Home / Rumah Tangga / Cara Menangani Perselingkuhan / BAB 59 : Muslihat di Balik Luka

Share

BAB 59 : Muslihat di Balik Luka

Author: Zakia
last update publish date: 2026-04-16 19:36:25

Matahari baru saja menyentuh puncak-puncak pinus ketika Ranaya tiba di sebuah villa mewah di daerah pegunungan yang asri.

Perjalanan dua jam dari hiruk-pikuk kota yang melelahkan membuat badannya terasa pegal dan kaku karena terlalu lama duduk di dalam mobil.

Begitu kakinya menyentuh tanah, ia langsung merentangkan tangan sembari menggeliat manja, memamerkan lekuk tubuhnya di hadapan pria yang membawanya kemari.

Om Arif segera memanggil penjaga villa untuk menurunkan barang-barang bawaan mereka
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 370 : Sisa-Sisa Dendam

    Adrian mengulurkan tangan, meraih gelas kopi yang mulai mendingin dari atas meja perlahan. Pria itu menyeruputnya sedikit demi sedikit, merasakan kepahitan cairannya yang seolah mencerminkan kekeruhan pikirannya, lalu meletakkannya kembali secara hati-hati.​"Kita kesampingkan dulu soal Mawar Sudrajat. Bagaimana perkembangan kasus penyelidikan Ririn?" Tanya Adrian, mencoba mengalihkan arah pembicaraan ke lini penyelidikan lain yang tak kalah krusial.​Bima mendesah pendek, mengusap wajahnya yang menyiratkan kepenatan psikologis.​"Aku sudah menghubungi petugas kepolisian yang dulu membantu penangkapan ayahmu soal kasus klub malamnya. Tapi dia berkata, kepolisian tidak bisa mengeluarkan surat perintah penggeledahan hanya berdasarkan kata-kata dari Saifanny," ujar Bima seraya menggelengkan kepalanya pasrah.​"Polisi butuh bukti fisik untuk mengeluarkan surat penggeledahan. Selain itu, aku dan Ghina sudah mencari di setiap rekaman CCTV di sekitar rumah Marcus, tapi hasilnya nihil. Tidak

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 369 : Di Balik Obsesi Wajah

    Suasana tegang masih menyelimuti ruang tamu apartemen Bima. Adrian menyadari sepenuhnya bahwa Bima masih menatapnya dengan raut bertabur tanda tanya dari balik bingkai kacamatanya.​Adrian berdeham singkat, berusaha membersihkan rasa ganjal di tenggorokannya sekaligus menata kembali fokusnya yang sempat terurai.​"Ayahku menulis nama Mawar Sudrajat di dalam suratnya," mulai Adrian dengan nada suara tenang yang teratur.​"Setelah melihat fotonya yang mirip Fanny, aku jadi yakin dia membenci Fanny bukankarena layar belakangnya tapi karena wajahnya mirip Mawar Sudrajat," lanjut Adrian, tetap mempertahankan kontrol emosinya.​Bima menganggukkan kepala lambat, mencoba mencerna. Namun, jauh di dalam batinnya, Bima sangat meyakini satu hal: sosok manipulatif seperti Adnan tidak mungkin repot-repot mencantumkan nama seseorang secara gamblang di lembaran peninggalan terakhirnya hanya berlandaskan rasa benci semata.​"Apa menurutmu... Pak Adnan sengaja menyebut nama Mawar Sudrajat? Misalnya...

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 368 : Pengkhianatan di Masa Lalu

    ​Waktu menunjukkan tepat pukul satu siang ketika Adrian akhirnya bangkit berdiri dari duduknya. Pria itu berpamitan pada Andien, yang saat itu tampak mengedipkan matanya pelan—sepasang mata yang kian membengkak usai menguras emosi dan menumpahkan air mata kesedihan.​"Aku harus pergi ke apartemen Bima sekarang. Aku tadi menyuruh Ghina mencari tahu soal sesuatu," ucap Adrian seraya merapikan letak jaket yang dikenakannya.​Andien mengerutkan alisnya heran. Batin wanita itu mendadak bertanya-tanya, 'Apa hubungannya apartemen Bima dengan Ghina?'​Andien mendongak menatap Adrian. Sepasang matanya yang sembap seketika membulat dan memancar tajam.​"Kau mau ke apartemen Bima untuk menemui Ghina? Mereka tinggal bersama?" Tanya Andien dengan nada suara yang memburu.​Adrian menganggukkan kepala pelan, mengiyakan pertanyaan itu tanpa prasangka. Namun, hanya dari perubahan raut wajah adiknya saja, Adrian bisa membaca dengan sangat jelas ada letupan rasa cemburu yang membakar dada Andien saat me

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 367 : Kebenaran dari Kartu Nama

