แชร์

2. Menolak Bulan Madu

ผู้เขียน: Vanilla Ice Creamm
last update วันที่เผยแพร่: 2026-03-09 16:55:59

"Tapi bagaimana jika Lana hamil duluan daripada aku yang sudah menjadi istrimu satu tahun, Mas?"

Roy tertegun, rahangnya mengeras sesaat sebelum ia menggenggam tangan Intan. "Itu takkan terjadi. Fokuslah pada kita, jangan biarkan obsesi Lana merusak kebahagiaan yang baru kita bangun."

****

Saat Lana bersama Dian, Tiara kakak iparnya datang menyapa. Mereka berbincang hangat sampai situasi berubah ketika Dinda, istri kedua Rezza, menghampiri.

Perempuan bergaya sosialita itu mencoba sok akrab dengan sang besan.

"Halo, Mbak Dian. Kapan-kapan mainlah ke Surabaya. Nanti saya ajak arisan dengan teman-teman sosialita saya," ucapnya sambil mengibaskan rambut panjang seolah memamerkan aromanya.

Lana dan Tiara hanya saling pandang, seolah sangat paham tabiat istri Rezza ini.

Dian tersenyum tipis dan formal. "Terima kasih tawarannya, Jeng. Tapi jadwal saya cukup padat dengan kegiatan yayasan dan keluarga di sini."

"Baiklah tak apa, Mbak Dian. Eh ngomong-ngomong, saya senang silaturahmi keluarga Julian dan Rezza Aditya tidak terputus. Berkat kegigihan anak tiri saya yang berusaha menyambung dengan Reyner setelah hubungannya dengan Elroy Julian kandas." Ucapnya tertawa penuh arti, seolah mengejek usaha Lana menjebak Rey. "Ah sudahlah ya... namanya juga anak-anak." Pungkasnya.

Tiara mengepalkan tangan di bawah meja, matanya menatap Dinda dengan tajam seolah ingin membungkam mulut wanita itu detik itu juga.

Lana tetap tenang, ia menyesap minumannya perlahan meski sorot matanya yang dingin mengisyaratkan bahwa Dinda baru saja memulai permainan yang salah.

Dian hanya tersenyum tipis, menjaga martabatnya dengan ketenangan luar biasa yang justru membuat tawa meremehkan Dinda terasa hambar dan murahan.

****

Sementara di sudut lain, Rey tampak lesu dan tak bersemangat. Ia merasa dikhianati; Lana benar-benar licik. Ia ingat bagaimana mantan kekasih Roy itu tiba-tiba menjadi anggota baru di komunitas mendakinya. Sialnya, kebaikan Rey disalahgunakan Lana yang menjebaknya di sebuah vila area hutan pinus Jawa Barat dengan mencampurkan obat perangsang.

Rey tidak curiga karena Lana selalu memberikan botol air mineral yang masih tersegel. Namun nyatanya, minuman itu membuatnya liar hingga menyeret Lana ke kamar. Paginya, seseorang melapor kepada Leon, kakak Lana, yang kemudian menggerebek keduanya. Leon bahkan sempat menampar Lana karena malu dan memberi bogem mentah pada Rey. Singkat cerita, Leon menuntut tanggung jawab penuh.

"Kau harus menikahi Lana secepatnya!"

"Tapi, Bang! Aku merasa Lana menjebakku. Semalam dia memberiku minuman dan aku merasa hasratku naik tidak wajar. Aku tak pernah begini sebelumnya, meski berdekatan dengan adikmu."

"Aku tidak peduli siapa yang salah. Lana itu wanita, kesuciannya telah kau ambil!" Leon menunjuk seprai putih dengan noda darah keperawanan Lana. "Bagaimana jika adikku hamil?"

"Oke, aku akan menikahinya. Tapi secara siri!"

"Siri?"

"Hanya untuk berjaga-jaga sampai masa periodenya datang. Jika dia benar hamil, baru aku akan menikahinya secara resmi. Jadi adil, bukan? Jika siri, tak ada status janda atau duda yang tertinggal di antara kami."

Sepenggal ingatan berkelebat tentang malam itu muncul dan buyar ketika Rey bangkit berdiri menuju meja tempat Dian, Tiara, Dinda, dan Lana berada. Namun, ponselnya bergetar. Sebuah panggilan dari sahabatnya, Kimmy.

"Halo..."

"Akhirnya kau angkat juga setelah spam chat-ku cuma kau baca. Sibuk sekali sampai lupa sahabat sendiri," sindir Kimmy.

"Ada apa?"

"Bagaimana? Kau bahagia?"

"Jangan bertanya jika kau sudah tahu jawabannya, Kim," jawab Rey tajam.

"Baiklah, baiklah. Oh ya, nanti malam jadi, kan?"

"Akan kuusahakan. Sudah, ya," tutupnya sepihak sambil melangkah menghampiri Lana.

"Kamu masih mau di sini atau pulang bersamaku?" tanyanya tanpa basa-basi, bahkan tanpa memanggil nama Lana di depan Tiara, Dian, dan Dinda.

