria perlahan memejamkan matanya. Tangan kanannya yang tadinya mengambang di udara kini turun, bertengger ragu-ragu di pinggang ramping Dinda. Merasakan sentuhan itu, Dinda semakin berani. Gadis itu mengalungkan kedua lengannya ke leher Satria, menarik tubuh pemuda itu agar semakin rapat denganny

    last update最終更新日 : 2026-03-23
  • Satria Idaman Wanita   BAB 33

    Hening sejenak. Dinda mencerna kata-kata Satria dengan mata terbelalak."Kamu ... tinggal di sana?" suara Dinda bergetar, nada suaranya berubah menjadi sangat rendah dan berbahaya. "Di rumah gedongan itu? Sama tiga cewek kaya yang cantik-cantik itu setiap hari? Pagi, siang, malam?!""Iya, tapi kan

    last update最終更新日 : 2026-03-23
  • Satria Idaman Wanita   BAB 20

    "Biasakan dirimu, Satria," ucap Vera. "Di lantai atas nanti, suasananya akan lebih 'panas' daripada di lobi. Kalau di bawah tadi cuma karyawan biasa yang suka gosip, di atas sana ada ular-ular berbisa yang suka menggigit."Satria menoleh, wajahnya berubah serius. "Maksud Nona, para 'tikus' manajeme

    last update最終更新日 : 2026-03-20
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status