Beberapa hari terakhir, Reva semakin merasakan jarak yang tak terjelaskan dengan Leon. Leon sering pulang larut, jarang membalas pesan, dan saat di rumah pun selalu tampak sibuk atau lelah. Reva mencoba bertanya, tapi jawaban Leon selalu singkat. Rasa kecewa pelan-pelan menggerogoti hatinya.Malam itu, Dinda, sahabat dekatnya sejak kuliah, mengajaknya keluar.“Reva, kamu sudah terlalu lama di rumah. Ayo hang out sebentar. Sekalian hiburan,” kata Dinda lewat telepon.Reva awalnya menolak, tapi rasa sepi dan kecewa membuatnya akhirnya mengangguk. “Baiklah. Aku ikut.”Mereka tiba di sebuah klub malam yang cukup mewah di kawasan Senopati. Musik bass menggelegar, lampu warna-warni berkelip, dan orang-orang berdansa di lantai dansa. Dinda langsung menarik Reva ke bar, memesan dua cocktail.Tidak lama kemudian, seorang pria tinggi berpenampilan rapi mendekat. “Dinda! Lama tidak ketemu.”“Billy!” Dinda tersenyum lebar. “Ini temanku, Reva. Reva, ini Billy, temanku.”Billy menatap Reva dengan s
อ่านเพิ่มเติม