共有

Bab 31

作者: Rose_roshella
last update 公開日: 2026-04-13 12:15:28
"Kau membawaku kemana, brengsek! Lepaskan aku, Richard!" Alina masih berusaha meronta, ia menggigit tangan Richard lalu berusaha untuk melarikan diri.

Saat melihat Alina berusaha kabur, saat itulah Richard baru menyadari bahwa Alina bisa melihat kembali.

'Kenapa larinya begitu cepat? Tidak mungkin dia bisa berlari sekencang itu. Bukankah dia buta?' pikir Richard, mata elangnya mengikut pergerakan langkah cepat Alina.

Sempat berpikir beberapa detik hingga akhirnya__

"Brengsek! Dia bisa meliha
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 98 Plot Twist

    "Tenang, Sayang! Tetap bersama dalam pelukanku! Aku akan melindungi dan menjaga mu," bisik Marvin lembut, penuh protektif, langsung menyambar tubuh rapuh Alina dari atas ranjang sebelum kegelapan total membungkus kamar rawat tersebut. "Marvin! Ada suara langkah kaki di luar! Aku takut!" jerit Alina histeris. Jemari lentiknya mencengkeram erat kerah kemeja Marvin, sementara napasnya memburu tak beraturan di tengah kegelapan pekat yang membisu. "Jangan takut, aku ada di samping mu, Alina." "Leo! Amankan koridor depan! Jangan biarkan satu pun bajingan itu menembus pintu ini! Beri perlindungan penuh untuk Nyonya Alina," perintah Marvin dengan nada rendah yang sarat akan dominasi berbahaya. "Baik, Tuan Vance!" sahut Leo tegas. Suara letusan senjata berperedam suara langsung bergema memecah keheningan di luar koridor. DOR! DOR! DOR! "Marvin... Suara apa itu?! Siapa mereka? Kenapa banyak suara tembakan?!" bisik Alina gemetar hebat, menyembunyikan wajahnya di dada bidang Marvin. "Han

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 97 Pengkhianat keluarga Sterling

    "Jangan pernah katakan hal itu lagi, Alina! Aku tidak akan membiarkan kegelapan menguasai hidupmu! Akan aku lakukan apapun agar kau bisa melihat dunia lagi," pangkas Marvin tegas, suaranya bergetar hebat saat ia makin mempererat pelukannya pada tubuh rapuh sang istri. "Tapi bagaimana kalau itu kenyataannya, Marvin? Aku kembali juta dan tidak bisa melihat lagi!" tangis Alina pecah, tangannya meremas kemeja Marvin yang mulai basah oleh air mata dan darah luka luar. "Bagaimana kalau aku harus hidup selamanya dalam kegelapan ini?! Aku tidak mau menjadi beban untukmu lagi! Lebih baik aku mati saja, Marvin!" Alina semakin putus asa. "Kau bukan beban! Jangan pernah berpikir seperti itu, Sayang! Kau harus yakin kalau kau akan bisa melihat lagi, Alina. Berhenti berkata itu lagi!" bentak Marvin lembut, menangkup kedua pipi Alina dengan jemarinya yang gemetar. "Tapi aku takut sekali, Marvin." Ia menciumi kening Alina di balik perban itu berulang kali. "Dengarkan aku baik-baik. Jika seluruh do

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    bab 96 Putus asa

    "Mantan tunangan Alina... Siapa? Julian? Bukankah dia dan Silas sudah mendapatkan ganjaran? Bagaimana bisa?!" desis Marvin, suaranya berubah begitu dingin hingga sanggup membekukan udara di lorong rumah sakit itu. Cengkeraman tangan Marvin pada tablet di genggamannya semakin mengencang, membuat kaca layar canggih itu retak berjarak. Matanya berkilat penuh aura pembunuh yang amat pekat. "Benar, Tuan. Logo ular melingkar di cincin emas itu adalah simbol milik keluarga besar Silas," lapor Leo dengan wajah tegang. "Kami sedang melacak keberadaan truk hitam itu sekarang." "Apa kau punya cincin yang kau temukan di tempat kejadian?" "Ini cincinnya, Tuan," ucap Leo lalu memberikan cincin itu kepada Marvin Marvin. Marvin melihat cincin itu dengan seksama. Namun, ada yang aneh dari cincin tersebut, ini bukan seperti milik keluarga Silas. "Ini bukan milik keluarga Silas. Aku tahu itu. Sepertinya ada yang berusaha memfitnah keluarga Silas, Leo. Mereka sengaja mengalihkan perhatian kita!" u