    Adrian melangkah memasuki area lobi apartemen Indra dengan perasaan yang bergemuruh campur aduk.Sejak awal, ia tahu pasti bahwa adik seayahnya itu tidak akan berada di dalam unit apartemennya saat jam begini. Jadwal Indra sangat padat demi mempersiapkan konser tunggalnya yang kian dekat.​Langkahnya sempat terhenti di sudut lobi yang agak lengang. Adrian merogoh ponsel dari dalam saku jaketnya perlahan, menelusuri daftar kontak hingga menemukan nama Ghina. Tanpa ragu, ia menekan tombol panggilan.​Tak butuh waktu lama hingga saluran telepon itu tersambung. Tanpa membuang waktu untuk sekadar basa-basi, Adrian langsung menyampaikan perintahnya dengan nada dingin dan mutlak.​"Tolong cari tahu seseorang dengan nama Mawar Sudrajat di arsip lama Adnan Utama," tegas Adrian.​"Baik, Pak," sahut Ghina cepat dari seberang telepon.​"Saya tunggu sampai siang ini," desak Adrian sebelum memutus panggilan secara sepihak.​Klik!​Panggilan terputus. Adrian memasuk

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 366 : Warisan yang Tertinggal

    Adrian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang membelah jalanan J-City menuju kediaman Utama.Jemarinya mencengkeram lingkar kemudi dengan erat, sementara pikirannya melayang jauh mengurai ketidakpastian.​Batinnya dipenuhi rasa penasaran yang mengusik tentang apa sebenarnya yang tertulis di dalam surat peninggalan sang ayah.Namun, satu hal yang amat diyakininya: Adnan Utama tak akan pernah merangkai kata-kata manis atau menyampaikan permohonan maaf yang tulus dari balik kuburnya.​Adrian tahu betul bahwa mendiang ayahnya adalah seorang narsistik ulung yang sepanjang hidupnya selalu menuntut kesempurnaan mutlak.Memori tentang sosok Adnan yang terekam erat di dalam benak Adrian hanyalah jajaran tuntutan, tekanan psikologis tanpa henti, dan hukuman fisik yang pria kejam itu torehkan mendalam pada jiwa dan raganya.​Satu jam berlalu hingga mobil yang dikendarai Adrian akhirnya tiba di kediaman Utama. Sebuah bangunan megah namun terasa dingin dan hampa.Terakhir kali Adrian menginjak

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 365 : Surat Peninggalan Ayah

    Pagi hari menyelimuti penthouse Adrian dalam keheningan yang tenang. Di dalam kamar utama, Saifanny terbaring miring menghadap ke sisi kiri, memunggungi Adrian.Sebelum denting alarm sempat berbunyi memecah sunyi, sepasang mata Saifanny sudah lebih dulu terbuka pelan. Begitu pula dengan Adrian yang terbaring tepat di sebelahnya, telah terbangun sejak beberapa saat lalu.Saifanny menggeser tubuhnya tipis, merentangkan jemari kakinya yang terasa pegal. Menyadari bahwa Saifanny sudah terjaga, Adrian memajukan tubuhnya mendekat, lalu...Grep!Lengan kanan kekar Adrian melingkar erat di pinggang mulus Saifanny. Tanpa memberi jeda, Adrian menyelipkan satu tangannya hingga melingkar sempurna, lalu menggunakan kekuatan ototnya untuk mengangkat tubuh Saifanny, membaliknya hingga mendarat terlentang tepat di atas tubuh kokohnya.Kini, Saifanny terlentang sempurna menindih dada dan perut bidang Adrian."Ugh... Adrian, apa yang kamu lakukan?" Keluh Saifanny dengan suara serak khas bangun tidur, k

  • Cara Menangani Perselingkuhan   Bab 5

    Saifanny sebenarnya tidak peduli jika Adrian tahu ia datang ke kantor secara diam-diam. Ia menyadari dirinya memang terlihat seperti pencuri saat itu, mengendap-ngendap dan mengintai suaminya sendiri. Namun bagi Saifanny, mencari kebenaran bukanlah sebuah kejahatan. Adrian mengirim pesan lagi. Pri

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 4

    Hari telah berlalu dan Saifanny terus memandangi ponselnya. Belum ada pesan masuk dari wanita itu. Ia sempat berpikir, apa mungkin Ranaya melapor kepada suaminya? Namun, jika wanita itu melapor, ia tidak mungkin memberikan nomor teleponnya sejak awal. Saifanny mencoba mengalihkan perhatiannya pada

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 3

    Kini Saifanny berdiri di depan kantor suaminya sambil menenteng kotak makan bertingkat berwarna biru. "Rasanya aneh kembali ke sini secara terang-terangan" Batinnya. Tujuannya kali ini adalah untuk mengajak wanita itu berkenalan, demi mewujudkan rencana berikutnya: mencari lebih banyak informasi te

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 2

    Saifanny menjalankan sepeda motornya menuju kantor Zain. Ia ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri wujud dari wanita itu. Dengan perasaan campur aduk, ia memarkirkan motornya. Sudah lama ia tidak menginjakkan kaki di kantor ini, mungkin sejak ia mengumumkan akan mengundurkan diri untuk menikah

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status