Lana menatap Rey tenang, lalu berdiri perlahan. "Aku ikut denganmu. Mari kita selesaikan ini di rumah saja, Rey."

Dian mengusap lengan Rey lembut. "Pulanglah, istirahat. Jaga istrimu baik-baik, jangan biarkan amarah mengalahkan akal sehat kalian malam ini."

Rezza, ayah Lana, mendekat dan menyodorkan sebuah amplop tipis. "Hadiah untuk kalian, mungkin tidak seberapa. Tapi bisa kalian gunakan untuk bulan madu di dalam negeri."

Rey menerima amplop itu tanpa ekspresi dan memberikan pada Lana, hanya mengangguk formal sebagai bentuk rasa hormat yang tersisa. "Terima kasih, Om. Sepertinya kami belum terpikirkan untuk liburan."

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
Razi Maulidi
kan enak liburan bulan madu. kenapa dia gamau rugi Lo Lana
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Jerat Manis Istri Siri   146. Open Next Chapter (The End)

    Di sela-sela makan siang yang intim di sofa ruang kerja, Lana menyandarkan kepalanya di bahu tegap Reyner. Sumpit di tangan mereka sudah diletakkan, menyisakan dua mangkuk yang hampir kosong dan rasa kenyang yang menenangkan. Kehangatan setelah penyatuan mereka tadi masih terasa tertinggal di kulit, namun yang jauh lebih melegakan adalah hilangnya beban tak kasatmata yang beberapa hari ini menghimpit dada. "Mas," panggil Lana pelan, jemarinya memainkan kancing kemeja Reyner yang kini sudah kembali rapi, walau sedikit kusut di beberapa bagian. "Tadi... tepat sebelum aku membuka surel hasil tes DNA, Papa mengirim pesan." Reyner menurunkan pandangannya, mengusap lengan Lana dengan gerakan naik-turun yang teratur. "Pesan apa? Sesuatu yang mendesak?" Lana mengangguk pelan, ada kilat kesedihan yang melintas di matanya, namun segera digantikan oleh ketegasan. "Papa memutuskan untuk menceraikan Tante Dinda. Papa bilang... dia menyesal

  • Jerat Manis Istri Siri   145. Klimaks

    Reyner semakin gila mengendalikan permainan. Ia menarik kedua tangan Lana ke belakang punggung, menyatukannya dalam satu cengkeraman tangannya yang besar dan kuat, mengunci pergerakan istrinya hingga Lana benar-benar tak berdaya di bawah kuasanya.Dengan posisi Lana yang terkunci, Reyner merapatkan tubuhnya dari belakang. Sembari menahan kedua tangan Lana, lengan kokohnya merengkuh bahu sang istri, memeluknya erat seolah enggan memberi jarak satu inci pun. Sementara itu, tangan Reyner yang lain bergerak merayap naik ke leher depan Lana, melingkarkan jemarinya di sana dengan remasan yang semi-mencekik—tidak sampai menyakiti, namun cukup kuat untuk memberikan tekanan dominan yang mendebarkan dan menuntut kepatuhan total."Mas... ahh," Lana melenguh pasrah, kepalanya sedikit terdongak akibat tekanan di lehernya, menciptakan sensasi sesak yang berbaur dengan gairah yang kian memuncak."Kamu hanya milikku, Lana. Ingat itu," bisik Reyner parau tepat di teli

  • Jerat Manis Istri Siri   144. Slowburn

    Reyner menyentak kemejanya hingga beberapa kancing terlepas dan mencampakkannya sembarang tempat. Gerakannya tergesa, didorong oleh gairah yang sudah di ujung tanduk. Melalui tatapan sayunya, ia bisa melihat Lana benar-benar menikmati setiap sentuhannya—jauh berbeda dengan semalam saat sang istri menyambutnya dengan beban pikiran yang tertahan. Reyner menarik thong Lana ke bawah, melewati lekuk kakinya yang masih terbungkus pump heels. Bukannya langsung melakukan penetrasi, Reyner justru berlutut di lantai. Ia menumpu tubuhnya, lalu dengan perlahan mulai mengecup dan menjilati jemari kaki Lana yang bersih dan terawat. "Ughhh.... hmmmm,," desah Lana tertahan, kepalanya mendongak dengan mata terpejam erat sementara jemarinya mencengkeram pinggiran meja kerja demi menyalurkan sensasi menggelitik yang aneh sekaligus nikmat. Reyner mendongak, menikmati ekspresi pasrah istrinya sebelum kembali bangkit. Ia tidak ingin terburu-buru mer

