Langit bumi tidak lagi milik manusia, tidak pula sepenuhnya milik Arka Adiwangsa. Di luar atmosfer yang terionisasi oleh cahaya Eden, ribuan cakram logam organik yang disebut sebagai The Architects—ras asli pemilik benih Primordial—mulai membakar lapisan eksosfer. Mereka datang bukan dengan meriam, melainkan dengan resonansi frekuensi yang sanggup membekukan atom. Di bawah laut, di dalam jantung Eden yang megah, alarm sonik bergetar melalui dinding-dinding kristal, menciptakan simfoni ngeri yang memekakkan telinga para Sovereigns.Arka Adiwangsa berdiri di pusat balkon komando, jubah kaisarnya kini telah berubah menjadi zirah cair berwarna ungu gelap yang terus bergerak mengikuti aliran energinya. Matanya yang nebula menatap ke atas, menembus triliunan ton air laut, mengunci sasarannya pada kapal induk asing yang besarnya menyamai sebuah kota kecil. Di sampingnya, Valerie berdiri dengan pedang titanium ganda yang kini dialiri api perak—hasil fusi an
続きを読む