Share

Jerat Manis Istri Siri
Jerat Manis Istri Siri
Author: Vanilla Ice Creamm

1. Sah

last update publish date: 2026-03-09 16:44:02

Ruang tengah kediaman Leon Prasetya di Kota Bogor terasa sesak, seolah oksigen di sana ikut menipis karena ketegangan yang memuncak. Di dunia bursa, Lana Asteria (27) seorang pialang terbiasa menghadapi grafik yang naik turun secara ekstrem. Namun kali ini, di hadapannya, Reyner Alaric (25) adik kandung sang mantan sedang mengucapkan kalimat yang akan mengubah hidup Lana selamanya. Ini adalah kesepakatan pahit untuk mempertanggungjawabkan perbuatan Rey yang terjebak oleh skenario busuk Lana.

​"Saya terima nikah dan kawinnya Lana Asteria binti Rezza Aditya dengan mas kawin tersebut dibayar tunai," ucap Rey. Suaranya dingin, namun menyimpan bara yang siap membakar apa pun di dekatnya.

​"Sah?"

"Sah."

​Rey menoleh sekilas, tatapannya tajam seperti silet yang mengiris harga diri Lana. Tidak ada binar bahagia; yang ada hanyalah janji bisu bahwa Rey akan menagih "hutang" harga dirinya pada Lana setiap harinya, di setiap sudut rumah mereka nanti.

​Setelah ijab kabul yang singkat itu, Lana menepi ke teras samping. Ia butuh udara pegunungan Bogor yang dingin untuk mendinginkan otaknya yang terbiasa menghitung angka saham, namun kini macet total menghadapi kenyataan.

​"Lana..."

​Itu Dian Julian, ibu mertuanya. Wanita yang dulu begitu menyayangi Lana saat ia masih menjalin kasih dengan Roy. Dian menyodorkan sepiring nasi dan sup hangat dengan tatapan yang sulit diartikan.

​"Makanlah, Sayang. Kamu harus kuat jika memang benar ada benih Rey di rahimmu."

​Lana tersenyum getir, menerima dan mengaduk supnya tanpa selera. "Terima kasih, Ma. Tapi ini hanya pernikahan 'jaga-jaga'. Jika dalam sebulan aku tidak hamil, kontrak siri ini berakhir. Begitu perjanjiannya dengan Rey."

​Dian terdiam sejenak, lalu merogoh saku gamisnya dan mengeluarkan sebuah blister obat berwarna merah muda. "Simpan ini. Ini vitamin kesuburan dengan asam folat tinggi."

​Lana tersentak. Detik itu juga, insting pialangnya bekerja negatif.

Apa benar ini vitamin kesuburan? bagaimana jika sebaliknya, dia tidak ingin aku hamil? Dia ingin aku pergi setelah masa kontrak selesai? Lana menatap Dian dengan tatapan keruh dan penuh selidik.

​"Jangan salah paham," sela Dian lembut, seolah bisa membaca pikiran liar menantunya. "Mama justru ingin kalian berhasil. Mama ingin Rey belajar bertanggung jawab, dan kehadiran seorang anak adalah satu-satunya cara melunakkan keras kepalanya. Anggap ini investasi masa depanmu, Lana."

​Lana terpaku. Rasa malu menghantamnya begitu telak. Ternyata di tengah keluarga Julian yang penuh kepalsuan dan pengkhianatan Roy, masih ada satu tangan yang tulus merangkulnya. Ia memeluk Dian erat, menghirup aroma ketenangan yang sudah lama hilang dari hidupnya.

"Terima kasih banyak, Mama. Lana akan menyimpannya," ucap Lana sambil menyelipkan benda itu ke dalam gamis pengantinnya yang anggun.

​"Sekarang makanlah dulu. Mama temani." Lana mengangguk dan mengulas senyum.

****

Di sudut lain, Intan (24) tampak tak suka melihat kedekatan ibu mertuanya dengan sang ipar yang dulu adalah rivalnya. Aroma persaingan terasa semakin nyata. Terlebih lagi, Intan ingat saat awal menikah dengan Elroy (30) karena perjodohan, Dian pernah memujinya meski hanya tipis-tipis.

"Mas Roy..."

"Apa, Intan? Masih mau tambah cocktail?"

"Bukan. Ini tentang posisi Lana yang semakin dekat dengan kita sebagai ipar."

"Maksudmu?"

"Dia kan mantan pacarmu..."

"Masih membahas itu lagi?"

"Ya tetap saja jengkel. Awal kita nikah kan kamu belum sepenuhnya menerimaku. Bahkan kamu masih memberi harapan pada Lana bahwa pernikahan kita hanya sementara."