  • Jerat Manis Istri Siri   143. Hukuman Untuk Lana

    "Maafkan aku, Mas. Aku sempat meragukanmu," bisik Lana di tengah tangisnya yang pecah, menenggelamkan wajahnya di dada bidang Reyner. Cengkeramannya pada kemeja sang suami mengerat, menyalurkan rasa bersalah yang sempat mengendap di hatinya. Reyner tidak langsung menjawab. Ia justru semakin mendekap tubuh Lana, membiarkan istrinya menumpahkan seluruh sisa sesak yang mengganjal. Tangannya yang besar bergerak lembut, mengusap punggung dan sesekali mengecup puncak kepala Lana dengan penuh kasih. Setelah beberapa saat, Reyner melonggarkan pelukannya sedikit. Ia menangkup wajah Lana dengan kedua tangan, lalu menghapus sisa air mata di pipi istrinya menggunakan ibu jari. "Hei, lihat aku," pinta Reyner lembut, memaksa mata amber yang sedang sayu Lana untuk menatapnya. Reyner tersenyum tipis, tatapannya begitu hangat dan penuh pengertian. "Jangan minta maaf. Kamu sama sekali enggak salah, Sayang. Wajar kalau kamu ragu se

  • Jerat Manis Istri Siri   142. 45 Menit Kemudian

    Lana melirik jam di sudut layar laptopnya. Pukul sepuluh pagi. Biasanya, pada jam seperti ini Reyner sedang sibuk-sibuknya memimpin rapat atau memeriksa berkas di kantor. Namun, Lana tahu ia tidak akan bisa fokus bekerja seharian jika tidak membagikan kabar ini sekarang juga.Dengan jantung yang masih bertalu karena rasa lega, ia mencari kontak suaminya dan menekan tombol panggil.Ponsel di seberang sana berdering. Satu kali, dua kali, tiga kali... Lana menggigit bibir bawahnya cemas, cengkeramannya pada ponsel mengerat. Tepat pada deringan keempat, panggilan itu tersambung."Ya, Sayang? Ada apa?" Suara berat dan serak khas milik Reyner terdengar di speaker. Ada latar belakang suara riuh rendah khas suasana kantor, namun nada bicara pria itu langsung melunak begitu menyapa istrinya.Mendengar suara itu, tenggorokan Lana mendadak tercekat. Air mata yang sejak tadi ditahannya kini mendesak keluar."Mas..." panggil Lana lirih, suaranya agak berge

  • Jerat Manis Istri Siri   141. Dan Hasilnya

    Pagi itu di galeri perhiasannya, sebuah notifikasi surel masuk ke laptop Lana. Ia menatap layar dengan binar cemas."Duh, jadi deg-degan. Dibuka sekarang enggak, ya? Atau tunggu nanti saja pas bareng Mas Rey?" gumamnya lirih pada diri sendiri.Pikirannya mendadak kalut. Badai gairah yang ia lewati semalam bersama suaminya ternyata tetap tidak mampu meredam kegelisahan yang membayangi sejak kemarin. Rasa penasaran dan ketakutan kini berebut tempat di dadanya, membuat jemarinya yang menggantung di atas mouse pad mendadak terasa dingin.Lana menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan debar jantungnya yang kian berpacu. Setelah menimbang beberapa saat, ia akhirnya memutuskan untuk mengklik surel tersebut. Setidaknya, ia harus tahu isinya terlebih dahulu daripada tersiksa oleh asumsi yang berputar-putar di kepalanya sendiri.Dengan tangan yang sedikit gemetar, Lana mengarahkan kursor dan membuka pesan itu. Begitu deretan kalimat di layar terbaca ol

  • Jerat Manis Istri Siri   5. Sabotase Mikroskopis

    Lana melangkah mendekat, memangkas jarak hingga aroma parfumnya yang lembut mulai mengusik Rey. Ia merapikan kerah jaket kulit suaminya dengan gerakan perlahan yang disengaja."Temani aku makan malam ini saja, Rey. Aku sudah membeli bahan makanan. Jika masakanku tidak enak, kau boleh pergi dan aku

  • Jerat Manis Istri Siri   4. Penawaran Menarik

    Rey menatap Lana yang kembali ke tampilan aslinya tanpa hijab; rambut caramel brown yang berkilau serta mata besar amber yang memohon dengan mode puppy eyes. Hal itu sempat membuatnya tertarik akhir-akhir ini, terutama setelah pengakuan Lana tentang darah Lebanon yang mengalir di tubuhnya saat kegi

  • Jerat Manis Istri Siri   3. Mata Amber Lana

    Lana menyentuh lengan ayahnya lembut, mencoba menutupi kecanggungan suaminya dengan senyum tipis. "Terima kasih, Papa. Hadiah ini sangat berarti bagi awal pernikahan kami ini." Setelah berpamitan, Lana menarik kopernya dengan susah payah. Ia yang mengenakan gamis pengantin panjang berwarna putih i

  • Jerat Manis Istri Siri   1. Sah

    Ruang tengah kediaman Leon Prasetya di Kota Bogor terasa sesak, seolah oksigen di sana ikut menipis karena ketegangan yang memuncak. Di dunia bursa, Lana Asteria (27) seorang pialang terbiasa menghadapi grafik yang naik turun secara ekstrem. Namun kali ini, di hadapannya, Reyner Alaric (25) adik k

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status