Tatapan Arley sedingin es.“Menjelaskan? Untuk apa?” Suara Arley datar.“Apa yang ingin dia dengar, itu yang akan dia dengar. Jika dia percaya kalau Harry yang menyelamatkannya, maka biarkan. Asal sekarang, dia tidak bodoh dan buta dalam cinta pria itu.” Ucapan Arley begitu mendalam, tidak tahu bagaimana perasaannya sebenarnya.Charlie hanya bisa diam tertunduk, lagi pula dia sudah cukup gemetar melihat tatapan Arley yang sekarang ini.“Kamu hanya perlu pastikan, Chloe tidak pernah kembali pada Harry.” Arley menatap pada diamnya Charlie.Charlie mengangkat telunjuk saat tatapannya tertuju pada Arley. “Soal itu, bukankah harusnya menjadi tugas Anda?” Bibir Charlie terangkat lebar setelahnya.“Aku ingin kamu memastikan Harry tidak mendekati Chloe lagi.” Arley mempertegas.Charlie hanya bisa mengulum senyum. Walau atasannya ini salah dalam berucap, tapi tetap saja harus dianggap benar.“Baik, Tuan.” Charlie mengangguk. “Tapi, saya perlu ingatkan lagi, Tuan. Nona Chloe suka pria lembut dan
Baca selengkapnya