Roy menghela napas, mengingat fakta perih yang dirasakan istrinya. Ia menggeser duduknya mendekat ke arah Intan sambil menjaga kontak mata yang paling jujur. "Aku tahu kamu bosan dengan permintaan maafku. Tapi ketahuilah, itu karena aku memang belum bisa menerimamu saat itu. Seiring berjalannya waktu aku sadar, perjodohan kita adalah hal yang paling kusyukuri meski aku terlambat."

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
kim elly
ngapain sih kawin kontrak 🥲
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Jerat Manis Istri Siri   124. L'Aura By Lana

    Beberapa bulan berlalu dengan cepat. Sebuah aula galeri minimalis yang disulap menjadi ruang pameran eksklusif malam itu menjadi saksi lahirnya L’Aura by Lana. Suasananya jauh berbeda dari pesta korporat Reyner yang kaku; malam ini terasa lebih intim, mahal, dan penuh dengan wajah-paling berpengaruh di dunia finansial.Lana berdiri di tengah ruangan, mengenakan dress putih gading yang simpel namun berkelas, membiarkan kalung berlian rancangan pertamanya menjadi pusat perhatian. Di sampingnya, Leon dan Tiara tampak bangga mendampingi sang adik. Rezza, ayahnya, tak henti-hentinya tersenyum lebar, sementara Dinda mencoba tetap terlihat anggun meski hatinya mungkin terbakar melihat kesuksesan anak tirinya yang kini melampaui segala ekspektasi.Lana bergerak lincah di antara para tamu. Ia tertawa kecil saat berbincang dengan mantan klien kakapnya dulu di pasar saham—pria-pria yang kini menjadi pengusaha papan atas. Ia tampak begitu berkuasa, begitu hidup.

  • Jerat Manis Istri Siri   123. Rencana Lana

    "Kita bicarakan nanti di rumah, Lan," ucap Reyner dengan nada menahan geram. Tangannya melingkar posesif di pinggang Lana, menariknya menjauh dari hadapan Dante tanpa menunggu jawaban lagi.Dante hanya berdiri di tempatnya, menatap punggung pasangan itu dengan senyum miring yang penuh kemenangan. Ia mengelus dagunya perlahan, matanya berkilat licik. "Reyner makan umpanku. Ah, Lana... wanita sepertimu memang seharusnya bersinar seperti kilau berlian, bukan meredup di balik bayangan suami," bisik Dante pada angin malam.Begitu pintu kamar tertutup rapat, Reyner langsung melepaskan jas tuksedonya dan melemparkannya ke kursi dengan kasar. Ia berbalik, menatap Lana yang sedang tenang melepas anting-antingnya di depan cermin."Maksudnya apa, Lan? Investor? Dante Verrell?" cecar Reyner, suaranya naik satu oktav. "Kenapa kamu sama sekali tidak bicara padaku sebelumnya? Aku ini suamimu! Kenapa malah orang asing—apalagi rivalku—yang pertama tahu ide ini?"

  • Jerat Manis Istri Siri   122. Tawaran Dante

    Reyner masih sibuk berbincang kaku dengan beberapa kolega yang baru saja diperkenalkan oleh ayahnya, Julian. Tatapannya sesekali mencari sosok Dante. Mitha, menyadari ketegangan Reyner, mencoba masuk ke dalam lingkaran percakapan itu, pura-pura menawarkan bantuan untuk menjelaskan detail teknis Pinnacle Tower.Lana, merasa sesak dengan kepura-puraan di dalam, melangkah keluar ke balkon untuk menghirup udara segar. Ia menyandarkan kedua tangannya di pagar pembatas, menatap pemandangan malam dengan tatapan sendu."Sudah kuduga, udara di sini jauh lebih jujur daripada di dalam sana," suara Dante Verrell kali ini lebih tenang, tanpa ada Reyner yang harus ia provokasi.Dante berdiri beberapa langkah di sampingnya, juga menatap lurus ke depan. Tangannya yang dimasukkan ke saku celana tuksedonya.Lana tidak menoleh. "Kau suka menguntit, Dante?"Dante terkekeh pelan. "Aku tipe pria yang tahu kapan harus mendekat dan kapan harus memberi ruang

  • Jerat Manis Istri Siri   121. Panggung Untuk Lana

    Lampu kristal di ballroom hotel berbintang itu berpendar mewah, memantul pada deretan gelas sampanye yang tertata rapi. Malam itu, peresmian Pinnacle Tower benar-benar menjadi ajang pamer kuasa. Reyner berdiri dengan gagah dalam setelan tuksedo gelapnya, namun perhatiannya terus tercurah pada sosok di sampingnya. Lana tampil luar biasa. Ia mengenakan gaun silk berwarna emerald yang memeluk tubuhnya dengan elegan, rambutnya disanggul modern, memamerkan leher jenjangnya. Ia tak lagi terlihat seperti ibu rumah tangga yang kelelahan; ia adalah Lana Asteria, menantu dari Julian. "Papa bangga melihat kalian berdua," ujar Julian, mertua Lana, yang berdiri didampingi Dian. Pasangan sepuh itu tampak semringah melihat putra dan menantu mereka menjadi pusat perhatian. "Lana, kamu cantik sekali malam ini. Mama senang kamu akhirnya mau keluar rumah lagi," tambah Dian sambil mengelus lengan Lana lembut. Tak jauh dari mereka, M

