Plakkk!Suara tamparan menggema dengan nyaring di ruangan sempit dan pengap itu.Anak kecil itu jatuh tersungkur, meringkuk di lantai yang dingin. Baju lusuh yang membungkus tubuhnya yang kurus kering semakin membuat anak itu terlihat memprihatinkan."Apa gunanya punya anak sepertimu! Sudah jelek, tidak bisa menghasilkan uang, bisanya hanya minta makan, makan, makan!" Pria paruh baya yang merupakan ayah dari Ana itu memaki sembari berkacak pinggang. Seolah tamparannya tidak cukup untuk meluapkan kemarahannya, pria itu kembali menendang Ana kecil, lalu melemparinya dengan pakaian kotor yang ada di dalam keranjang berkali-kali. Namun, selama itu juga Ana tidak bergerak, bahkan tidak bersuara.Sampai suara gadis kecil yang manja akhirnya bisa menghentikan aksi dari pria itu."Ayah, sudahlah, jangan urusi dia lagi. Aku lapar, ayo beli makanan, dan berikan sisa makanan kita padanya."Itu adalah suara Lucy, adik bungsu Ana yang cantik jelita. Anak kesayangan ayah mereka.Sesuai dugaan Ana,
اقرأ المزيد