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 95 Kebutaan kembali

    "Apa kau bisa membuktikannya kalau dia akan lenyap juga dalam kehidupan mu, Marvin?" Alina memalingkan wajahnya kaku, rasa sakit di hatinya masih begitu berbekas. "Percayalah, dia tidak ada dalam hatiku, Sayang. Aku bisa melenyapkan dia dalam hatiku saat ini juga." "Lalu kenapa kau harus menemuinya di penginapan itu, Marvin? Kenapa kau harus berbohong padaku? Apa ini yang kau bilang tidak ada sedikit pun perasaan mu kepadanya?" "Aku terpaksa, Sayang. Tolong dengarkan penjelasan kita," potong Marvin dengan suara bergetar menahan tangis. Ia menangkup kedua pipi Alina, memaksa istrinya menatap lurus ke dalam matanya yang dipenuhi kejujuran mutlak. "Dia mengancam akan membuat hubungan kita hancur, Alina. Aku tidak mau itu terjadi." Melihat ketulusan dan keputusasaan yang begitu nyata di mata pria sekeras Marvin Vance, pertahanan hati Alina akhirnya runtuh. Air mata bening meluncur di pipinya, dan kali ini, ia tidak mendorong Marvin menjauh. "Apa yang kau katakan itu benar?" tany

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 94 Keputusan Marvin

    "Mati saja kau bersama kebohonganmu, Marvin! Aku akan pilih jalan ini dan kau akan menyesalinya!" "Selamat tinggal, Marvin!" Suara teriakan Alina yang putus asa tersapu angin laut yang menggelegar keras saat tubuh Alina melayang bebas menembus kegelapan malam, menerjunkan diri dari helikopter menuju hamparan lautan ganas di bawahnya. "ALINA! TIDAK!" Tanpa ragu satu detik pun, Marvin melompati cengkeraman Leo dan ikut menerjunkan dirinya ke dalam kegelapan lautan demi menyusul tubuh wanita yang sangat dicintainya. BYURRR! Dinginnya air laut yang membeku langsung menghantam tubuh Marvin. Di antara amukan ombak yang ganas, mata elang Marvin menangkap tubuh Alina yang kian tenggelam di kedalaman samudra. 'Bertahanlah, Alina. Aku tidak akan biarkan kau mati,' gumamnya dalam hati. Dengan sisa tenaga dan napas yang menyesakkan dada, Marvin membelah air, meraih pinggang ramping Alina, lalu membawanya kembali naik berjuang menembus permukaan air. "Hah! Hah! Alina, bertahanlah! Bernapas

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 93 Luka

    "Umpat aku sesukamu, Alina. Aku tidak peduli. Aku harus menyelamatkan kau dari sini secepatnya!" seru Marvin, ia berusaha untuk menahan emosinya. Mendengar ucapan dingin itu, Marvin merasa dunianya runtuh seketika. Namun sebelum ia sempat memohon kembali, suara Leo menyela dari kokpit dengan nada yang sangat tegang. "Tuan Marvin... Saya baru saja menerima laporan dari markas utama di pulau, kau harus tahu ini," ujar Leo, ragu-ragu menatap Marvin melalui kaca spion depan. Marvin mengusap wajahnya yang frustrasi, berusaha mengontrol emosinya. "Ada apa lagi, Leo?!" "Nyonya Lenika... dia ditemukan tak sadarkan diri dan anak buahku sudah membawanya ke rumah sakit," ucap Leo pelan, suaranya gemetar. " "Bagaimana keadaannya sekarang?" tanya Marvin dengan suara datar. "Dia sempat mengalami kontraksi palsu, tapi sekarang sudah ditangani oleh dokter." Marvin tak bertanya lagi. Dia membiarkan berita itu seperti ini angin lalu. "Abaikan wanita itu! Fokus kita hanya keselamatan Alina!" poto

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 38

    "Marvin! Kau baik-baik saja, kan? Tolong jawaba aku, Marvin! Bangun, Marvin! Aku mohon jangan tinggalkan aku!" tangis Alina pecah, ia meraih kepala Marvin dan mendekapnya ke dadanya. Marvin melenguh pelan, kelopak matanya terbuka sedikit, menatap Alina dengan senyuman lemah yang dipaksakan. "Aku...

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 6

    "Pergi! Aku tidak butuh belas kasihan dari sipir penjara sepertimu!" teriak Alina, tangannya meraba udara dan menjatuhkan nampan bubur hingga isinya berserakan di lantai. Hari-hari di rumah persembunyian menjadi neraka baru bagi Alina. Kegelapan yang menyelimutinya bukan hanya di mata, tapi juga di

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 5

    Tubuh Marvin terasa semakin lemas, beratnya seperti menarik seluruh kekuatannya pergi perlahan. Dia hampir saja terjatuh, namun masih bisa menahan Alina yang terdiam di pelukannya.Suaranya, suara Leo yang penuh kekhawatiran, menyentuh telinganya. "Marvin... Apa kau baik-baik saja?"Marvin bisa me

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 4

    Kapal logistik itu membelah ombak di tengah kegelapan malam. Suara mesin kapal yang menderu konstan menjadi satu-satunya musik latar di dek yang dingin itu. Alina masih terduduk di samping Marvin, jemarinya yang gemetar terlihat bersimbah darah oleh darah Marvin.Marvin meringis, kelopak matanya b

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status