Pagi yang cerah menyapa kamar hotel yang mewah itu, membawa suasana yang seolah-olah santai namun sebenarnya sarat akan ketegangan bawah tanah.Saifanny dan yang lainnya, kembali duduk melingkar untuk sarapan bersama. Di tengah denting sendok yang beradu dengan piring, aroma kopi yang kuat bercampur dengan hawa dingin yang terpancar dari dua pria di sisi Saifanny.Indra dan Adrian masih terus saling melirik sinis, sebuah perang dingin tanpa kata yang sudah menjadi rutinitas harian mereka.Sementara itu, Saifanny tampak tidak acuh, ia tetap fokus menyuapkan sayuran ke piring Syahdan.Setelah suapan terakhir selesai, Indra merogoh sakunya dan meletakkan dua buah flashdisk hitam di atas meja dengan bunyi denting pelan.Adrian segera menyambar benda tersebut, merasakannya di genggaman tangannya dengan sorot mata penuh kemenangan."Aku akan segera menyerahkan ini pada Bima. Semoga semua data yang kita cari benar-benar ada di dalam sini," ucap Adrian sembari menatap Saifanny, mencari pengak
Last Updated : 2026-04-09 Read more