Joana angkat dagunya sedikit.“Kalau nggak percaya, gimana kalau kasih aku waktu satu jam? Biar aku coba.”Denina menatapnya tanpa berkedip. Mata wanita itu menyipit tajam. Gadis kecil ini, berani sekali nantang dia? Joana pasti yakin kalau dia nggak akan mau buang waktu satu jam hanya untuk bermain-main dengan permainan semacam ini. Awalnya memang benar, dia nggak punya waktu luang untuk itu. Namun demi bongkar kebohongan Joana di depan semua orang, kabulkan permintaannya juga bukan ide yang buruk.“Oke. Aku akan kasih kamu kesempatan.”Setelah berkata demikian, Denina segera perintahkan seseorang pergi ke bagian keuangan untuk ambil laptopnya Joana.“Kerjakan di sini. Tunjukkan langsung ke kami semua.”Dia sengaja ingin permalukan Joana di depan umum. Apa Joana kira cukup dengan omong besar dia bisa selesaikan laporan keuangan dalam waktu satu jam, terus diam-diam minta bantuan seluruh staf keuangan, dia bisa lolos begitu saja? Mana mungkin Denina kasih dia kesempatan seperti itu? Jo
Read more