  • Jerat Manis Istri Siri   120. Cuddling

    Reyner menghela napas, ia meraih tangan Lana dan menggenggamnya erat. "Aku ingin istriku yang hadir. Aku ingin kamu ada di sana sebagai pendampingku, bukan orang lain. Tolonglah, ini penting bagiku. Anggap saja ini cara kita untuk memulai kembali pembicaraan yang lebih baik." Lana menatap kedua anak batita itu yang mulai menguap, lalu beralih menatap suaminya. Ada kilatan tekad di matanya yang tidak Reyner sadari. Lana tidak hanya akan hadir sebagai pendamping, ia akan hadir sebagai dirinya yang dulu—Lana sang pialang ulung. "Baiklah. Aku akan datang." Lana tersenyum, batinnya berkata "Tapi jangan berharap banyak aku hanya akan berdiri diam dan tersenyum seperti pajangan, Rey." Reyner tersenyum lega, "Terima kasih, Lan. Aku akan siapkan gaun terbaik untukmu," bisik Reyner sambil mengecup punggung tangan istrinya. Lana hanya tersenyum samar. Gaun terbaik? Tidak, Mas. Aku sendiri yang akan memilih 'perisa

  • Jerat Manis Istri Siri   119. Acara Pesta

    Di kubikel kerjanya, Mitha melirik ponsel yang menampilkan nama ayah tirinya, 'Papa Rezza'. Dengan malas ia mengangkatnya; jika bukan karena pria tua itu donatur tetapnya sekaligus suami ketiga ibunya, ia tak akan mau repot-repot menjawab."Siang, Pa. Ada apa? Pekerjaanku sedang banyak, nih.""Mitha, kamu baru saja bertemu kakakmu? Kenapa dia sampai marah? Apa kamu membuatnya marah lagi?" cecar Rezza.Mitha memutar bola matanya sembari memainkan ujung kukunya yang dipoles rapi."Dia saja yang sensitif, Pa. Aku cuma bekerja profesional, tapi Kak Lana sepertinya hobi mendramatisir.""Mitha, sensitif itu wajar. Dia hanya trauma. Kamu dulu pernah menggoda Elroy, mantan pacarnya yang juga kakak dari Reyner, bosmu sekarang. Tolong jangan diulangi lagi, ya," pinta Rezza halus, suaranya terdengar penuh permohonan. "Kakakmu sudah berkeluarga dan punya anak. Cari pria lain, siapa pun, asal jangan pria beristri, jangan genit." pungkasnya tegas.

  • Jerat Manis Istri Siri   87. Reyner Cemburu

    Reyner menghampiri meja Vera dan menatapnya rendah. "Kau sekretaris, bukan jalang. Jika ingin tetap punya pekerjaan, gunakan otakmu untuk bekerja, bukan untuk menggoda pria beristri yang bahkan tidak akan pernah membelamu." Rey mencondongkan tubuh, "Sekali lagi kulihat k

  • Jerat Manis Istri Siri   86. Peringtan Rey

    Darah Reyner seolah berdesir dingin. Ia mematung di depan pintu dengan tangan yang mengepal kuat pada gagang pintu. Suara itu jelas bukan suara Intan, melainkan suara wanita lain yang terdengar begitu menikmati perlakuan cabul kakaknya di dalam sana. Imajinasi liar tentang apa yang sedang te

  • Jerat Manis Istri Siri   82. Editan Atau Asli

    "Rey, bisakah kita bicara?""Tergantung.""Duduklah di sini," Kimmy menepuk kursi makan minimalisnya. Rey mulai tampak gelisah, namun ia akhirnya mendekat dengan wajah enggan."Ada apa?"Kimmy membuka bungkusan makanan itu dan menyodorkannya pada Rey, namu

  • Jerat Manis Istri Siri   77. Melapor Polisi

    "Gantian," bisik Lana dengan tatapan menantang yang belum pernah Reyner lihat sebelumnya. "Jangan pikir hanya kamu yang bisa membuatku gila malam ini."Reyner menaikkan sebelah alisnya, terkejut sekaligus sangat tertantang. "Oh ya? Kamu yakin bisa melakukannya, Sayang?"

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status